Ajaran Spiritual Imam Mahdi Sayiddina Riaz Ahmad Gohar Shahi
Aram Bagh, Karachi, Pakistan
, 4 Mei 1995
 
Nama Personal Allah  

 

Sahabat-sahabat tercinta…Assalaamualaikum,

 

Bahkan sebelumnya beberapa pidato telah disampaikan di kota Karachi ini. Pidato-pidato ini bukan untuk tujuan politik, bukan juga untuk menjelek-jelekkan sekte lain maupun untuk mengkritik pemerintah. Pesan ini telah berkali-kali disampaikan pada orang-orang hati (orang-orang yang mencari kebenaran), mereka tetap mendengar dan kami tetap berbicara. Pidato pertama dibuat di sebuah ruangan kecil di Golimar limabelas tahun yang lalu dimana empat orang hadir. Pesan ini kemudian menembus jutaan hati, menyebar ke seluruh dunia. Kami sekarang sedang menerima petunjuk-petunjuk selama beberapa hari untuk menyebarkan pesan ini diantara agama-agama lain juga.

 

Kami sedang bertanya-tanya bahwa pada saat orang-orang kami sendiri tidak dapat mengerti pengetahuan ini,

maka kenapa orang Hindu, Sikh, Kristen dapat menyadari pengetahuan ini?

 

Saya kira bahwa ini mungkin bukan petunjuk-petunjuk yang benar, sebab banyak orang telah menerima petunjuk-petunjuk yang keliru di masa lalu. Mirza Ghulam Ahmad dianggap kafir hanya karena semacam wahyu-wahyu yang salah (bukan dari Tuhan), jika tidak, dia tidak punya hal lain dari kekafiran.

 

Setelah salat Jumat di Latifabad (Hyderabad) seorang laki-laki berdiri dan berkata, “Hai orang-orang! Berhenti dan dengarkan pengumuman! Allah baru saja menyuruhku untuk menyatakan kenabianku dan meminta orang untuk mengenalku sebagai nabi.” Orang-orang coba meyakinkan dia bahwa kenabian telah berakhir dan nabi muhammad (SAW) adalah nabi terakhir. Tak ada lagi nabi setelah itu. Dia berkata, “Oke, baiklah, aku akan salat lagi”. Laki-laki itu salat lagi dan berkata, “Aku menerima sebuah pertanda lagi yang berkata,‘Katakan pada orang-orang bahwa kamu adalah nabi yang sebenarnya dan jika orang-orang tidak mengenalimu sebagai seorang nabi, sebuah keajaiban akan diperlihatkan kepada pada mereka sekarang.’” Orang-orang mulai melemparinya dengan sandal. Mungkin inilah ‘keajaiban’. Setelah beberapa hari saya kebetukan bertemu dengannya di tempat tukang cukur dan menanyainya tentang ‘kenabiannya’. Dia berkata bahwa setelah introspeksi diri berulang-ulang dia sadar bahwa itu tipuan setan. Kami juga menerima banyak petunjuk seperti itu dan bahkan pengetahuan tersebut, atas pertanda apa yang ditunjukkan, diajarkan kepada kami di alam yang lebih tinggi (perkumpulan para nabi).

 

Tak ada batasan waktu untuk pengetahuan Shari’ah, ketika seseorang mulai salat lima waktu dan memelihara jenggot adalah Shari’ah.

 

Selanjutnya adalah pengetahuan Tarikat.

 

Ketika seseorang memelihara ruh-ruh di dalam dirinya selama 12 tahun, maka terkait dengan kekuatan itu, mereka (ruh-ruh) keluar dari tubuh dan menunduk dihadapan

Nabi Muhammad (SAW). Itu adalah pengetahuan Tarikat.

 

Setelah itu adalah pengetahuan Hakikat (Kenyataan)

adalah ketika Nabi Muhammad (SAW) sendiri mengajari ruh-ruh tersebut.

 

Selanjutnya datang pengetahuan Ma’rifat,

dengan kebaikan pengetahuan itu, penglihatan akan Allah diberikan

dalam waktu tujuh hari dalam tahap ini.

 

Kami bertanya-tanya, jika petunjuk-petunjuk ini kebetulan salah, maka kami mungkin akan menghadapi situasi yang sama seperti Mirza Ghulam Ahmad lakukan. Jika pertanda-pertanda tersebut terbukti benar, kami juga akan digantung seperti Shah Mansur. Kami terikat (kewajiban), apa yang harus kami lakukan? Pada akhirnya kami berusaha dan mulai mengujicoba menurut pertanda-pertanda tersebut.

 

Jauh dari negara-negara Islam, kami juga mengunjungi Eropa dan Amerika Serikat, dan memberitahu orang-orang Hindu, Sikh, dan Kristen tentang pengetahuan ini dan mereka berkata,

 

“Sesungguhnya, pengetahuan ini ada dalam kitab-kitab suci kami.

Kami memiliki perumpamaan tentang ini dalam kitab suci kami dan kami sedang mencarinya.”

 

Ketika kami mengajari mereka pengetahuan ini,

hati mereka juga mulai menyebut Allah Allah.

 

Sekarang kami yakin bahwa petunjuk-petunjuk ini dari Allah. Karena hati seseorang, tidak perduli dia Muslim atau bukan, tanpa kehendak Allah,

tidak dapat menyebut Allah Allah.

 

Ketika orang-orang puas, mereka mengundang kami ke kuil-kuil mereka dan kami menyampaikan kuliah-kuliah spiritual di sana juga.

 

Sahabat Nabi Muhammad (SAW), Abu Huraira berkata, “Aku menerima dua tipe pengetahuan dari Nabi Muhammad (SAW); aku ungkap pada kalian satu, dan jika aku beritahukan yang satunya lagi, kalian akan membunuhku.” Dan, ketika kami berbagi sebagian dari pengetahuan itu dengan publik, maka kami juga divonis kafir.

 

Keyakinan saya adalah bahwa tak seorangpun dapat menjadi Muslim hingga dia mengucapkan Shahadat dan karena menjadi Muslim, hati akan menyebut Allah Allah.

 

Menurut pengetahuan tersebut,

Allah Maha Kuasa dan memberkahi siapapun yang Dia kehendaki.

 

Pengetahuan tersebut berkata, baik seseorang itu kafir atau apapun, segera sesudah hatinya mulai menyebut Allah Allah suatu hari dia akan cenderung kepada Allah. Dia akan menyertai kelompok, yang memiliki kehendak dan dukungan Allah. Pengetahuan apakah itu? Untuk itu Bhulle Shah berkata:

 

“Salat dan puasa itu tugas mudah, tapi ini adalah cara lain.”

 

Ketika tubuh manusia diciptakan, beberapa ruh ditempatkan di dalam tubuh.

Tujuh ruh berada di dalamnya.

Mereka disebut Lataif (entitas spiritual).

 

Dalam sebuah Hadits, nama mereka disebutkan:

Qalb, Ruh (Jiwa), Siri, Khafi, Akhfah, Ana dan Nafs

 

Satu untuk melihat, satu untuk berjalan, satu untuk membaui, satu untuk berbicara, dan satu untuk mendengar dan ada satu yang hanya untuk menyebut nama Allah. Aslinya enam dari mereka tersucikan dan satu ruh setan ditambahkan.

 

Bhulle Shah berkata untuk ini:

Diri/Nafs yang kotor ini telah mengotori kita. Kita pada awalnya suci.”

 

Ketika Diri/Nafs tersebut masuk ke dalam tubuh, maka tubuh ini menjadi terkotori. Baik lumpur (dari itu adam diciptakan) maupun ruh-ruh lain yang masih suci, tetapi pada saat Nafs/Diri memasuki tubuh ini, mereka menjadi terkontaminasi.

 

Mujahid Alif Sani berkata, “Pemula harus terlebih dulu menyebut Allah Allah dan menyucikan Nafsnya. Quran bukan untuk orang yang Nafsnya kotor (dalam bentuk anjing).” Dia berkata, “Bacalah Quran dengan Nafs yang bersih.” Sebab satu momen bijaksana saat itu lebih baik daripada ratusan tahun salat, barulah kemudian Quran akan masuk ke dalam hati.

 

Sekarang ini ada 72 sekte. Tak ada sekte apapun dalam kehidupan Nabi Muhammad (SAW). Tak ada Sunni, Shi’ah maupun Wahabi. Dalam masa kehidupan Nabi Muhammad (SAW) hanya ada Ummah dan nabi Muhammad (SAW) berkata bahwa anggota Ummah adalah orang yang memiliki Nur (Cahaya Tuhan).

 

Diceritakan juga di dalam Hadits, Nabi Muhammad (SAW) berkata bahwa

pada hari Kiamat, bangsa-bangsa akan dikenali dengan Nur.

 

Jadi, meskipun anggota Ummah, Hipokrit yang tidak memiliki Nur di dalam diri mereka dan mereka yang bahkan meninggalkan Masjid, mereka adalah Khawarij. Sekarang bagaimana Nur tersebut masuk ke dalam sebuah tubuh?

 

Satu adalah Muslim dan satu adalah Mu’min. Muslim menyebut Allah Allah di mulut dengan tasbih. Seperti ketika sebuah batu bergesekan dengan batu lain, muncul bunga api, dengan cara yang sama, ketika Allah Allah bergesekan satu sama lain, Nur tercipta. Tapi Nur itu hanya berada di jari jemari, itu tidak akan masuk ke dalam tubuh. Jika itu berguna, itu hanya akan berguna pada hari kiamat dan sia-sia di kehidupan ini. Sebuah tasbih yang sama sedang masuk ke dalam tubuh manusia dalam bentuk hati (jantung) yang melakukan tik tik (berdetak); ketika seseorang menyinkronkan Allah Allah dengan detak jantung, maka Nur tidak akan pergi keluar, tapi langsung masuk ke dalam darah; melalui darah, itu masuk ke dalam otot; kemudian itu mencapai ruh-ruh di dalam diri kalian melalui otot-otot. Kemudian, ruh-ruh itu akan bangkit dan mulai menyebut Allah Allah.

 

Kemudian ruh-ruh tersebut akan terus menerus menyebut Allah Allah

bahkan meski kalian sedang tidur.

 

Allah Allah akan tetap berlanjut bahkan meskipun kalian sudah mati

dan itu akan tetap berlangsung hingga hari Kiamat.

 

Ketika Nur itu mencapai ruh-ruh di dalam diri, berturut turut dari yang pertama menuju kedua, lalu ketiga dan seterusnya hingga semua ruh menyebut Allah Allah. Pada tahap ini hal tersebut dianggap sesuci Masjid, Ka’bah, dan bahkan seperti Surga.

 

Ketika Nur memasuki tiap-tiap otot, Nafs yang merupakan setan, dia duduk di pusar, Nur mengelilinginya. Terkait dengan panas dan kelebihan Nur, Nafs mulai menjadi suci, dan segera sesudah itu tersucikan secara menyeluruh, maka seluruh tubuh manusia menjadi suci. Jika hati terus menerus menyebut Allah Allah, Cahaya Allah berkumpul di hati. Segera sesudah Nur berkumpul di dalam hati, hubungan antara kalian dan Allah adalah hati kalian. Hati itu seperti sebuah telepon. Umumnya telepon akan bekerja jika memiliki daya/energi. Dengan cara yang sama, telepon ini (hati) bekerja jika memiliki Nur. Jika Nur memasuki hati kalian, maka telepon di dalam diri kalian hidup/berfungsi. Maka dimanapun kalian berbicara, itu akan langsung tersambung ke langit, salat kalian akan langsung menuju langit, bacaan Quran kalian akan langsung ke langit. Ini adalah saat ketika salat menjadi perjalanan spiritual bagi Mu’min melalui telepon ini.

 

Dalam Quran surat Al Hujurat, orang-orang Arab berkata, “Kami beriman.”

Tetapi Allah berkata, “Tidak. Beritahu mereka: Kamu hanya menjadi Muslim, tetapi akan menjadi Mu’min jika Nur memasuki hatimu.”

 

Sekarang jika Nur memasuki hatimu, kamu menjadi Mu’min. Jadi ketika Nur berkumpul di dalam hati, itu menjadi seperti sebuah magnet yang terhubung dengan besi. Kalian melempar jarum-jarum kecil di dekat magnet dan magnet itu akan menarik mereka. Dengan cara yang sama, jika kalian salat, maka Nur-nya akan memasuki hati, kamu membaca Quran, Nur itu juga akan masuk ke dalam.

 

Tidak terdapat dimanapun di dalam Quran tertulis untuk melakukan salat, tetapi itu disebutkan untuk mendirikan salat.

 

Jika kalian salat, kalian menganggap diri kalian sendiri sebagai seorang Mu’min, tetapi ketika kalian selesai salat, kalian kembali pada urusan duniawi. Jika hati kalian diisi Nur, salat akan masuk ke dalam diri kalian. Kemudian kalian akan menjadi seorang Mu’min pada saat salat, tidur, maupun pada saat berbisnis. Dengan menyebut Allah Allah sepanjang waktu, Nur Allah akan memasuki hati kalian, ini akan membangun sebuah hubungan Nur dengan diri kalian.

 

Jika setiap orang memiliki Nur di dalam dirinya, mereka akan bersatu dengan hubungan cahaya (cahaya Tuhan).

 

Orang-orang ini punya hubungan darah. Murtaza Bhutto terbunuh. Dia (Murtaza Bhutto) sangat memusuhi saudara perempuannya (Benazir Bhutto), demikian pula saudara perempuannya tersebut, hanya karena urusan duniawi, tetapi terkait dengan hubungan darah, Benazir menangisi kematian saudara laki-lakinya. Dengan cara yang sama, setelah membangun hubungan Nur dengan Mu’min satu sama lain tidak akan pernah berkeinginan untuk menyakiti saudaranya sesama Mu’min.

 

Quran berkata: Huda lil Mutaqin,

“Aku memberi petunjuk kepada mereka yang saleh.”

 

Sekarang jika seseorang tersucikan dari dalam (secara spiritual), dia menjadi seorang ulama (yang dapat memberi petunjuk kepada yang lain). Kemudian jika orang tersebut membaca Quran, Quran memasuki hati.

 

Untuk tingkatan itu, Allama Iqbal berkata,

“Kelihatannya dia seperti seorang pembaca Quran, tapi dia adalah Quran itu sendiri.”

 

Sekarang ketika kalian mengagungkan Quran, penghormatan tehadap ulama tersebut juga wajib bagi kalian. Kalian tidak memunggungi Quran, jadi mengapa melakukan hal itu kepada ulama tersebut.

 

Mereka disebut ulama-ulama Allah. Ulama semacam mereka akan membantu orang untuk memeluk Islam.

 

Sementara itu ulama-ulama duniawi yang mencoba untuk memberikan petunjuk dari Quran tanpa penyucian Nafs mereka, mereka akan tersesat. Sebenarnya mereka bertanggung jawab atas terciptanya 72 sekte.

 

Quran memasuki hati ulama Allah. Ulama duniawi, meskipun dia juga seorang ulama, dia juga membaca Quran, tetapi Quran tidak pernah mencapai hatinya. Dia (ulama duniawi) membaca Quran dalam jangka waktu lama, pada akhirnya mereka mulai berpikir dan berkata bahwa mereka (ulama-ulama duniawi) menemukan Allah, tetapi kami yang tidak dapat menemukan Dia, kami mulai mencari ke seluruh dunia. Kemudian apa yang mereka lakukan? Mendirikan sebuah partai dengan nama islami dan membawa Quran dibawah ketiak mereka dan memulai perjalanan mereka menuju politik.

 

Untuk orang-orang semacam itu, Bhulle Shah berkata:

“Mereka yang membawa Quran dibawah ketiak mereka, mereka makan dan menyangkal kemudian.”

 

Di pagi hari mereka mengumumkan bahwa seorang perempuan tidak boleh menjadi seorang pemimpin, di sore hari mereka berkata bahwa dia (perempuan) boleh. Orang-orang berkata, “Pak Ulama mengapa anda punya dua pendapat?” Dia menjawab, “Ini adalah politik.” Orang-orang berkata bahwa politik bukan untuk orang-orang saleh, atas hal itu mereka merujuk pada puisi Allama Iqbal bahwa jika kita memisahkan agama dengan politik, hanya kekejaman yang akan tersisa. Meskipun puisi Allama Iqbal adalah untuk para politisi, bahwa jika mereka meninggalkan agama, maka mereka akan menjadi tidak lebih dari Jenghis khan, tetapi para politisi agamis memutarbalikkan makna puisi tersebut untuk politik mereka. Politisi semacam itu mengumpulkan orang-orang di sekitar mereka selama beberapa tahun dan jika mereka memasuki lorong kekuasaan, mereka menikmati kekuasaan itu sendiri. Para pengikutnya dapat apa? Malahan seharusnya mereka telah menyebut Allah Allah, sehingga mereka mungkin telah mendapatkan manfaat.

 

Santa Sultan Bahu berkata,

“Aku tidak pernah menghadiri seminar keagamaan.

Aku menempatkan huruf pertama Quran, alif dan mulai menyebut alif untuk Allah.

Dengan menyebut Allah Allah dadaku menjadi diterangi.

Ketika Nabi Muhammad (SAW) melihat dadaku yang diterangi,

beliau menyentuhkan dada beliau dengan dadaku

dan semua pengetahuan ditransfer ke dalam dadaku secara otomatis.”

 

Mereka mungkin telah mendapatkan pahala menyebut Allah Allah selama lima atau enam tahun tersebut. Sekarang (setelah beberapa tahun) para pengikut berkata kepada pemimpinnya bahwa mereka salat, melakukan politik, tetapi tidak dapat menemukan Allah. Kemudian ulama duniawi menyuruh mereka berjihad. Pendukungnya bertanya tentang makna jihad, sang ulama duniawi tersebut berkata bahwa satu golongan menganggap Nabi Muhammad (SAW) seorang manusia, sekte-sekte lain menganggap Nabi Muhammad ((SAW)) adalah Nur. Bunuhlah mereka, mereka akan membunuhmu. Ini jihad. Sekterianisme adalah buatan ulama-ulama duniawi semacam itu.

 

Pemerintah mencoba untuk mengatasi sekterianisme, tetapi bagaimana itu akan berakhir, jika Nafs dari ulama-ulama duniawi semacam itu kafir di dalamnya. Maka bagaimana mereka dapat memepersatukan orang?

 

Ya, mereka hanya dapat dipersatukan demi pemerintah dan kekuasaan, tetapi tidak pernah dapat menjadi satu demi Allah. Diluarnya melalui lidah mereka bisa disatukan, tetapi dengan hati, mereka tidak pernah bersatu.

 

Orang-orang semacam itu memelukan seorang pemimpin seperti Amir Al Mu’minin Hazrat Ali yang menghukum mati 5000 ulama gadungan seperti itu dan mengirim sisanya untuk menyertai Hazrat Hassan Basri, sehingga Nafs mereka mungkin menjadi suci. Setelah penyucian, mereka dapat memakai turban dan jubah. Hanya setelah penyucian Diri/Nafs, mereka mulai salat dan dapat disebut penerus nabi dan mereka mengimami salat.

 

Ada dua cara untuk menyucikan diri/Nafs. Seperti Data Sahib (Hazrat Syed Abul Hassan Bin Usman Bin Ali Al-Hajweri) dan Khawaja Sahib (Syed Muhammad Mu'īnuddīn Chishtī) pergi ke hutan dan santa-santa lainnya juga pergi ke hutan. Setelah Nafs mereka tersucikan, mereka kembali ke dunia masyarakat dan kemudian mereka bermanfaat bagi orang-orang. Karena orang jaman sekarang tidak dapat melakukannya, berada dalam pergaulan dan bimbingan seorang santa, Nafs juga dapat disucikan. Seperti halnya Bahauddin Naqash Bandi dalam persahabatannya dengan Amir Kalal dan Maulana Rumi melayani Shah Shams. Dengan melayani tuan-tuannya, mereka menyucikan Nafs mereka. Setelah menjadi seorang santa terkenal, kemudian Maulana Rumi menulis:

 

Seorang Maulvi (imam salat di Masjid) tidak akan pernah menjadi Maulana Rumi kecuali jika dia menjadi pelayan dari seorang Shams Tabraiz.

 

Kami tidak bermusuhan dengan siapapun. Barangsiapa menjadi ulama Allah, berada di jalan yang benar dan memiliki Nur di dalam hatinya, kami bagaikan pelayan bagi mereka. Tetapi kami berjihad melawan mereka yang tidak memiliki Nur didalam hati mereka dan memiliki setan di dalam diri mereka. Bahkan Nabi Muhammad (SAW) berkata tentang mereka, “Berhati-hatilah terhadap ulama bodoh.” Para sahabat bertanya bagaimana bisa seorang ulama menjadi bodoh? Nabi Muhammad (SAW) menjawab, “Orang yang lidahnya ulama tapi hatinya tak berpengetahuan.“ Jika kalian mendekati mereka, mereka akan menyesatkan kalian dalam sekte-sekte.

 

Sekarang mari kita bicarakan tentang Mahdi AS. Ada seorang santa berumur 80 tahun bernama Sheikh Nazim di London. Dia menjadikan 10,000 orang Amerika masuk Islam dan juga mengislamkan banyak orang Eropa. Dia benar-benar mengetahui tentang Salawat, Wazaif dan pengetahuan Istikharah. Sheikh Nazim mengumumkan, “Menurut pengetahuanku, Imam Mahdi akan muncul dalam kurun waktu satu atau dua tahun, tetapi para ulama duniawi akan menentang Imam Mahdi.

 

Sheikh juga berkata bahwa Imam Mahdi tidak akan menyatakan dirinya, ‘Akulah Imam Mahdi’, tetapi orang-orang akan mengenali Imam Mahdi dengan sendirinya.

 

Sekarang, Dr. Israr Ahmad juga berkata bahwa dalam cahaya Hadits dan kitab-kitab lain, jelas bahwa kedatangan Imam Mahdi sudah dekat.

 

Mereka berkata bahwa Imam Mahdi akan muncul segera, tetapi kami berkata bahwa beliau telah muncul. Semua santa telah diberitahu tentang Imam Mahdi; wajahnya telah diperlihatkan pada mereka, “Inilah Imam Mahdi kalian.” Imam Mahdi adalah seorang pemimpin dari sebuah organisasi religius di Pakistan. Para santa telah diberitahu. Semua santa tahu akan hal itu.

 

Sekarang Allah sedang melakukan semacam kerja untuknya sehingga setiap orang akan menerima Imam Mahdi. Sekarang karena Imam Mahdi telah tiba dan dia memerlukan para pendukung dan pengikut. Siapa yang akan mendukung Imam Mahdi? Siapa yang akan mengenalinya? Mereka yang akan mendapatkan Nur, ketika mereka muncul di hadapan Nur, mereka akan luluh. Karena Nur memiliki proporsi dengan Nur. Jika di dalam hati kalian Allah Allah mulai, maka hati kalian akan mampu untuk menimbulkan Nur.

 

Kemudian pada saat kalian di hadapan Imam Mahdi AS, maka Nur kalian akan berkumpul dengan Nur.

 

Meskipun ada banyak rahasia, tetapi kami akan mengungkapkan beberapa rahasia tersebut. Orang yang mengandung cahaya di dalamnya adalah Mu’min. setelah ini bermula lah Walaiyat (Kesantaan). Apakah itu Walaiyat? Kalian bermimpi ketika tidur dan sering berjalan-jalan di kota lain. Itu bukan kalian, tetapi semacam makhluk yang ada di dalam diri kalian. Itu adalah Nafs kalian, Nafs itu penuh kekuatan karena terpelihara dengan makanan setan sejak masih kecil. Kalian tidur dan Nafs itu keluyuran di perkumpulan setan. Ruh-ruh sisanya ketika mereka dipelihara oleh Nur, mereka mendapatkan kekuatan dari pemeliharaan oleh Cahaya. Dan kemudian mereka juga mulai keluar dari dada. Nafs (ruh setan) menuju kumpulan setan. Ketika ruh-ruh lain menjadi diterangi, maka ruh-ruh ini pergi ke perkumpulan yang diterangi. Ruh-ruh yang diterangi langsung pergi menuju Nabi Muhammad (SAW) dan menunduk di hadapan beliau.

 

Pada tahap ini Bhulle Shah berkata, “Orang-orang (mengingat Allah) lima kali sehari sementara seorang pecinta mengingat sepanjang waktu. Orang-orang pergi ke Masjid, pecinta pergi untuk duduk di kaki Tuhan.”

 

Orang-orang tersebut yang mengingat Allah lima kali sehari dalam salat, klimaks dari pencapaian mereka adalah Masjid. Tetapi mereka yang mengingat Allah dengan hati, mereka mencapai kaki Nabi Muhammad ((SAW)). Segera sesudahnya, mereka mencapai kaki Nabi Muhammad ((SAW)). Sebelum tahap ini, ada Shariat Muhammadi (hukum Muhammad (SAW)), Shariat Muhammadi mencapai Mu’min, dan selanjutnya mulai Shariat Ahmadi. Kalian harus telah mendengar tentang Shariat Ahmadi yang merupakan salat secara spiritual.

 

Tubuh Nabi (SAW) disebut Muhammad,

jiwa beliau disebut Ahmad

dan entitas spiritual Akhfa (ruh untuk berbicara) beliau disebut Hamid,

dan entitas spiritual Ana yang ada di kening,

dengan kebaikan ruh itu, beliau memiliki penglihatan akan Allah,

disebut Mahmud.

 

Sebelum Nabi Muhammad (SAW) berangkat dalam perjalanan Isra Mi’raj, Nabi (SAW) mengimami salat untuk semua jiwa-jiwa nabi dan santa di Baitul Maqdis. Sebelum menuju langit, Nabi Muhammad (SAW) memimpin salat. Maka salat manakah yang dianugerahkan saat mencapai langit? Ketika berada di langit, beliau dianugerahi salat, tetapi ini untuk orang-orang Nafs (orang yang Nafsnya belum tersucikan), sementara salat yang beliau pimpin di Baitul Maqdis adalah untuk orang-orang yang tersucikan. Bahkan Nabi Adam AS hadir dalam salat tersebut, meskipun beliau telah meninggal enam ribu tahun lalu. Jika jiwa kalian suci dan mencapai singgasana Nabi (SAW), maka salat spiritual tersebut juga ada untuk jiwa tersebut, salat itu ada di sana pada saat itu dan akan ada di sana hingga hari Kiamat. Nabi Muhammad (SAW) masih mengimami salat semacam itu dan tidak pernah beranjak dari sajadahnya hingga Allah menjawab, “Oh hambaku Aku di sini.”

 

Ketika seseorang mulai salat dibelakang Nabi (SAW),

ini merupakan tahap awal Walaiyat (kesantaan).

 

Sekarang bahkan orang-orang tersebut memanggil diri mereka sendiri wali yang dulunya biasa menulis Ta’wiz dan melakukan Istikharah, tapi barangsiapa salat di belakang Nabi (SAW), Allah menjawabnya, “Oh hambaku, Aku di sini.” Ini adalah tahap permulaan Walaiyat (Kesantaan). Apa yang terjadi setelah ini? Dalam ruh-ruh tersebut, salah satu ruh di dalam tubuh kita disebut latifah Ana. Ruh yang disebut Qalb mencapai singgasana Nabi Muhammad (SAW) dan ruh Ana langsung menuju Allah.

 

Para malaikat mencoba untuk menghentikannya (Ana) tapi sia-sia. Mereka berkata, “Apapun itu akan terbakar sendiri diluar Baitul Ma’mur (tipe unggul Ka’bah langit), sebab bahkan para malaikat tidak dapat pergi diluar itu, tetapi ruh ini melintasi batasan itu dan mencapai sana dimana esensi Allah berada.

 

Nabi Suci (SAW) melihat perwujudan Tuhan dengan tubuh fisik beliau

dan para santa mencapai sana melalui ruh-ruh di dalam tubuh.

 

Segera sesudah seorang santa mencapai sana,

maka keduanya (Allah dan santa) melihat satu sama lain dengan cinta yang besar,

dengan sebuah rasa bahwa dia (santa) telah melakukan perjalanan begitu jauh.

 

Kemudian Allah berkata, “Aku melihatmu dan kamu melihatKu.”

Mereka saling melihat dengan cinta dan kasih sayang.

 

Selanjutnya wajah Allah terukir di hati santa tersebut dan Allah berkata,

“Sekarang kamu kembali turun. Jadi, barangsiapa melihatmu, akan melihatKu.”

 

Kemudian memandang pada santa tersebut adalah juga ibadah. Untuk tingkatan ini Santa Sultan Bahu berkata, “Oh Bahu, memandang sang guru (spiritual) setara dengan jutaan dan milyaran kali ibadah haji.”

 

Sekarang itulah orang yang disebut santa. Santa (Teman Tuhan) berarti seseorang yang telah dapat melihat Allah dan telah berbicara denganNya. Teman tuhan adalah wali (santa).

 

Jaman sekarang, ada ribuan orang yang mengklaim sebagai santa di negara kita (Pakistan) yang tidak pernah melihat Allah maupun berbicara padaNya. Cinta untuk orang semacam itu membuat seekor anjing menjadi Hazrat Qitmir dan permusuhan untuk orang semacam itu dapat membuat seseorang menjadi Balyim Baur yang sangat saleh tetapi pergi ke neraka dalam bentuk anjing Ashabul Kahfi.

 

Banyak santa berhenti pada tingkatan ini, tingkatan Fana Fillah dan santa-santa yang sangat spesial menuju tingkatan di atas ini. Nabi Muhammad (SAW) telah memberitahukan kepada mereka yang berada di tahap atas, “Itu merupakan tipe ketiga pengetahuan.” Kemudian mereka pergi lebih jauh dan mereka kemudian melihat apa yang orang-orang Shi’ah teriakkan sejak lama bahwa ada 40 bagian dalam Quran. Kemudian, ketika para santa tersebut melalui tahapan itu, mereka menemukan 10 bagian. Jika mereka menemukan 10 bagian, maka Quran ini (dicetak di kertas) adalah sesuatu dan 10 bagian tersebut adalah sesuatu yang lain. 10 bagian tersebut memberitahu sesuatu yang lain dan mereka (30 bagian) memberitahu sesuatu yang lainnya lagi.

 

Quran ini berkata,

“Bacalah aku pada saat berdiri, duduk dan bahkan berbaring.”

 

10 bagian yang itu berkata,

“Jangan sia-siakan waktu kalian.

Jika kamu ingin mengingatnya, pergi saja melihat Allah.”

 

Quran ini memerintahkan untuk salat, jika tidak kalian akan berdosa, tapi bagian itu berkata jika kalian salat kalian akan berdosa.

 

Ketika ditanya, “Mengapa?” 10 bagian yang itu menjawab bahwa kalian seharusnya berada di hadapan Tuhan dan bicara denganNya. Jika waktu-waktu salat mendekati ini dan kalian meninggalkan memandang pada Tuhan dan lalu salat, artinya kalian berdosa.

 

10 bagian yang itu (juga) mengatakan,

“Pada saat waktu salat tiba, milikilah pandangan sekilas dari Tuhan, dzat yang untukNya kita salat.”

 

Ada sebuah kejadian yang terkait dengan ini. Pernah Mujadid Alif Sani pergi ke Masjid dan melihat seorang laki-laki tidur di sana. Mujadid pergi ke Masjid lagi untuk salat dan orang yang sama sedang tidur. Mujadid berpikir bahwa dia mungkin tidur setelah salat. Kemudian Mujadid memutuskan untuk tinggal di Masjid dari waktu Asar hingga Maghrib. Muazin sedang beradzan, tetapi laki-laki tersebut masih tidur. Mujadid membangunkannya dan dengan marah berkata bahwa dia harus keluar dari masjid atau salat. Laki-laki itu bangun dan berwudzu. Salat hampir dimulai ketika laki-laki yang sama meminta imam untuk berhenti. Dia mengumandangkan niat salat Subuh. Orang-orang melihat bahwa tiba-tiba sore berubah menjadi pagi, kemudian dia melakukan salat Dzuhur dan saat itu menjadi waktu Dzuhur, kemudian dia salat Asar, seorang pencerita melaporkan bahwa rotasi matahari bahkan berubah. Pada saat itu laki-laki tersebut berkata kepada Mujadid, “Kamu bermimpi secara spiritual. Kamu seharusnya telah melihat kondisiku sebelum membangunkanku. Aku bersamaNya kepada siapa kalian salat.”

 

Kemudian Quran berkata,

bahwa jika kalian minum bahkan hanya setetes air, puasa kalian akan rusak.

 

Mereka (Quran 10 bagian yang lain berkata)

bahkan jika kalian terus makan dan minum sepanjang hari,

puasa kalian tidak akan pernah batal.

 

Ketika ditanya, “Mengapa?” Dijawab bahwa puasa untuk menyucikan Nafs, jika diri kalian sudah suci, maka tidak masalah kalian makan atau tidak, kalian menjalankan puasa sepanjang waktu.

 

Ada peristiwa yang terkait dengan ini. Ada seorang santa yang tinggal di tepian sungai. Dia memasak makanan manis dan meminta istrinya untuk memberikan sebagian kepada santa lain yang tinggal di seberang sungai. Istrinya berkata bahwa bagaimanan dia akan melewati sungai? Santa itu berkata kepada istrinya, “Katakan pada sungai bahwa aku telah dikirim oleh seorang laki-laki yang tidak pernah menyentuh istrinya selama 12 tahun dan sungai itu akan memberimu jalan untuk menyeberang.” Istrinya menjawab, “Apa yang kamu katakan?” Kita baru saja punya seorang anak perempuan tiga bulan lalu!” Santa tersebut menjawab, “Apa yang kukatakan adalah benar.” Dan istrinya pergi dan mengatakan hal yang sama seperti yang diberitahukan oleh suaminya. Sungai memberinya jalan untuk menyeberang dan sesampainya di sisi sungai, sungai itu kembali mengalir seperti sedia kala. Dia memberikan makanan itu kepada santa tersebut dan dia (santa) memakannya. Kemudian dia (perempuan) bertanya kepada bagaimana menyeberangi sungai? Santa tersebut berkata, “Katakan kepada sungai bahwa kamu baru saja dikirim oleh seorang laki-laki yang tidak makan apapun selama 12 tahun.” Dia terkejut dan bertanya kepada santa tersebut bahwa dia (santa) baru saja memakan makanan itu. Santa itu meminta dia untuk mengabaikannya. Wanita itu meminta sungai itu untuk seperti yang dikatakan oleh sang santa dan sungai memberikan jalan untuknya menyeberang. Sesampainya di rumah dia bertanya kepada suaminya, “Aku sangat heran. Kamu bilang kamu tidak pernah menyentuh istrimu selama 12 tahun, tapi aku punya anak tiga bulan lalu dan dia berkata tidak pernah makan apapun selama 12 tahun. Aku tidak dapat mengerti, bahkan kebohongan kalian menimbulkan kekuatan yang besar. Suaminya menjawab, “Tidak. Sebenarnya hal-hal itu adalah bahwa sejak 12 tahun lalu aku tidak menggaulimu karena Nafsku (Diri), melainkan kewajiban dan dia tidak pernah makan sejak 12 tahun lalu untuk Diri/Nafsnya, melainkan untuk bertahan hidup.” Dengan cara yang sama, Abdul Qadir Jilani berkata, “Kalian hidup untuk makan dan kami makan untuk hidup, sehingga kami dapat melaksanakan kewajiban-kewajiban seperti perintah Allah.”

 

Berikutnya tentang Haji. Quran berkata,

bahwa jika siapapun memiliki harta dan kemampuan,

dia laki-laki/perempuan harus melaksanakan Haji.

Yang itu (Quran 10 bagian) berkata: Mereka pergi ke Ka’bah hanya yang tidak memiliki ketekunan.

 

Mereka (yang sepuluh bagian) berkata bahwa kalian unggul atas semua makhluk. Ibrahim membangun ka’bah dengan lumpur dan tanah liat sementara kalian telah diciptakan dari Cahaya. Jadi mengapa kalian pergi ke Ka’bah, melainkan Ka’bah yang seharusnya datang pada kalian. Atas hal ini Shah Mansur dihukum gantung. Bayazid Bastami berkata, “Selama bertahun-tahun dulu aku terbiasa untuk mengelilingi Ka’bah, tetapi ketika aku menemukan Allah, sekarang Ka’bah mulai mengelilingiku.” Santa Sultan Bahu ditanyai oleh seseorang mengapa dia tidak pergi haji. Bahu menjawab, “Ka’bah biasa mengitari sini.” Ka’bah yang sama datang untuk mengitari Rabia Basri.

 

Quran ini meminta kita untuk memberikan 2.5% zakat.

 

(Quran) yang itu mengatakan, “Berikan 97.5% zakat dan ambil hanya 2.5% untuk kalian.”

 

Quran ini ditanya bahwa dimana Allah. Quran berkata bahwa Dia sangat jauh. Tetaplah salat dan puasa, sebab melihat Allah itu sangat sulit. Dia tinggal sangat sangat jauh.

 

Tetapi ketika bagian-bagian Quran yang itu ditanyai tentang Allah, mereka menjawab, “Allah di sini di dunia, kadang-kadang sebagai Data RA dan kadang-kadang sebagai Khawaja RA.

 

Bagian tersebut berkata bahwa sudahkah kalian pernah mendengar Hadits Qudsi yang mengatakan, “Aku menjadi tangan hambaku dengan apa yang dia pegang; Aku menjadi lidah dari hambaku dengan apa yang dia katakan.”

 

Pengetahuan tersebut mulai dimana Quran yang ini (30 bagian) berakhir. Ini adalah pengetahuan yang dipelajari setelah melihat Tuhan. Awal dari pengetahuan ini adalah bahwa 124,000 nabi dengan nama atribut (Allah) semuanya tidak dapat untuk mendekati status Ism Zaat (nama personal Allah). Karena Musa AS biasa menyebut ya Rahman, Isa AS Ya Qudus, Sulaiman AS Ya wahab, Daud AS biasa menyebut Ya Wadud dan nabi-nabi sisanya biasa menyebut shahadat nabi pada masa mereka.

 

Pada suatu hari Musa AS meminta Allah untuk memperlihatkan Dirinya sebentar. Allah menjawab Musa bahwa dia tidak memiliki kapasitas untuk itu. Musa bertanya, “Siapa yang memiliki kapasitas itu?” Allah menjawab, “Hanya Kekasihku (Nabi Muhammad SAW) dan Ummahnya.” Musa menunjukkan emosinya dan berkata bahwa menjadi seorang nabi tapi tidak sebanding dengan seorang pengikut. Dan meminta Allah, “Apapun yang terjadi perlihatkan padaku Engkau sebentar saja.” Akhirnya, ketika Allah menimpakan Cahaya personalNya pada Musa, Musa tidak dapat menanggung kehebatan Cahaya tersebut dan jatuh pingsan.

 

Jadi, apa alasan Musa tidak dapat melihat Allah di Gunung Sinai di dunia ini dan pingsan, sementara Nabi Muhammad (SAW) sedang duduk dan tersenyum di hadapan Allah? Musa memiliki Cahaya Rahman di dalam dirinya, itulah sebabnya mengapa dia tidak dapat menoleransi Cahaya personal Allah dan di dalam tubuh Nabi Muhammad (SAW) memiliki Nur Ism Zaat Allah (Cahaya Nama personal Allah). Zaat berada di hadapan Zaat dan tersenyum. Oleh sebab itu ini adalah berkah dari Nabi (SAW) bahwa Ummahnya memiliki Ism Zaat tetapi Ummah takut mempraktekkan ini.

 

Hadits Nabi (SAW), “Pada hari Kiamat para ummah akan dikenali dari Nur (Cahaya) mereka.” Mereka yang bersinar dengan Nur dari Ya-Rahman adalah Ummah Musa AS, bersinar dengan nur Ya Wadud adalah Ummah Daud AS dan mereka yang bersinar dengan Allah-Hu adalah Ummah Nabi Muhammad (SAW) yang sesungguhnya.

 

(ALLAH HU)

ini adalah simbol kalian.

 

Nampaknya apapun yang seseorang katakan dari lidahnya sama dengan di hatinya, dia adalah seorang yang benar.

 

Jika seseorang mengatakan sesuatu dan berbeda dengan hatinya, dia munafik. Jika seseorang memiliki kemiripan sikap dengan Allah misal berbicara, tapi berbeda dengan apa yang di hatinya, orang itu adalah seorang maha munafik.

 

Percayalah pada saya bahwa tanpa Dzikr Qalb (Meditasi Hati), salat kalian tidak dapat diterima. Kalian mengeluh bahwa kalian salat, tapi Allah tidak mengabulkan doa-doa kalian. Mengapa doa seharusnya diterima? Salat adalah prasyarat diterimanya doa.

 

Kalian orang-orang yang salat mengutip hadits, Salat akan menjadi hal pertama yang ditanyakan di hari kiamat.” Kalian selalu mengutip hadits ini, bukan? Tetapi selanjutnya dari ini adalah hadits lagi, Tanpa kehadiran hati/Qalb, salat kalian tidak diterima.” Orang-orang akan dapat dihitung salatnya untuk salat dengan kehadiran hati.

 

Ada tiga tipe salat; pertama Namaz Surat (salat penampilan), kedua Namaz hakikat (salat sesungguhnya), dan ketiga adalah Namaz Ishq (salat bagi yang telah mencapai Ishq). Setiap sekte melakukan Namaz Surat bukanlah hal besar, Namaz (salat) ini hanyalah sebuah aksi supaya dilihat orang lain. Untuk salat ini, Namaz/salat mengatakan Qul Hu Allah Hu Ahad (katakan Allah itu satu) dan hati menjawab bahwa tak ada tepung di rumah, Allah Hu Samad (Allah, Abadi, Mutlak), hati mengatakan, istri sakit, Lam Yalid Wa Lam Yu Lad, hati berkata, “Sudah terlambat ke kantor, cepatlah”. Ini disebut namaz Surat.

 

Mujadid Alif Sani berkata, “Untuk setiap orang adalah Namaz Surat dan Namaz Hakikat adalah bagi orang-orang spesial Tuhan. Dan berkata, “Setiap orang harus mencari Namaz Hakikat.”

 

Sekarang apa itu Namaz Hakikat? Namaz Surat dilakukan oleh seorang Muslim dan Namaz Hakikat dilakukan oleh seorang Mu’min. Dan untuk Namaz Hakikat kalian harus belajar untuk mengingat Nama Allah (Dzikr Qalb)

 

Ini adalah kata pertama Quran kalian. Dimulai dengan alif, sebutlah Allah.

 

Jika kalian takut akan keagungannya,

sebutlah La Ilaha Illallah yang diawali dengan lam.

 

jika kalian bahkan tidak mendapat berkah Tuhan untuk dapat melakukan ini,

kemudian sebutlah Muhammad Rasul-Allah yang diawali oleh mim

dan kalian akan meraihnya dengan ini.

 

Jika tidak, tetaplah terlibat pada Kitab, tidak tahu apakah Kitab ini akan membimbing atau menyesatkan kalian.

 

Ini juga merupakan pilar pertama buat kalian. Pilar pertama adalah Kalimah Islam (shahadat). Hadits berkata, “Dzikr yang paling unggul adalah kalimah Tayibah” dan Quran berkata, “Ingatlah Aku ketika berdiri, duduk, bahkan berbaring. Jangan dialihkan pada saat berjual beli.”

 

Ini juga sunnah pertama kalian. Apa yang nabi biasa lakukan di gua Hira? Bahkan salat tidak diwajibkan pada saat itu. Apa yang biasa dikerjakan pada saat itu? mereka biasa menyebut nama Allah. Kemudian mereka menjadi Muslim, jika mereka menjadi Muslim, salat tidak diwajibkan bahkan pada saat itu. salat diwajibkan pada tahap berikutnya. Apa yang biasa mereka kerjakan pada saat itu? Sementara orang-orang tetap sibuk dalam dzikr dan pada saat itu pula dada mereka diterangi. Kemudian, ketika salat dianugerahkan kepada Nabi (SAW), salat tidak tersangkut di tenggorokan, itu langsung menuju hati mereka. Ini juga pilar pertama kalian.

 

Jika hati kalian mulai menyebut Allah Allah, maka kalian akan mencoba untuk meneruskan dengan pekerjaan kalian dan Allah Allah juga berlanjut. Ini disebut ‘tangannya bekerja, hatinya berhubungan (dengan Tuhan).’ Kemudian kalian akan mencoba sambil membaca koran/majalah dan Allah Allah juga berlanjut dan kalian sukses. Kemudian kalian akan mencoba Allah Allah berlanjut pada saat salat.

 

Lidah kalian akan berkata Qul Hu Allah Hu Ahad dan hati akan berkata Allah Allah. Allah Hu Samad dan hati akan berkata Allah Allah. Lam Yalid Wa Lam Yu Lad, hati akan berkata Allah Allah.

 

Sekarang itu tahap dimana apapun yang di lidah akan sama dengan yang di hati.

Lidah kalian menyatakan dan hati bersaksi.

 

Lidah adalah berada dalam Dzikr Mufasil sementara hati berada dalam Dzikr Mujamil. Lidah menyatakan dengan logika sementara hati bersaksi tanpa logika,

bahwa Allah dan hanya Allah.

 

Lidah ini punya kekuatan untuk berbicara dari sini dan orang-orang di Amerika dapat mendengar dan hati punya kekuatan untuk menyebut dari sini dan langit akan mendengar.

 

Kemudian salat kalian akan mencapai langit melalui hati. Ini adalah salat yang disebut perjalanan ke langit bagi seorang Mu’min (Mirajul Mu’minin).

 

Dari dulu sampai sekarang kita mendengar ceramah bahwa seseorang yang tidak memiliki cinta untuk Allah dan Nabi, keyakinannya tidak sempurna. Orang-orang hanya berbicara tentang cinta. Mereka hanya berbicara tentang obat tetapi tidak memberi obat. Kita telah mendengar ini sejak lama, tapi hingga sekarang di hati masih kosong dari cinta kasih untuk Allah dan Nabi. Mereka yang mengungkapkan cinta mereka dari lidah adalah pembohong.

 

Cinta tidak terhubung dengan lidah, cinta terhubung dengan hati. Cinta tidak dapat dilakukan dengan paksaan tapi terjadi secara otomatis.

 

Meskipun mereka mengungkapkan cinta mereka dengan lidah tetapi di hati adalah setan. Bagaimana cara mengeluarkan setan itu? kami berkata bahwa ada setan di dalam hati kalian. Kalian berkata bahwa kalian salat, mengapa setan itu di dalam hati kalian? Kami berkata bahwa meskipun kalian salat, tetapi selama salat mengapa hati kalian dipenuhi dengan bisikan (setan) yang merupakan kerja setan? Setan berada di dalam hati itulah mengapa dia membisiki di dalam hati!

 

Sekarang lakukan percobaan. Setiap kali kalian salat, bisikan-bisikan datang dari hati karena setan berada di dalam hati, tetapi jika kalian bergabung dalam suatu perkumpulan untuk berdzikr dan menyebut Allah Hu, tidak akan ada bisikan, tetapi kalian akan merasakan kesenangan. Tetapi pada saat kalian akan meninggalkan perkumpulan, bisikan yang sama akan kembali meliputi hati kalian. Bagaimana jika perkumpulan yang sama terbangun di dalam dirimu. 24 jam berada dalam kehusukan pada Allah dan akan mendapatkan perlindungan dari bisikan setan.

 

Pernah Hazrat Abu Bakar Siddiq bertanya kepada Nabi (SAW), “Pada saat saya salat, saya merasakan bisikan-bisikan setan.” Nabi (SAW) menjawab, “Kamu mendapat 2 tipe hadiah, satu untuk salat dan kedua untuk jihad.” Hazrat Abu Bakar Siddiq bertanya, “Bagaimana saya mendapatkan hadiah jihad sementara saya salat?” Nabi (SAW) menjawab, “Bisikan-bisikan setan itu mendatangi hatimu dan penyebutan Allah Allah yang sedang berlangsung di dalam hatimu mengusir mereka keluar, mereka datang kembali dan lagi-lagi Allah Allah mengusir mereka keluar dan ini adalah jihad.” Dan jika setan pembisik mendapatkan tempat yang permanen di hati, maka ini akan menjadi kekalahanmu dan bukan jihad.”

 

Setiap orang mengaku cinta dengan lidah mereka, tetapi di hati mereka adalah setan, padahal cinta terhubung dengan hati.

 

Selama setan tidak dapat pergi dari hati kalian, seseorang tidak dapat meraih cinta nabi atau santa manapun.

Pertama-tama usirlah setan keluar dari hati kalian.

 

Bayazid Bastami pergi ke hutan di masa mudanya. Setan biasa berdiri di sudut dan menonton pada saat dia mengucapkan berbagai Wirid dan Wazaif. Pada saat Bastami mulai berdetak Allah Hu di dalam hatinya, kapanpun dia mencoba untuk menempatkan Allah di hatinya, maka setan datang mendekat dan mengganggunya. Pernah Bastami mengambil tongkat dan mengejar setan tersebut. Karena dirinya diterangi, dia mendengar sebuah perkataan, “Oh Bayazid, dia tidak akan mati dengan tongkat, tapi dia akan terbakar dengan Cahaya Allah, sebutlah berkali-kali, sebutlah berkali-kali sehingga kamu menjadi Nur ‘ala Nur (Cahaya di atas Cahaya).” Ketika Bastami meraih tingkatan ini (Cahaya di atas Cahaya), bahkan semua penyihir meninggalkan kotanya Bastami yang mengatakan, “Sekarang sihir kita tidak ampuh lagi di sini.”

 

Ketika Allah Allah terus menerus berlangsung, secara alamiah cinta Tuhan akan masuk ke dalam hati. Cinta tidak bisa direkayasa, itu terjadi begitu saja.

 

Allah atau apapun yang yang memasuki hati,

cinta akan terjadi dengan itu.

 

Ketika kamu mulai mencintai Allah, Allah tidak suka jika seseorang menghutangiNya, melakukan satu kebaikan buatNya, mendapatkan pahala sepuluh kebaikan, membelanjakan satu rupiah di jalanNya, Dia akan mengembalikan sepuluh rupiah. Sedikit mencintaiNya, Dia akan balas mencintai sepuluh kali lebih banyak. Kemudian kepada mereka yang Dia cintai, Dia memandang pada mereka juga. Dia tidak memberikan pandangan yang biasa; Dia memandang mereka dengan cinta dan kasih sayang yang besar.

 

Dan hari dimana Allah memandang mereka dengan cinta dan kasih sayang, maka kemudian cinta tersebut akan menghilang dan Ishq (cinta kasih) akan muncul.

 

Kemudian, “Kamu adalah milikKu, Aku adalah milikMu.”

 

Allama Iqbal berkata tentang tingkatan ini, “Jika ada Ishq, kekafiran juga Islam.”

Artinya, jika di dalam dirimu muncul Ishq Allah, maka kekafiran juga Islam.

Jika di dalam dirimu tidak memiliki Ishq, Iqbal kemudian berkata,

Maka bahkan Muslim juga kafir.”

 

Sekarang para Muslim sendiri mengatai satu sama lain kafir.

 

Ketika cinta Allah muncul di hati ini, mereka yang terhubung dengan cinta Allah, cinta mereka akan datang. Saat itu cinta Nabi (SAW) akan datang, cinta sahabat-sahabat Nabi (SAW) akan datang, cinta Imam Ali RA akan datang di dalam diri seseorang, cinta siapapun akan mendatanginya, dan maka ini adalah cinta yang sangat besar yang dulu mengubah anjing Ashabul Kahfi (sekawanan dari Gua) menjadi Hazrat Qitmir.

 

Sekarang ketika seseorang mencari Allah, maka dia membawa tasbih dan mulai berdzikr, tetapi tujuan akhir adalah untuk membawa Tuhan ke dalam diri. Orang-orang tidak tahu bagaimana cara menyerap Allah ke dalam, mereka menyebut Allah Allah dengan menggunakan tasbih yang menciptakan Nur, tetapi tertinggal di luar. Mereka terus menerus menyebut Allah Allah dengan lidah, Nur itu juga pergi keluar. Sebagian orang menyebut Allah Hu dengan nafas, Nur itu juga keluar, tidak tinggal di dalam.

 

Hingga Allah tidak terserap di dalamnya, tak ada yang akan terjadi.

Sekarang pertanyaannya, bagaimana cara menyerap Allah? Bagaimana cara Allah datang ke dalam diri manusia?

 

Tulis Allah di selembar kertas putih dengan tinta hitam 66 kali sehari dan setelah beberapa hari praktek, kata yang kalian tulis di kertas, kata Allah mulai terbayang-bayang di mata kalian tanpa menulis. Cara kedua adalah menulis Allah dengan tinta kuning di sebuah bolam dan lihatlah itu sebelum tidur. Dan suatu hari kata Allah terbayang di mata. Ketika itu terbayang di mata, maka hentikan menulis atau memandangi, maka kemudian dari mata cobalah untuk membawanya ke dalam hati. Akhirnya apa yang tertulis di kertas suatu hari akan bisa terlihat di dalam hati.

 

Seseorang dengan atribut polisi adalah seorang polisi dan seseorang yang nama Allah tertulis di hati akan menjadi manusia Allah.

 

Ketika Nama Allah telah tertulis di hati, itu akan berdegup/berdetak lebih kencang/menonjol daripada biasanya tik tik. Kemudian sinkronkan Allah Hu dengan detak/tik tik tadi. Satu detak ‘tik’ menyebut Allah dan detak ‘tik’ yang lain menyebut Hu. Melakukan ini berulang-ulang akan mengubah detak jantung menjadi Allah Hu. Sebelum tidur di malam hari, anggap jari kalian adalah pena dan di dalam imajinasi kalian tulislah nama Allah di hati kalian hingga tertidur.

 

Pada tengah malam, malaikat khusus datang ke dunia ini dan menanyai Kiraman Katibin tentang setiap orang tentang apa yang dia laki-laki/perempuan lakukan sebelum tidur? Orang ini tidur setelah salat Isha, mereka akan mendoakannya semoga Allah memelihara kebahagiaannya. Dan orang ini? Dia tidur setelah membaca salawat, mereka berdoa semoga Allah memelihara kebahagiaannya juga. Orang ini? Dia tidur setelah membaca ayat kursi, mereka berkata untuk tetap menghormati ayat kursi dan menjaganya.

 

Kemudian mereka melewati seseorang yang tertidur sambil menyebut Allah Hu. Mereka berkata, “Tenang, bicaranya pelan-pelan, mungkin dia tertidur ketika sedang mengingatNya dan mungkin Allah memberinya pahala sepanjang malam beribadah. Karena niat apapun dari sseorang pada saat tidur, adalah hal yang sama dengan yang akan terjadi di dalam mimpi. Bangun di pagi hari, jangan khawatir tentang wudzu, karena hati tidak memerlukan wudzu dengan air dan tetaplah melakukan menyebut Allah secara tersembunyi (Dzikr Khafi). Sebelum dzikr kalian sesuai dengan detak jantung kalian, itu disebut dzikr tersembunyi dan ketika itu sesuai dengan detak jantung, maka itu disebut meditasi hati (Dzikr Qalb). Sekarang adalah langkah pertama kalian untuk Tarikat.

 

Ketika Allah Allah ini mulai di dalam hati, sekarang kendaraan kalian memulai perjalanan menuju Allah.

 

Lalu itu memerlukan bahan bakar, maka salatlah, puasalah dan kendaraanmu akan tetap bergerak. Kemudian kendaraan ini, orang-orang Tarikat terhubung dengan hati, dan kemudian kendaraan ini akan mencapai tujuannya dimana esensi Allah berada.

 

Kenyataan (Hakikat) dihubungkan dengan Penglihatan. Setelah menerima berkah dari Allah, itu disebut Ma’rifat.

 

Karena dzikr ini panas, dengan menyebut Allah Allah, mungkin kalian akan merasakan semacam rasa panas. Dalam situasi ini, ucapkan salawat dan itu akan mendinginkan. Suatu hari salawat dan Allah Allah akan bersatu dan kalian tidak akan merasakan panas maupun dingin.

 

Sebagian detak jantung orang tidak menonjol. Lalu apa yang harus mereka lakukan?

 

Bhulle Shah berkata, “Kami menenangkan para sahabat kami dengan menari di hadapanNya.”

 

Ini sulit dimengerti kenapa dia berkata begitu. Kemudian beliau berkata, “Pada tahap ini bahkan menari menjadi ibadah.”

 

Bhulle Shah ditanyai atas apa yang dia katakan dan dia menjawab, “Bhulle banyak menari dan detak jantung mulai meningkat, kemudian menyesuaikan Allah Allah dengan itu dan akhirnya Allah senang padaku.”

 

Beliau berkata, “Tujuan Bhulle adalah untuk menenangkan Allah, Allah tidak memandang perbuatan, tidak memandang wajah. Dia hanya memandang apa yang menjadi niat di dalam hati. Aku menari karena tujuanku untuk meningkatkan detak jantungku sehingga aku dapat menyinkronkan Allah Allah dengan itu. Kalian juga, lakukan apapun yang ingin kalian lakukan, olahraga, menari, tempatkan Allah Hu di hati atau kapanpun detak jantungmu meningkat, mulailah untuk menyinkronkan Allah Allah dengan itu.”

 

Banyak orang berkata bahwa tanpa baiat (menyerahkan diri pada wali Allah demi Allah) pertolongan tidak dapat diberikan. Kami juga berpendapat bahwa tanpa uang, kalian tidak dapat membeli mangga, tetapi jika seseorang memberikan sekeranjang penuh mangga, itu adalah berkah dari seseorang. Memang benar bahwa jika tanpa baiat, pertolongan tidak dapat diberikan. Jika di dalam dirimu mulai menyebut Allah Allah tanpa baiat, maka, tentu saja, ini adalah berkah dari seorang pribadi yang luar biasa. Kemudian, baik itu dari Allah maupun dari kekasihNya. Jika pertolongan mulai datang dari mereka, sekarang kamu baiat atau tidak, bukan masalah.

 

Untuk hal ini, siapapun yang ingin mendapat ijin untuk ini, ini bukan baiat. Ini diperintahkan dari Allah dan ini untuk setiap orang. Cobalah praktikkan ini. Dalam lima, tujuh hari, jika Allah berkehendak, Allah Allah akan mulai di dalam kalian.

 

Tidak masalah apakah kalian melakukan baiat atau tidak. Kami tidak akan meminta uang apapun dari kalian maupun untuk sebuah baiat. Setiap orang berpikir bahwa Allah memberkahi. Atas pertanyaan, “Bagaimana denganmu?” Dia laki-laki/perempuan menjawab, “Karena berkah Allah aku punya mobil, sebuah rumah yang besar. Jika ini bukan berkah lalu apa?” Atas pertanyaan orang kedua, “Bagaimana denganmu?” Dia laki-laki/perempuan menjawab, “Allah memberkahiku. Aku dulu orang miskin dan sekarang meraih sebuah status.” Atas pertanyaan kepada orang ketiga, “Bagaimana denganmu?” Dia laki-laki/perempuan menjawab, “Allah memberkahiku karena meskipun aku sudah tua, aku masih sehat.” Jika ini bukan berkah lalu apa?” Kami katakan bahwa jika kalian anggap hal semacam ini sebagai berkah maka orang-orang kafir pun memiliki semua itu. Apa yang Allah berikan pada orang-orang kafir dianugerahkan pada kalian. Jadi apa berkah untuk kalian?

 

Jika kalian benar-benar ingin melihat berkahNya, larutkan diri kalian dalam dzikrNya. Dalam waktu dua, empat, lima atau enam hari, Allah Allah mulai di dalam diri kalian, maka kalian diberkahi dengan berkahNya. Allah berkata, “Kau mengingatKu dan Aku akan mengingatmu.” Hanya orang yang diingatNya yang berada dalam jalinan pertemanan (dengan Allah).

 

Meskipun dengan usaha-usaha tersebut, jika hatimu tidak menerima Allah Allah, maka kalian tidak diberkahiNya sama sekali. Jika kalian diberkahi, Dia pasti telah menerima kalian di dalam mereka yang mengingatNya. Rahasia dibalik pengenalan diri kalian sendiri, “Siapa aku? Berapa banyak berkah Allah untukku? Ini adalah batu ujian. Setelah ini, jika Dia menganugerahkan mobil atau bungalow, maka itu adalah berkah.

 

Barangsiapa ingin mendapatkan ijin atas praktik ini harus menerima dengan cara menirukan saya dan mereka akan dijinkan. Mereka yang tidak ingin mendapatkan ijin, maka mereka duduk diam dan bagi mereka tidak ada ijin.

 

“ALLAH HU ALLAH HU ALLAH HU”

Jika kalian juga berharap mendapat ijin meditasi hati (dzikr Qalb) dari Imam Mahdi Riaz Ahmed Gohar Shahi, metodenya adalah ketika ada Bulan purnama di timur, lihatlah itu dengan konsentrasi, dan ketika kalian melihat wajah Santa Gohar Shahi di sana, katakan Allah Allah Allah (tiga kali), dan kalian akan diberkahi dengan berkah spiritual. Selanjutnya, tanpa rasa takut, mulailah praktik meditasi seperti yang dijelaskan. Percayalah bahwa wajah di bulan itu telah berbicara kepada banyak orang dalam setiap bahasa. Kalian juga dapat mencoba melihat dan berbicara dengan itu.

ATAU

Metode kedua adalah pada saat menonton video (dengan klik di sini) bisa memperoleh ijin meditasi hati (dzikr Qalb) dengan menirukan ALLAH ALLAH ALLAH dengan Santa Riaz Ahmed Gohar Shahi dan kemudian kalian dapat melakukan praktik dzikr tanpa rasa takut.

 

untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi http://www.agamatuhan.com    

   ***********************FINISH***************************
 

 

 

 

 

 

 

 

 

©1999-2011 All Faith Spiritual Movement Intl' admin@theallfaith.com