Wawancara Sayiddina Riaz Ahmad Gohar Shahi yang dimuat di “Pakistan Post” (sebuah koran berbahasa Urdu yang dipublikasikan dari Washington) 
 

Pertanyaan: Tolong beri komentar pada situasi dunia saat ini tentang hal-hal keduniaan dan agama. Maksud saya, dunia yang meninggalkan Tuhan dan menujuNya di sisi lain, di Pakistan, di sini dan dimanapun, silahkan berkomentar atas situasi ini.

Jawaban: Ada dua kekuatan. Seorang laki-laki mendatangi seorang santa. Laki-laki itu menanyainya, bagaimana dia menemukan Rabb (Tuhan). Santa menjawab, “Ketika aku meninggalkan Rabb (Tuhan) pertamaku.” Dia terkejut mendengar Rabb pertama dan bertanya siapa Rabb pertamanya? Santa menjawab, “Tidakkah kamu membaca Quran bahwa orang-orang telah menjadikan hasrat (nafsu) dan ketamakan mereka sebagai Tuhan mereka.” Kecuali kamu meninggalkan Rabb itu (nafsu dan ketamakan) kamu tidak akan menemukan Rabb yang sebenarnya. Orang-orang sibuk mengejar Rabb itu (dunia). Ada sangat sedikit orang yang mengejar Rabb ini (Allah). Sekarang mayoritas orang berlimpahan mengejar dunia dan menuju Rabb itu yang merupakan ‘setan'. Setan adalah musuh abadi manusia. Setan dengan cara yang sangat mudah dan sangat menyenangkan membuat orang berperang satu sama lain dan menjadikan mereka bosan dengan agama. Sekarang satu-satunya cara adalah meninggalkan Rabb itu (dunia) dan menuju Rabb ini (Allah). Mereka akan mendapatkan penghidupan/nafkah yang sama jika berada di sisi itu. Jika kamu berada di sisi setan, kamu akan mendapatkan penghidupan/nafkah yang sama dan jika kamu di sisi Tuhan, maka kamu juga akan mendapatkan penghidupan/nafkah yang sama, apapun itu yang sudah tertulis di dalam takdir. Maka daripada menuju setan, mengapa kamu tidak menuju Tuhan (Allah)!

Pertanyaan: Bagaimana anda memandang terhadap kemajuan Eropa dan Amerika saat ini? Puncak yang telah diraih oleh kemajuan ini, mungkinkah untuk melanjutkan kemajuan lebih jauh? atau seperti yang telah kita baca bahwa ketika kemajuan meraih puncaknya, maka kemunduran akan terjadi.

Jawaban: Apapun yang diperlukan oleh Allah, tahap kemajuan tersebut telah terjadi. Sekarang kemajuan lebih dari ini tidak diperlukan oleh Allah. Yang diperlukan oleh Allah adalah bahwa orang-orang seharusnya menemukan satelit, menemukan telepon dan muncul dengan penemuan-penemuan ilmiah. Itu penting sekali. Allah membuat segalanya mungkin bagi diriNya ketika Dia berkehendak. Orang-orang berkata bahwa Inggris dan Amerika telah melakukan semua kemajuan tersebut, tetapi pada kenyataannya adalah bahwa Allah yang membuat itu terjadi. Karena Allah harus mengirim Imam Mahdi dan jika sistim ini tidak ada, Imam Mahdi tidak akan telah berada pada satu tempat. Imam mahdi dikirim untuk seluruh dunia dan itulah mengapa sistim komunikasi dunia ini terjadi, sehingga dia bisa mendatangi setiap sudut dan juga orang-orang dapat mendekat padanya.

Pertanyaan: Apakah anda ingin mengatakan…. Dunia akan berakhir sekarang?

Jawaban: Tak akan ada lagi kemajuan lebih lanjut setelah ini.

Pertanyaan: Tetapi kami telah mendengar bahwa sebelum Imam Mahdi AS tersebut datang, seperti halnya Jesus akan diturunkan dari surga, perang akan terjadi dengan Dajjal.

Jawaban: Semua fasilitas ini hanya untuk mereka.

Pertanyaan: Itu artinya bahwa hari kiamat belum dekat; bahkan kami mendengar bahwa Imam Mahdi AS akan memerintah selama 40 tahun.

Jawaban: Seseorang berkata bahwa dia akan memerintah selama 10 tahun, seseorang berkata bahwa di akan memerintah selama 40 tahun dan seseorang berkata diantara periode 10 dan 40 tahun.

Pertanyaan: Akankah periode ini akan tergantung pada kerangka waktu kita atau menurut sistim Allah? Periode waktu 10 tahun, 40 tahun atau antara 10 hingga 40 tahun?

Jawaban: Ini menurut sistim Allah.

Pertanyaan: Pidato yang anda sampaikan selama kunjungan anda ke Inggris, saya menerima press rilis tentang pidato tersebut yang saya publikasikan di koran saya. Tanggapan untuk itu adalah bahwa ada sebuah pernyataan dari Sipah Sahaba yang dimuat di koran berbahasa Urdu yang dipublikasikan dari New York “Pakistan Express” yang mengatakan bahwa anda menulis dalam buku anda “Ruhshanas” tidak perlu salat dan puasa dan anda telah mengaku diri anda sebagai Imam Mahdi.

Jawaban: Pertama-tama adalah bahwa hingga sekarang saya tidak pernah mengatakan tidak perlu salat dan puasa. Saya secara jelas mengatakan untuk melakukan dzikr ( mengingat Allah), kalian akan menjadi lebih baik dari kondisi sebelumnya. Kemudian, jika anda salat, anda akan menjadi lebih baik. Saya secara tegas mengatakan, jika anda mengkosumsi alkohol, maka anda tidak dapat melakukan salat. Ya, jika anda akan berdzikr, itu mungkin akan membebaskan anda dari kebiasaan minum dan anda akan dapat melakukan salat. Saya telah mengatakan ini, tapi saya tidak pernah berkata bahwa anda jangan salat. Yang kedua, saya tidak pernah mengklaim diri sebagai Imam Mahdi. Namun demikian, saya telah menjelaskan tanda-tanda Mahdi yang sebenarnya. Jika Nabi Muhammad SAW memiliki tanda kenabian di punggungnya, dengan cara yang sama akan ada Kalimah (shahadat) yang tertulis di punggung Imam Mahdi, siapapun yang memiliki tanda ini, kami akan menerimanya sebagai Imam Mahdi AS baik itu saya maupun anda, anak-anak maupun orang tua. Saya telah katakan ini dan saya masih selalu mengatakannya. Lagipula itu tergantung pada pemahaman mereka masing-masing. Tanyai mereka mengapa mereka menganggap saya Imam Mahdi, atau gejala-gejala apa yang mereka lihat di dalam diri saya terkait dengan mengapa mereka mengira saya Imam Mahdi. Ini adalah pemikiran dan pemahaman mereka sendiri, tetapi saya tidak pernah mengatakan dan saya mungkin tidak pernah berkata itu sepanjang hidup saya dan mungkin tidak mengatakannya bahkan jika itu memang saya. Ini hanyalah kecemburuan dan kebencian dari para penuduh dan penentang. Terkait dengan Imam Mahdi, dia telah datang dan dia akan berasal dari kita (manusia). Pengklaim yang palsu pada akhirnya akan menghadapi hinaan seperti yang telah terjadi sebelumnya. Imam mahdi yang akan dikirim oleh Allah, meskipun dia tidak pernah mengatakan, “Saya Imam Mahdi”, bahkan jika anda sekalian mengurungnya di penjara. Pada akhirnya dia akan menjadi Imam Mahdi dari Allah.

Pertanyaan: Ada komentar-komentar dari Sipah Sahaba bahwa dia mengklaim menjadi Imam Mahdi dan kedua dia sangat kaya.

Jawaban: Itu bukan sebuah dosa untuk menjadi kaya. Apakah Hazrat Utsman tidak kaya raya? Jika kami tidak punya uang, bagaimana kami akan menyampaikan kotbah di sini (di Amerika Serikat). Sebagian besar kerja kami difasilitasi oleh kendaraan-kendaraan ini, kami pergi dari satu tempat ke tempat lain di dalam mobil-mobil ini, maka ketika kami punya uang, kami bepergian dengan pesawat terbang, banyak perjalanan dilakukan dengan pesawat terbang untuk pergi ke luar negeri hanya untuk urusan ini. Kami tidak ada bisnis apapun (atas kepergian kami keluar negeri). Jika kami kaya, itu Allah yang membuat kami kaya. Kami telah pergi ke hutan meninggalkan semuanya. Jika kami menyukai uang, mengapa kami pergi ke hutan? Seseorang yang memiliki kecintaan pada kekayaan, akankah memilih pergi ke hutan? Allah memerintahkan kami untuk pergi ke kota, kami katakan, “Kami tidak punya apapun untuk melayani agamaMu.” Allah berkata, “Itu tanggungjawabKu.” Jika kami kaya, itu dari Allah. Allah tidak memberi kami uang secara langsung, tetapi Dia membuat sebagian pengikutNya yang mendukung kami, sebagian mendukung kami dengan mobil, sebagian mendukung kami secara finansial, sebagian mendukung kami dengan memberi kami tiket dan sebagian mengurus makanan gratis untuk orang banyak. Kemudian gedung-gedung dibangun dan madrasah-madrasah didirikan, kemudian kami mulai mendapatkan baju kulit dan madrasah mulai dibangun, ini bukanlah suatu dosa. Atas keberatan mereka terhadap perjalanan saya dengan mobil, ini bukan sebuah dosa. Mereka bahkan keberatan pada saya karena memakai baju bagus, ini bukan sebuah dosa memakai baju bagus. Mereka bahkan menulis, “Dia memakai parfum”. Mereka (para penentang) sendiri selalu memakai parfum dan berkeberatan pada kami atas hal yang sama. Meskipun saya tidak memakai parfum dan bahkan jika saya memakainya, apa dosa dari hal ini?

Pertanyaan: Orang-orang dari sekte-sekte berbeda berkata bahwa anda telah membentuk sebuah sekte religius baru. Silahkan berkomentar tentang itu.

Jawaban: Saya mengundang semua kelompok agama untuk memberitahu saya, bagaimana ini bisa disebut sekte baru? Ini bukan sekte baru, ini adalah sekte pertama yang merupakan masa Nabi Muhammad SAW. Tidak ada Sunni pada masa Nabi Muhammad SAW. Anda berkata ahli sunnah, apakah ada kelompok semacam itu pada saat itu? Tidak, itu tidak ada. Shiah, Wahabi, Dewbandi, tak ada nama-nama tersebut ditemukan. Hanya ada ummah pada masa Nabi Muhammad SAW, tak ada sebutan ahli sunnah di dalam Quran, hanya ada sebutan ummah. Dan untuk ummah, Nabi Muhammad SAW berkata, “Ummahku hanyalah mereka yang memiliki Nur (Cahaya Nama Tuhan).” Ini benar! Siapapun yang memiliki cahaya adalah ummahnya, karena Cahaya Nama Tuhan memudar dari hati mereka, mereka berubah menjadi Shiah, Sunni dan Wahabi. Sekarang beritahu saya, ini sekte pertama atau sekte bentukan baru. Jika anda mendapatkan Nur (Cahaya Nama Tuhan) di dalam diri, anda tidak akan pernah berkata, “Saya Sunni, saya Wahabi.” Anda hanya akan berkata, “Saya ummahmu (pengikut) wahai Rasullullah.” Ini bukan sebuah sekte baru dan sekte ini telah ada pada awalnya. Sekarang mereka berkata, “Orang-orang ini melakukan dzikr dan tidak salat.” Mereka yang biasa salat, melakukan salat bersamaan dengan dizkr. Mereka yang tidak biasa salat, tidak salat pada waktu itu dan tetap tidak salat. Salat diwajibkan setelah 11 tahun kenabian. Apa yang mereka lakukan sebelum wahyu tentang salat, itu adalah dzikr. Mereka biasa dzikr pada Allah dan ketika salat diwahyukan, itu tidak seperti sekarang, salat itu masuk ke dalam hati mereka. Mereka menemukan salat yang sebenarnya (salat hakikat). Orang-orang yang melakukan dizkr dan jika mereka salat, bahkan setelah 11 tahun sesudahnya, itu akan menjadi salat sejati (salat hakikat), dengan dzikr setidaknya mereka akan membenci dosa atau paling tidak cinta Allah akan datang ke dalam hati mereka. Mungkin cinta tersebut akan menjadi alasan pertolongan, jadi ini bukan sekte baru.

Ini akan jadi sekte jika kami berkata, “Jangan salat untuk hal ini, tapi salatlah untuk hal itu. Jangan berlutut seperti ini, tapi seperti itu.”

Ruku dan sujud adalah sama seperti ahli sunnah dan salat juga sama. Kami tidak pernah berkata untuk mengubahnya. Kami hanya berkata bahwa hati bergetar dengan dzikr Allah. Orang harusnya mencoba untuk berdzikr dengan hati dan jika itu mulai, anda tidak akan menyangkal lagi dan itu akan dimengerti bahwa itu benar. Jika anda tidak melakukan dizkr, maka saya hanya akan berkata bahwa jika anda salat kemudian, lakukan itu dengan salat, dan jika anda tidak salat, bahkan (dzikr) itu dapat menggantikan kerugian sedikit banyak untuk salat. (Karena) jika anda tidak salat, itu akan ditulis sebagai dosa. Anda berdzikr Allah, anda akan diberi ganti rugi yang baik. Mungkin pahala dzikr melampaui dosa. Allah berkata, “Ingatlah Aku lebih banyak dan sering, ingatlah Aku sebanyak mungkin.” Sekarang jenis ibadah apa yang ada selain berdzikr, bagian mana dari pratik ini yang merupakan sekte baru?

Pertanyaan: Orang-orang dari sekte berbeda berkata bahwa apa yang anda katakan tidak terdapat dalam kitab-kitab dan itu jauh dari shari’at juga.

Jawaban: Yang mereka katakan adalah benar! Sebuah Hadits, salah satu sahabat nabi Muhammad SAW, Hazrat Abu Huraira telah menyatakan, “Saya menerima dua tipe pengetahuan dari Nabi Muhammad SAW, saya beritahu kalian yang satu dan jika saya memberitahu kalian tentang yang satunya lagi, kalian akan membunuhku.” Ini Hadits yang artinya bahwa pengetahuan kedua jauh dari shari’at karena itu orang-orang akan membunuhnya. Jika ini terdapat di dalam shari’at, maka mengapa mereka akan membunuhnya? Untuk shari’at, ada Quran Suci dan Hadits. Pengetahuan ini yang sedang saya bicarakan ditransfer dari dada ke dada. Ini untuk orang-orang pilihan dan pengetahuan sebelumnya (pertama) untuk orang-orang biasa. Pengetahuan pertama menjadi Musa dan pengetahuan ini (kedua) menjadi Khidr dan keduanya adalah sepenuhnya benar. Kalian tidak dapat menyangkal mereka, sementara itu mereka bertentangan satu sama lain. Ini adalah perbedaan besar antara mereka. Tetapi keduanya benar. Shari’at dan tarikat. Ini adalah pengetahuan dada. Dalam hal ini Nabi Muhammad SAW berkata, “Aku menerima tiga jenis pengetahuan, satu untuk orang-orang biasa yaitu shari’at, satu untuk orang-orang pilihan yaitu untuk para santa (wali Allah) dan satu untukku.” Yang hanya untuk beliau saja. Pengetahuan ini ada, petunjuk-petunjuk pengetahuan ini ditemukan di dalam kitab-kitab. Petunjuk Musa dan Khidr dapat ditemukan, petunjuk dzikr juga ada “Ingatlah Aku ketika duduk dan berdiri, ingatlah Aku setiap waktu.” Petunjuk-petunjuk ini dapat ditemukan. Ketika tertulis perintah salat, tapi tidak diberitahukan bagaimana salat. Seperti ini kami mengajari bagaimana melakukan dzikr pada saat tidur. Ada sejenis dzikr yang dapat dilakukan pada saat tidur, kami mengajari mereka bagaimana melakukan dzikr pada saat tidur. Kami memberitahu semua ini detail yang kami diberikan ini dari dada ke dada. Ada petunjuk-petunjuk pengetahuan ini di dalam kitab-kitab, tetapi pengetahuan ini tidak tersedia di dalam kitab-kitab tersebut. Pengetahuan ini diberikan kepada kami melalui dada Nabi Muhammad SAW. Untuk pengetahuan itu (pertama) anda memerlukan kertas putih dan untuk pengetahuan ini (kedua), putihkan hati anda, maka anda akan menerima pengetahuan ini. Karena tidak setiap orang dapat membersihkan dada (hati) mereka, jadi tidak setiap orang dapat meraih pengetahuan ini.


    

***********************FINISH***************************
 

 

 

 

 

 

 

 

 

©1999-2011 All Faith Spiritual Movement Intl' admin@theallfaith.com