MASA-MASA ANUGERAH

Koleksi Khotbah Selama Pertemuan-pertemuan dengan Para Pencari Spiritualitas

 Oleh

Santa Riaz Ahmed Gohar Shahi

 Sarfarosh Publications Pakistan

Hak cipta buklet ini dilindungi

  

INDEKS

Pendahuluan

BAB I

1.      Sholawat dan Dzikir yang Dilakukan oleh Hati (Dzikir Qalb)

2.      Pencarian Allah

BAB II

1.      Perbuatan, Iman, dan Cinta Sejati

2.      Pemandu Luar

3.      Tipe Dzikir

4.      Ijin untuk Melakukan Dzikir Qalb

5.      Rumah Ka’bah

6.      Tipe Orang Beribadah

BAB III

1.      Kategori Ibadah

2.      Kesantaan itu Bukan Warisan

3.      Apakah Kesantaan itu?

4.      Bagaimana Cara Memasukkan Cahaya ini?

5.      Jenis Orang

6.      Garansi atas Iman Islam

7.      Berkah Spesial dari Allah

8.      Dzikir dengan Detak Jantung

9.      Dzikir Melenyapkan Kesombongan dan Kekikiran

10.  Berkah Dzikir

11.  Apakah Sholat Cinta Sejati itu?

12.  Cinta dan Cinta Kasih Terhubung dengan Hati

13.  Hasil Berkah Sholawat

BAB IV

1.      Para Pendosa dan Orang Sholeh

2.      Pendidikan Sejati

3.      Setan Nyata

4.      Baiat Luar dan Baiat Dalam

5.      Hasil Berkah Spiritual

6.      Iman yang Tertulis di Hati

7.      Konsentrasi dalam Sholat

8.      Dzakir (orang yang melakukan dzikir) Tidak Dapat Menyimpang dari Jalan Lurus

9.      Siapa yang Allah Kehendaki

10.  Dzikir “Allah Allah” di dalam Tubuh

11.  Perlindungan kepada Dzakir

12.  50 Ribu dan 100 Ribu Kali Pahala

13.  Nama Allah Mengontrol Segalanya

14.  Monastisisme (Kerahiban) dalam Cara Hidup Nabi Muhammad (SAW)

15.  Santa Tertentu, Santa Biasa dan Santa Sempurna

16.  Baiat oleh Santa Biasa dan Baiat oleh Santa Sempurna

 

 

Dengan Nama Allah, Maha Pengasih, Maha Penyayang

 

Pendahuluan

Semua penghormatan kepada Allah yang Maha Besar karena telah merahmati kita dengan seorang pribadi yang hebat layaknya pemandu sejati, Sayiddina Riaz Ahmed gohar Shahi yang visi perbaikannya telah membawa revolusi spiritual dalam hidup ribuan pemuda seperti kita. Mereka yang hatinya sibuk mengingat Allah sepanjang waktu, benar-benar orang beruntung, karena ini merupakan kesenangan yang paling berharga di dunia dan akhirat dan pada kenyataannya ini bukan hanya alat untuk pertolongan kita, tetapi juga sebuah sumber pengenalan akan Tuhan. Karena dzikir ini, seseorang dianugerahi posisi tinggi seperti Fana Fi (dalam meditasi) Sheikh, Fana Fil Ghous, Fana Fir Rasul, dan Fana Fi Allah

Setiap anggota organisasi tetap bersemangat mendengarkan kata-kata suci Santa Gohar Shahi. Sebuah usaha telah dibuat untuk menuliskan pidato-pidato Santa Gohar Shahi yang diselenggarakan oleh para pencari kebenaran di berbagai konferensi dan pertemuan-pertemuan spiritual. Semoga Allah memberikan pahala yang berlimpah bagi mereka yang telah membantu dalam menghimpun buku ini. Organisasi menyampaikan banyak terimakasih untuk mereka. Sebelum ini, Tohfatul Majelis terdiri dari empat bagian yang telah disusun bersama dalam bentuk buku ini. Diharapkan bahwa para pencari kebenaran pada khususnya, dan orang biasa pada umumnya, akan sepenuhnya  mendapatkan manfaat dari tulisan-tulisan spiritual ini. Kami berdoa kepada Allah yang Maha Kuasa untuk menerima usaha kita dalam himpunan Tohfatul Majelis (amin)!

 

Ketua,

Sarfarosh Publications Pakistan

 

BAB I

 

1. Sholawat dan Dzikir Qalb

Dikisahkan tentang para sahabat Nabi SAW, “Kapanpun kami menghadapi situasi sulit, kami biasa menyebut sholawat.” Apa yang mereka lakukan sebelum itu? Sebelum itu mereka menyebut “Allah Allah” sepanjang waktu. Jika mereka mendapat halangan dalam penyebutan ini, mereka akan menyebut sholawat hingga halangan itu pergi.

Sekarang orang meminta sholawat untuk dilakukan melalui hati. Pada awalnya ini tidak mungkin melakukan itu karena detak jantung berbunyi ‘tik tik’. Bagaimana seseorang melakukan sholawat dengan bunyi tik? Dengan bunyi tik ini, seseorang hanya bisa menyebut “Allah Allah” yang artinya bahwa ketika detak jantung, bersamaan dengan bunyi tik, berkata “Allah Allah”, orang akan berhasil. Pada gilirannya, beberapa bunyi tik bersamaan akan berbunyi “La Ilaha Illallah” (tidak ada Tuhan selain Allah). Dengan cara yang sama, banyak bunyi bersama-sama nantinya akan menyebut “La Ilaha Illallah Muhammadur Rasulullah.” Kemudian itu akan dikatakan bahwa orang itu telah menjadi Muslim dari hati. Setelah itu ketika orang tersebut sholat, ini akan disebut sholat dengan hati. Ketika anda menyebut sholawat, itu juga akan disebut oleh hati pada saat yang sama dan barulah kemudian anda akan dapat mengenali berkah sesungguhnya dari sholawat. Mereka yang berdzikir Qalb, ketika menyebut sholawat, hati mereka juga mulai untuk menyebut hal yang sama. Ketika mereka membaca sebuah puisi untuk menyanjung Nabi Suci (SAW), hati mereka juga menyanjung hal yang sama. Ketika orang-orang itu tidur di malam hari, hati mereka menyebut na’at, sholawat atau Allah Hu kadang-kadang. Pada saat bangun, ketika diberitahu oleh anggota keluarga mereka bahwa mereka telah menyebut na’at atau sholawat atau Allah Hu, mereka akan berkata, “Aku tertidur, aku tidak tahu apa-apa (yang terjadi).”

 

2. Pencarian Allah

Sekarang ini orang-orang tidak mencoba untuk mencari Tuhan mereka. Sholat dilakukan untuk suatu kerakusan dan tujuan-tujuan tertentu, sholawat dan dzikir dilakukan demi promosi bisnis atau obat dari sakit (sholat juga dikatakan demi masuk surga). Tak ada kegiatan ditujukan untuk menemukan Tuhan. Jika ada usaha dibuat untuk mencari Tuhan, Tuhan tentu saja akan ditemukan.

Hazrat Bayazid Bastami (RA) ditanyai Allah, “Oh Bayazid, apakah semua usaha dan kebaikanmu demi surga?” Beliau menjawab, “Saya tidak rakus.” Tuhan berkata, “Apakah semua ini demi selamat dari neraka?” Beliau menjawab, “Neraka adalah tempat bagi atheis dan saya bukan atheis.” Tuhan bertanya sekali lagi, “Apakah kamu lakukan semua ini untuk tujuan mendapatkan posisi yang tinggi dan kegembiraan?” Kali ini beliau menjawab, “Posisi tinggi dan status adalah tempat para malaikat, dan saya bukan malaikat.” Tuhan kemudian bertanya, “Untuk apa, setelah semua ini, kamu melakukan semua kebaikanmu?” Beliau berkata, “Oh, Tuhanku, saya lakukan segalanya demi Anda.” Tuhan menjawab, “Jika kamu tidak mendapatkanKu, lalu? Hazrat Bayazid dengan kerendahan hati berkata, “Jika saya tidak mendapatkan Engkau, maka hidup saya tidak berguna.” Setelah mengatakan ini, Bayazid menarik nafas panjang dan meninggal.

Bahkan seorang anak kecil tahu bahwa sholat tidak berguna jika hati rusak. Bukan begitu? Ketika otak seseorang tidak berfungsi, dan anda menempatkan orang tersebut untuk belajar Quran suci dengan hati, dia tidak akan dapat mengingat Buku suci tersebut meskipun diulang-ulang. Pada akhirnya, anda akan terbatas untuk mengatakan bahwa dia akan dapat mengingat hanya setelah terapi otaknya.

Dengan cara yang sama, dalam hubungan ibadah dengan hati, jika hati itu rusak, maka ibadah juga akan tidak baik, yang artinya bahwa penyucian hati itu penting untuk ibadah sejati. Saat sholat kita membaca kata-kata bercahaya (Quran) dari lidah kita. Kita berkata, “Qul Hu Allahu Ahad”, tetapi hati yang kita miliki berpikir tentang ketiadaan beras di rumah kita.

Dalam semua sholat, dimanapun anda mengalihkan perhatian anda, cahaya dialihkan dengan cara itu dan urusan duniawi kita meningkat. Tidak tahu fakta, kita bahagia dan mengira bahwa sholat kita diterima, sementara itu sholat-sholat itu ditujukan untuk bisnis - dan inilah tingkat urusan kita. Anda jadi bersekte Deobandi yang mengklaim bahwa saat sholat konsentrasi mereka tidak terganggu oleh hal-hal duniawi. Pengikut Deobandi berkonsentrasi pada langit supaya mencapai Tuhan. Tidak diragukan dia sukses dalam upaya ini karena niatnya tidak teralih ke kebutuhan sehari-hari, melainkan difokuskan pada Allah. Seorang laki-laki malang tidak tahu dimana Tuhan berada. Bahkan para malaikat tidak memiliki akses, maka bagaimana pikirannya bisa mencapai sana? Itu artinya bahwa sholatnya orang itu berputar-putar di ruang angkasa. Orang yang sebelumnya namun demikian lebih baik daripada yang sesudahnya karena paling tidak bisnisnya meningkat.

Lalu bagaimana cara mendapatkan akses kepada Allah? Sholat adalah untuk Tuhan, tetapi anda mempersembahkan sholat untuk bisnis dan membiarkan itu mengapung di ruang angkasa. Sekarang mari kita lihat bagaimana cara mendapatkan akses kepada Allah.

Untuk mendapatkannya, pertama-tama anda harus menyerap nama Allah. Anda menyebut nama Allah ini dan menempatkannya dengan kuat di hati anda. Ketika anda sholat, anda menempatkan nama Allah di hati anda melalui penglihatan anda. Sholat semacam itu adalah benar-benar untuk Allah dan meraih langit tertinggi (Arsy Mualla) menuju Baitul Makmur dan dari Baitul Makmur, meraih Allah. Untuk belajar dan melakukan sholat semacam itu, anda pertama-tama harus belajar berdzikir “Allah Allah”.

Pernah seseorang ingin menemukan Tuhan. Dia beribadah untuk tujuan ini di rumah selama lima, enam tahun. Wajahnya menjadi terang dan dia berkata bahwa “Orang-orang mulai menyebutku santa/wali sementara dari dalam aku masih gelap. Dengan pikiran itu, mungkin aku dapat menemukan Tuhan di Masjid; aku terus beribadah di rumah dan ketika pergi ke Masjid dimana aku telah melewatkan lima, enam tahun berikutnya dan terus beribadah. Tetapi ketika aku melihat ke dalam diriku, aku temui kosong. Karena menjadi pecinta sejati, aku kemudian berpikir untuk kemungkinan menemukan Tuhan di sungai. Jadi aku mulai mencari ke sungai-sungai, dan menghabiskan lima, enam tahun di sana. Setelah itu ketika aku melihat ke dalam diriku, masih tidak ada apa-apanya. Aku kemudian bertanya pada diriku sendiri dimana aku dapat menemukan Tuhan. Sekarang aku mengingat bahwa Musa (AS) menemukan Tuhan di gunung Tur. Jadi, mungkin aku juga bisa mendapatkanNya di gunung yang sama. Jadi aku pergi ke sana dan menghabiskan lima, enam tahun lagi, tapi meskipun semua itu telah kulakukan, aku masih tidak menemukan jejak Tuhan.”

Pada akhirnya datang saat kematian dan dia menyesal atas dirinya sendiri karena dia telah meninggalkan rumah dan keluarganya, harus makan lumpur dan dedaunan, tetapi tidak dapat menemukan Allah. Dia benar-benar tidak tahu dimana untuk menemukan Allah. Dia kemudian mendengar sebuah suara yang berkata, “Hai bodoh, Aku ada di rumahmu.” Laki-laki itu bertanya, “Lalu di sudut mana Engkau telah berada oh Allah” suara itu menjawab, “Aku di dalam hatimu. Jika tetap berada di rumah, kamu mengingatKu melalui kedalaman hatimu, kamu dapat menemukanku.”

 

Hadits tentang munculnya pengetahuan iman:

“Luasnya Bumi dan langit tidak dapat membatasiKu di dalamnya, tetapi Aku ada di dalam hati hambaKu yang setia.” (Hadits Qudsi)

 

Lalu, apakah hati itu? Tuhan terkait hati itu. Sebagai rumah Allah, Khana Ka’bah adalah imitasi dari Baitul Makmur. Dengan cara yang sama, hati anda adalah seperti langit tertinggi. Orang-orang menganggap bahwa hati itu harus sangat dimuliakan. Hati hanya akan dimuliakan jika Allah tinggal di sana dan orang tersebut terlibat dalam pengucapan berulang-ulang “Allah Allah”. Arsy Mualla bergetar atas penyebutan “Allah Allah” ini dan malaikat bertanya, “Oh, Tuhan semesta alam, apa yang sedang terjadi?” Tuhan menjawab, “Orang itu sedang tidur tetapi hatinya sedang menyebut ‘Allah Allah’ dan suara ini menyebabkan langit tertinggi bergetar.” Para malaikat berharap mereka juga adalah manusia dengan hati semacam itu.

Sekarang anda mempraktikan ibadah, sholawat, dan dzikir selama jangka waktu maksimal 50, 60, atau 100 tahun. Tetapi bagaimana anda dapat mengungguli para malaikat yang telah beribadah ribuan tahun? Sebagian jin adalah jin sahabat, yaitu mereka melakukan baiat dengan Nabi Muhammad (SAW) dan masih di sana dengan satu perbedaan bahwa jiwa-jwa malang ini tidak memiliki hati, sementara anda punya.

Allah telah merancang tujuh langit/surga untuk anda dan menempatkan tujuh makhluk (tubuh spiritual) di dalam anda. Anda hanya tahu pada tingkatan bahwa anda memiliki satu ruh/jiwa di dalam anda, sementara itu tidak hanya satu, melainkan ada tujuh ruh/jiwa/tubuh spiritual di dalam anda, yang terkunci di dalam telur-telur yang diliputi oleh lapisan-lapisan. Ketika salah satu makhluk tersebut terhubung ibadah dengan hati, maka itu layak untuk surga abadi (Malakut). Ibadah dengan jiwa dapat memenangkan surga berikutnya yaitu Darus Salam. Ibadah intrinsik akan membuat anda layak pada surga berikutnya dan seterusnya. Dengan cara yang sama, sebuah Latifah (tubuh spiritual) yang bercahaya, Ana, hadir di dalam otak, ketika ibadah melalui ini, anda akan layak untuk surga Firdaus. Banyak jin sholeh telah melakukan baiat pada tangan suci Nabi Muhammad (SAW), tetapi mereka tidak memiliki hati. Oleh sebab itu, mereka tidak dapat berada di surga, tetapi mereka akan diberi tempat-tempat di luar surga. Mereka hanya akan dapat berkunjung ke surga, tetapi mereka manusia yang meskipun memiliki hati tidak mempergunakan hati mereka dengan benar, Quran berkata tentang mereka, “Mereka seperti binatang ternak, bahkan lebih buruk. (Al A’raaf 179)

Ini memungkinkan bahwa Muslim yang memiliki iman, yang mencintai Nabi Suci (SAW) mendapatkan pertolongan atas dosa-dosanya, tetapi dia tidak akan sederajat di surga dengan mereka yang telah melakukan ibadah melalui Lataif (tubuh-tubuh spiritual). Orang-orang terdahulu pasti akan terselamatkan dari neraka, tetapi di surga mereka akan hidup sebagai pelayan orang-orang sholeh. Pada saat semacam itu, banyak orang akan menyesal menyadari bahwa mereka pun memiliki potensi, tetapi tidak dapat menggunakannya.

Pikiran manusia diliputi oleh selubung. Jika anda diminta untuk pergi ke Muri (bukit di dekat ibukota Pakistan) selama sebulan, pertama-tama anda akan bertanya tentang cuaca di sana. Kemudian anda akan membeli jaket, menganggarkan uang dan semua keperluan lainnya yang terkait sehingga anda tidak akan menghadapi kesulitan di Muri. Bayangkan, hanya selama sebulan dan begitu banyak persiapan! Kematian, saat yang anda tidak tahu, mungkin dalam waktu dekat, mungkin besok, lalu mengapa anda tidak melakukan persiapan untuk kehidupan setelah mati? Apa alasan untuk kehilangan (persiapan) ini? Alasannya adalah selubung yang diselimutkan oleh setan di pikiran anda. Jadi, bagaimana cara menyibaknya? Itu tersibak ketika seseorang meninggal. Ketika malaikat Izrail mendekati orang mati, setan menyingkap selubung itu. Pada saat itu orang tersebut berharap bahwa dia mungkin mendapatkan kesempatan untuk melakukan sesuatu, tetapi pada saat itu ketika malaikat maut telah tiba, tidak ada kesempatan lagi. Menurut sebuah Hadits: “Mati sebelum anda mati.”

Pertama-tama dzikir oleh hati (Qalb), kemudian oleh jiwa (Ruh), dan dengan cara ini semua Lataif pergi (ke langit). Ketika seseorang menyebut Latifah Ana (tubuh spiritual yang terletak di otak) atau berdzikir “Allah Hu”, panasnya akan merobek selubung itu dan setelah itu robek, anda akan tahu bahkan sebelum kematian anda, apa tujuan hidup anda di dunia. Pada saat ini orang-orang akan memanggil anda gila, tetapi anda akan menyebut orang-orang tersebut gila. Jadi, dengan cara ini, orang-orang memahami tujuan dari kedatangannya ke dunia ini.

 

Ketika Allah di surga dulu menaruh (langsung) jiwa-jiwa ke surga atau neraka, maka jiwa-jiwa yang sudah dimasukkan neraka akan berkeberatan dan bertanya,

“Oh Tuhan, apa kesalahanku?”

 

Untuk memuaskan atas rasa keberatan ini, Allah meletakkan jiwa-jiwa tersebut ke dalam tubuh dan karena keputusan untuk dimasukkan surga atau neraka didasarkan atas perbuatan mereka, maka mereka dikirim ke dunia ini.

 

Lalu Allah akan berkata kepada mereka, “Kamu dikirim ke dunia untuk beberapa tahun, jadi katakan padaKu apa yang telah kau pelajari di sana. Kamu melupakanKu sekaligus tenggelam dalam urusan duniawi.”

 

Kemudian dunia kiamat. Kehidupan nyata akan mulai setelah kematian dan akan abadi. Total hidup anda adalah 50, 60 atau 100 tahun. Jika anda sia-siakan tahun-tahun ini, anda sia-siakan, katakanlah, seluruh hidup anda. Jadi, sholatlah, bersholawat, dan dzikir, tetapi demi untuk Allah saja! Tetapi ini adalah fakta menyedihkan bahwa anda lakukan itu demi pencapaian-pencapaian duniawi. Anda mengharapkan promosi bisnis anda, sembuh dari sakit, sehingga semua kebutuhan anda terpuaskan. Semua ini untuk dunia dan akan tertinggal di dunia. Anda akan memasuki akhirat dengan tangan kosong. Kedatangan anda ke dunia adalah untuk berbisnis sesuatu yang dapat terkumpul untuk akhirat. Santa Abdul Qadir Jailani (RA) pernah berkata,

 

“Dunia adalah pasar.

Jadi, berjual belilah sesuatu yang akan memberimu keuntungan di akhirat.”

 

Quran suci berkata:

“Orang harus memperhatikan apa yang dia kirim untuk hari esok (akhirat).”

(Al Hashr 18)

 

Anda menganggap urusan dunia begitu penting sehingga ketika anda diminta untuk berdoa, anda katakan bahwa anda tidak punya waktu luang, sementara itu anda telah dikirim ke dunia untuk ibadah. Di dalam Quran suci, Allah berkata,

 

“Dan aku menciptakan jin dan manusia sehingga mereka akan beribadah padaKu.”

(Adz Dzaariyaat 56)

 

Anda membantah bahwa, “Malaikat ada untuk ibadah (terus menerus). Dan kami berurusan duniawi hanya sekedar untuk perut kami (untuk hidup).” Apa yang ada di perut anda? Itu adalah hasrat anda. Itu adalah setan. Ini artinya itu untuk setan, kita sibuk siang dan malam, dan untuk sang Pemberi Berkah, Allah, kita benar-benar tidak melakukan apapun.

Jika anda berharap bahwa anda akan memenangkan cinta untuk Allah dan Nabi (SAW), maka anda harus melakukan penyebutan “Allah Allah”. Percayalah pada saya bahwa jika anda mengingat selama 40 hari seseorang yang tinggal di London, akan ada getaran di hatinya dan dia akan menulis pada anda (menghubungi) karena ada hubungan antar hati. Jika anda mengingat Allah dengan hati yang tulus selama 40 hari, akan ada getaran di sisiNya juga dan Dia akan bertanya, “Siapa orang ini yang mengingatku sepanjang waktu?” Itulah mengapa Dia berkata,

 

“Kau mengingatKu, Aku akan mengingatMu.” (Al Baqarah 152)

 

Lakukan ibadah dengan hati anda, sekurang-kurangnya. Ibadah semacam itu adalah sesungguhnya baik. Kemudian ada seseorang yang sekalinya terlibat dalam ibadah tetapi semakin dia beribadah, semakin gelap hatinya. Ibadah semacam itu tidak berguna. Ibadah jenis ini dilakukan oleh setan juga. Orang mengira bahwa dengan ibadah, seseorang menemukan Tuhan. Jika itu benar, maka setiap orang akan menemukanNya. Tuhan dapat ditemukan tidak melalui ibadah, melainkan melalui hati. Ibadah hanya sebuah cara untuk menyucikan hati. Ibadah ini mengubah perhatian orang menuju hati sehingga penyucian hati terjadi. Itulah mengapa di dalam sebuah Hadits dikatakan,

 

“Allah berkata, Aku tidak melihat wajah dan perbuatan, melainkan niat dan hati.

 

Ketika hati itu bersih/suci, maka niat juga akan suci dan ketika Pandangan berkah Allah jatuh pada hati semacam itu, anda harus paham bahwa anda menemukan Allah.

Dzikir Allah Allah sepanjang waktu akan menimbulkan cinta untuk Nama ini. Pada gilirannya cinta ini akan berubah menjadi cinta kasih. Setelah tingkatan semacam itu, bahkan jika anda terikat dengan tali dan ditarik, anda akan berseru, “Aku akan katakan Allah Hu Allah Hu.” Sebagian orang terikat di rumah mereka, tetapi mereka masih tidak menahan diri dari menyebut Allah Hu, terkait dengan hasrat mereka untuk Tuhan. Para sahabat Rasulullah (SAW) diikat dengan tali dan diseret di atas pasir yang panas, tetapi mereka masih tidak beralih dari hasrat pada Allah. Jadi, ketika anda memiliki hasrat pada Allah, itu artinya anda memiliki hasrat terhadap Nabi Muhammad (SAW) juga. Dengan kata lain, menyebut Allah Hu menimbulkan hasrat terhadap Allah, dan prestasi ini menimbulkan hasrat terhadap Nabi (SAW) juga. Puisi-puisi pujian terhadap Nabi (SAW) (na’at) diucapkan demi hasrat terhadap Nabi (SAW) dan hasrat itu pun tercipta. Segera sesudah cinta pada Nabi (SAW) diraih, maka cinta Tuhan juga ada. Singkatnya, ini adalah cara-cara untuk memenangkan cinta dan hasrat pada Allah dan nabiNya (SAW). Jika seseorang tidak menyebut Allah Hu maupun bersholawat maupun na’at, maka bagaimana orang ini menciptakan hasrat pada Allah dan nabi tercintaNya? Apa yang orang tersebut lakukan, adalah sekedar melewati waktu. Di dalam Hadits itu dinyatakan,

 

“Dari semua kewajiban, yang terpenting adalah berdzikir.” (Kulliyatul Tauhid)

 

Para ulama yang dihormati menyatakan penekanan besar untuk sholat, tetapi sebenarnya lebih ditekankan daripada sholat adalah dzikir (mengingat Tuhan). Perintah untuk mengingat Tuhan (dzikir) adalah semacam tingkatan hebat yang meskipun melakukan transaksi bisnis, orang jangan mengabaikan pengingatan ini. Allah Maha Kuasa berkata,

 

“Mereka yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau berbaring.”

(Ali Imran 191)

 

Pikirkan saja sekarang, bagaimana empatiknya perintah tersebut yang telah kita tinggalkan. Apakah ini perintah di luar Quran? Menurut sebuah Hadits, Nabi (SAW) berkata, “Aku tidur, hatiku tidak.”

Mengapa kemudian kita tidak tertarik untuk pengingatan ini? Mengingat Allah ini adalah pembunuh diri/Nafs yang birahi. Anda sholat, melakukan ibadah tetapi diri anda di dalam anda, itulah mengapa penyuciannya tidak terjadi. Anda sedang berusaha untuk apa yang ada di luar, tetapi diri anda tinggal di dalam. Ketika dzikir anda mencapai diri anda, barulah kemudian itu akan tersucikan dan itu kemudian akan menjadi Muslim. Ini adalah diri anda sendiri yang menahan anda dari mengingat Allah. Itu (diri) menginspirasi anda untuk memperhatikan hal-hal yang dangkal dan melarang anda untuk memperhatikan apa yang ada di dalam anda. Sehingga diri itu menjauhkan anda dari pengingatan sejati dan sebagai hasilnya diri itu menjadi sehat dan kuat, dan setelah beberapa waktu akan memenuhi anda.

Ketika makhluk-makhluk tersembunyi (ghaib) datang, mereka melihat kita. Kita terlihat di hadapan orang sebagai manusia, tetapi makhluk-makhluk itu melihat dan mengenali kita menurut diri/Nafs kita. Para malaikat yang datang dari langit tidak melihat tubuh kita, melainkan diri kita. Manusia akan tampak di hadapan mereka dengan wajah yang muncul dari hatinya. Ada sebuah cerita bahwa pada masa Shah Abdul Aziz (RA), seorang perempuan biasa berjalan-jalan telanjang. Kalifah beliau menanyai beliau, “Perempuan ini selalu berjalan-jalan telanjang, tetapi mengapa ketika melihat anda, dia bersembunyi ke sudut, padahal anda itu sudah tua dan mulia?” Beliau menjawab, “Ini adalah sebuah rahasia.” Beliau memberi kalifahnya sebuah cincin dan menasehati beliau (kalifah) untuk memakai itu di jarinya ketika perempuan itu datang. Ketika perempuan itu datang, kalifah memakai cincin itu. Di samping beliau, dan di belakang, beliau melihat keledai, anjing, beruang dan kera. Ketika melihat beliau sendiri, beliau mendapati diri beliau adalah seekor kambing. Hanya perempuan itu dan Shah Abdul Aziz (RA) yang terlihat sebagai manusia. Untuk ini Shah Abdul Aziz (RA) berkata, “Perempuan itu berkata: Saya menjumpai mereka semua adalah binatang, jadi buat apa saya harus menutupi diri saya (memakai baju). Anda terlihat bagi saya adalah manusia, itulah mengapa saya bersembunyi saat melihat anda.”

Santa Rabia Basri (RA) memberikan sehelai rambut dari kepala beliau kepada pelayan beliau dan meminta dia untuk membawakan beliau minyak dari seorang manusia yang akan terlihat melalui lingkaran rambut itu. Pelayan itu mengeluyur sepanjang hari, tetapi tidak dapat menemukan manusia, karena dia melihat wajah-wajah anjing dan keledai dll. Setelah melalui banyak kesulitan, akhirnya dia melihat seorang manusia yang darinya dia mendapatkan minyak. Dengan cara yang sama, ketika para malaikat datang ke dunia, kita tidak tahu apa yang kita lakukan pada saat itu. Mungkin kita sedang membaca Quran, tetapi kita tidak tahu apa yang nampak bagi mereka. Sebagian orang membaca Quran suci sementara itu Quran mengutuk mereka. Jika diri/Nafs kita adalah anjing-anjing, maka kita rendah, meskipun kita mungkin terlihat tulus luarnya, tetapi di dalam kita tidak bersih. Dalam kondisi semacam itu, ketika kita menyentuh Quran suci, kita tidak bersih.

Mujaddad Sahib (RA) menasehati bahwa seorang pemula seharusnya memulai dengan mengingat Allah dan sehingga menyucikan hatinya. Beliau lebih lanjut mengatakan bahwa ketika orang tersebut menjelang mati, dan dirinya tersucikan, maka dia harus membaca Quran suci. Kita bertindak sebaliknya akan hal ini. Itulah mengapa orang-orang mengeluh, “Ketika kami membaca Quran suci, kami merasa pusing dan kami tidak dapat melihat tulisan dengan jelas dan merasa malu.” Ini artinya bahwa Quran tidak ingin orang itu membacanya. Jadi hal pertama dan mendasar adalah pengingatan dan pikiran. Pada awalnya para ibu biasa menjadi pembaca Quran suci dan melakukan dzikir, dan anak-anak mereka di dalam rahim akan mendengar suara Allah Hu. Setelah kelahiran, anak-anak ini akan tertidur dengan Allah Hu oleh ibu mereka. Setelah agak besar, anak itu akan perhatian pada perkumpulan dimana ada dzikir Allah. Jadi pada saat dia mampu untuk sholat, diri/Nafs nya akan menjadi tersucikan dan anak-anak semacam itu bahkan akan menjadi para santa.

Elemen pertama dari keimanan kita adalah dzikir, yaitu pernyataan ketauhidan Tuhan. Kita mengaku bahwa pernyataan ini adalah elemen pertama, dasar, tentang ini, hal itu disebut di dalam Hadits bahwa pernyataan ketauhidan ini adalah yang paling dimuliakan dari semua doa.

 

Yang paling mulia dari semua dzikir adalah

La Ilaha Illallah Muhammad Rasul Allah.” (Tirmizi Sharif)

 

Dan tentang dzikir, itu disebutkan dalam Quran suci bahwa,

Ingatlah Allah pada saat berdiri, duduk, dan berbaring.”

(An Nisaa 103)

 

Ini adalah yang pertama dan elemen dasar yang kita tinggalkan. Mengabaikan dasar-dasar itu, kita sedang membangun rumah. Ketika kita mengesampingkan dasar-dasar itu, bagaimana rumah akan terbangun? Dan, ketika tidak ada rumah terbangun, maka orang-orang menjadi Mirzai, Deobandi, Qadiyani, ahli Hadits dan Tuhan tahu apa yang lainnya. Jika rumah itu terbangun, maka bagaimana orang akan terbagi menjadi sekte-sekte lain? Oleh karena itu, pertama-tama, anda harus menguatkan fondasi anda yang bisa ditempuh melalui mengingat Allah saja.

Sarkar Sahib kita (Santa Riaz Ahmed Gohar Shahi) berkata, “Saya juga sangat gemar mencari Tuhan dan dalam pencarian ini, pada suatu hari saya sedang membaca Quran suci di tempat suci Baba Gohar Ali Shah (RA) (salah satu leluhur Santa Gohar Shahi yang tempat suci beliau dibangun di Dhok Gohar Shah, Hujar Khan dan Bakra Mandi, Rawalpindi). “Saya hanya tahu bahwa penyebutan itu artinya untuk menemukan Tuhan. Sementara itu seorang fakir yang memakai gaun panjang datang ke sana dan bertanya, Apakah kamu sedang mengunyah kacang? Saya merasa sangat marah ketika saya sedang membaca Quran suci dan laki-laki ini sedang bertanya apakah saya sedang mengunyah kacang. Saya tidak memperdulikan itu dan tetap sibuk dengan apa yang sedang saya lakukan, karena mengira bahwa orang tersebut mungkin adalah setan. Setelah waktu yang lama saya pergi ke hutan Lal Bagh dan tetap sibuk dalam Allah Hu. Kemudian suatu waktu tiba, ketika hati saya juga menyebut (Allah) pada saat lidah saya melakukan (dzikir Allah). Pada suatu pagi saya sedang menyebut dengan lidah dan hati juga sedang menyebut bersamaan dengan itu. Pada saat itu, santa yang sama, yang saya lihat, sepuluh atau duabelas tahun lalu, datang ke sana dan berkata, Sekarang kamu sedang melakukan pembacaan (Quran) yang benar.’ ” Jadi, ini tidak benar-benar sulit. Anda harus memiliki hasrat untuk mendapatkannya dan hasrat tersebut harus nyata. Dengan hasrat yang sungguh-sungguh, tidak mungkin Allah tidak menunjukkan anda jalan lurus. Tetaplah dengan hasrat sungguh-sungguh anda dan tinggalkan urusan duniawi.

Sebagian orang Afrika memberitahu kami, “Sekelompok Muslim mendatangi kami dan memberitahu kami hal-hal tertentu dari Quran dan Hadits dan orang-orang dari kota kami menjadi Muslim. Salah satu dari kami juga diajari menjadi imam sholat. Sholat, puasa dan segala sesuatunya diajarkan dan kami mulai sholat, membaca Quran dst. Setelah setahun atau lebih, kami tahu bahwa kelompok Muslim lain telah datang ke sana. Kelompok ini setelah kedatangan mereka, pertama-tama menanyai kami, apa tipe Muslim kami. Kami menjawab bahwa Muslim ya Muslim. Mereka bertanya sekte Muslim apa kami. Kami memberitahu mereka bahwa kami hanya tahu kami adalah Muslim Ahmadi. Untuk ini, mereka berkata, “Maka kamu adalah non Muslim, karena di dalam Islam, orang-orang Ahmadi telah menyatakan sebagai non Muslim.” Mereka menyampaikan ceramah setelah separuh dari kami telah menjadi Muslim seperti anda. Kemudian kami menjadi benar-benar Muslim. Oleh sebab itu, ada dua sekte dengan Masjid yang berbeda. Setelah waktu lama kami tahu bahwa sebagian pendeta Muslim berkunjung ke sana lagi. Mereka mengunjungi Masjid-Masjid dan menanyakan tentang status agama mereka. Salah satu kelompok mengatakan bahwa mereka Muslim Ahmadi, sementara yang lain mengaku sebagai Deobandi. Kedua grup tersebut diberitahu bahwa mereka kafir, karena Alaa Hazrat (Imam Ahmed Raza Khan Barelvi) juga menyatakan mereka sebagai orang kafir. Mereka kemudian berkata bahwa mereka sekali lagi kembali ke iman Kristen karena mereka tidak tahu kelompok Muslim yang mana yang benar. Usaha-usaha dari sekte pertama sia-sia dan juga yang kedua dan ketiga. Dan sejumlah orang masih tidak tahu siapa Muslim sejati. Semua sekte puas dengan keyakinan mereka sendiri dan pikiran bahwa mereka adalah yang benar dan selain mereka adalah sesat. Pergilah berdialog dengan mereka. Anda akan menghabiskan seluruh hidup anda dalam perdebatan ini, dan masih belum ada yang menyerah, baik mereka maupun anda.

Kami dalam keperluan jalan lurus sekaligus iman, dan kami tidak tahu manakah dari 72 atau 73 sekte yang merupakan Muslim sejati.

1.      Tipe pertama orang adalah mereka yang luar dan dalamnya tidak sempurna. Mereka tidak sholat dan puasa secara nyata, hati mereka juga tidak menyebut Allah Hu. Quran suci menyatakan orang-orang semacam itu seperti binatang ternak, bahkan lebih buruk. Anak siapapun mereka, mereka tidak berada di jalan lurus.

2.      Tipe kedua orang adalah mereka yang luarnya buruk, tetapi dalamnya bagus. Mereka mungkin tidak sholat dan puasa, tetapi hati mereka menyebut “Allah Allah”. Orang-orang ini disebut “orang-orang yang terserap (Majzub)”. Memang mereka gila, tetapi jika kita menjadi seperti mereka, kita akan menjadi munafik. Jika kita menjadi munafik, kita akan terlibat dalam bid’ah. Silsilah ini tidak berlanjut, tidak pula jalan lurus.

3.      Tipe ketiga orang adalah mereka yang luarnya baik, tetapi dalamnya keliru. Mereka adalah para ulama yang secara jelas memiliki banyak pengetahuan. Mereka memanjangkan jenggot, sholat, puasa, membaca Quran, berdzikir dan berdoa dll, tetapi dalam mereka gelap. Mereka pun tidak berada di jalan lurus. Jalan lurus adalah yang mana lidah seseorang sholat dan puasa dan hati juga menyebut “Allah Allah”.

Bagaimana hati ini berkata Allah Hu? Ini hanya sekedar segumpal daging. Orang-orang kebanyakan bertanya, bagaimana segumpal daging dapat menyebut “Allah Allah”. Pertanyaan semacam itu muncul terkait dengan kurangnya pengetahuan. Pada kenyataannya, di dalam tubuh kita ada tujuh makhluk lain dan kita hanya tahu salah satunya yaitu ‘jiwa’. Sisanya enam yang terkunci di dalam telur-telur, kita tidak tahu tentang itu. Pada malam hari saat tidur anda bermimpi dan mendapati diri anda di suatu tempat yang lain. Itu artinya bahwa di dalam anda, ada sesuatu tersembunyi, dan bahwa itu bukan jiwa, karena jika jiwa meninggalkan tubuh anda, anda akan mati. Jadi, itu adalah makhluk yang tersembunyi di dalam telur-telur. Telur-telur itu terbungkus dalam kulit zannaar. Santa Sultan Bahu berkata,

“Setan telah membungkus satu lac seperempat (125ribu) lapisan yang menyelimuti hati anda, bahkan lebih dari itu. Jadi seseorang yang belum pernah melihat telur ayam dan anda memberitahu dia bahwa telur ini akan berkeciap atau itu akan terbang ke udara, orang itu tidak akan percaya anda dan membantah bahwa telur ini tidak dapat melakukan hal itu, karena itu tidak punya kaki dan mulut, dan tidak bergerak, lalu bagaimana itu dapat terbang atau berkeciap. Dengan cara yang sama, di dalam kita, sebutir telur yang terbungkus dibalik segumpal daging. Itu juga tidak bergerak, hanya diam saja. Telur ayam begitu kuat sehingga itu dapat bertahan bahkan meskipun tidak disuplai dengan panas selama 40 hari. Dan hati begitu kuat sehingga itu dapat bertahan bahkan jika itu tidak mendapat panas selama 40 hari. Sebutir telur memerlukan kehangatan secara fisik, maka seekor anak ayam muncul dari itu. Sebuah hati memerlukan kehangatan Allah Hu. Mereka yang menyebut pada nama Allah Hu, pada kenyataannya, memberi hati kehangatan itu. Telur ini kemudian menetas dengan kehangatan Allah Hu. Telur itu (ayam) ketika menetas dengan kehangatan, seekor anak ayam muncul, itu mulai berkeciap sendiri, tanpa diajari melakukan itu, sementara telur ini (hati), disebut telur Nasuti (fisik), ketika menetas, mulai menyebut “Allah Allah”, tanpa diajari. Seorang laki-laki heran, siapa yang sedang menyebut “Allah Allah” di dalam dia, tetapi pada kenyataannya hatinya melakukan dzikir itu secara otomatis. Jadi laki-laki itu berharap bahwa “Allah Allah” harus masuk ke dalam seluruh tubuhnya, tetapi ini dapat melalui dzikir tersembunyi (dzikir khafi), dzikir terlihat/keras dengan suara (dzikir jihar) dan dzikir dengan nafas (dzikir anfaas), tetapi hanya dzikir Qalb yang masuk ke dalam tubuh. Tik (detak) dari detak jantung anda mendorong darah menuju ke seluruh tubuh. Kemudian orang menyinkronkan “Allah Allah” ini dengan detak jantung. Itu adalah pekerjaannya (jantung) untuk menyebut “Allah Allah” dan ini adalah pekerjaan orang itu untuk menyinkronkan “Allah Allah” ini dengan detak jantungnya. “Allah Allah” ini menyesuaikan dengan detak jantung, “Allah Allah”akan masuk bersama detak jantung ke seluruh tubuh dan mencapai pembuluh darah.

Shah Waliullah (RA) berkata, “Maka, jika anda berkata “Allah Allah” sekali, anda akan dihadiahi setara dengan penyebutan 35 juta kali. Kemudian beliau mengatakan bagaimana bisa mendapatkan hadiah ini: “Di dalam anda ada 35 juta pembuluh darah. Hati mengatakan “Allah Allah” sekali dan 35 juta pembuluh darah aktif.” Sultan Sahib (Santa Sultan Bahu) berkata, “Disamping itu anda akan mendapat pahala sebanding dengan itu untuk 72 ribu pembacaan Quran suci secara nyata dan anda tahu bagaimana itu? Ada 72 ribu pori-pori di tubuh anda. Hati anda akan berkata Allah sekali dan suara itu akan diproduksi dari 72 ribu pori-pori ini juga. Sebuah hati menyebut “Allah Allah” 6 ribu kali sejam dan selama 24 jam, jumlah ini melampaui 125 ribu.”

Allama Muhammad Iqbal juga mengatakan, “Tuhan harus menanyai sendiri orang itu, apa keinginannya!”

Pada mulanya, anda biasa tidur di malam hari dan mengunjungi perkumpulan setan di mimpi-mimpi anda. ‘Diri/Nafs-elemen setan setiap orang- itu bebas. Sekarang elemen spiritual anda bebas dan menjadi kuat. Anda bayangkan apa yang sedang dilakukan oleh Nabi Suci (SAW), dan saat berikutnya pikiran ini mencapai kaki Nabi (SAW).

 

Santa Bhulle Shah berkata,

“Orang-orang mengunjungi Allah lima kali, tetapi pecinta sejati mengunjungiNya.  Sepanjang waktu orang-orang di masjid, tetapi pecinta sejati di kaki yang Tercinta.”

 

Ini artinya untuk mengatakan bahwa orang-orang melakukan sholat lima waktunya selalu di Masjid adalah pencapaian maksimal, mereka akan melakukan sholat berjamaah secara teratur. Tetapi mereka yang menyebut “Allah Allah” sepanjang waktu, pencapaian mereka adalah di kaki Nabi Suci (SAW) dan mereka mencapai sana. Sekarang para pengikut tinggal berpikir saja untuk melihat apa yang terjadi di atas sana dan pada saat imajinasi itu, pikirannya naik. Para malaikat mengira mungkin jin atau setan sedang datang, jadi mereka membaca dan meniupnya dan memukul dengan pentung, tapi sia-sia. Mereka berpikir, apapun itu, itu akan terbakar di Baitul Makmur, karena diatas itu, bahkan para malaikat tidak dapat melampaui. Tetapi lihat! Ini (tubuh spiritual) bahkan melampaui Baitul Makmur dan mencapai dimana Allah berada. Pada saat itu para malaikat mengakui bahwa orang itu tentu saja terbaik dari semua ciptaan. Kemudian tepat pada waktunya orang itu meninggal, ruh-ruh, menjadi baik atau jahat, masuk neraka atau surga, bergerak ke atas dan hal yang itu (tubuh spiritual) tertinggal, tinggal di kuburan dan menyebut “Allah Allah”, sholat, dan memberkahi orang-orang.

Pada malam Isra Miraj, ketika Nabi (SAW) melewati pusara Musa (AS), beliau melihat Musa (AS) sholat. Ketika Nabi (SAW) naik, beliau mendapati Musa (AS) di sana juga. Apakah itu? Sembilan orang secara bersamaan mengundang Santa Abdul Qadir Jailani dan beliau makan malam di sembilan tempat undangan pada saat yang sama. Apakah itu? Orang-orang menanyai Mujaddid Alif Sani (RA), “Saya melihat anda di rumah Allah.” Beliau berkata, “Tidak, saya tidak pergi ke sana.” Orang lain berkata, “Saya melihat anda di tempat suci Nabi Muhammad (SAW).” Beliau berkata, “Tidak, saya tidak pergi ke sana.” Orang ketiga berkata, “Saya  melihat anda di makam Santa Abdul Qadir Jailani.” Beliau menjawab lagi, “Saya tidak pergi ke sana.” Apakah itu semua pada akhirnya?” Beliau berkata, “Itu adalah diri dalam saya.” Hazrat Ali (RA) berkata, “Di dalam anda adalah sebuah dunia yang tersembunyi, yang anda tidak tahu itu.” Di dalam setiap orang hal-hal itu ada, tetapi mereka sia-sia saja ketika seseorang tidak punya pengetahuan tentang ini. Itulah mengapa Allama Iqbal berkata bahwa telur-telur bangsa/umat ini buruk. Ketika mereka buruk, maka ribuan penyebutan Allah Hu juga tidak berguna. Manfaat dapat diperoleh selama masa muda seseorang ketika seorang anak berubah menjadi baik, sholat dan puasa, dan menghadiri pertemuan mengingat Allah. Anggota keluarga dan teman-temannya memberitahunya bahwa dia muda dan aktivitas-aktivitas yang dia kerjakan cocoknya untuk orang-orang tua. Ketika dia memanjangkan jenggot dan menghadiri perkumpulan dzikir, anggota keluarganya mengingatkan dia bahwa dia masih muda dan itu untuk orang-orang tua saja menghadiri pertemuan semacam itu. Kemudian, dia mulai menyadari bahwa dia masih muda. Dia menikah, kemudian punya anak dan masih merasa dirinya muda. Kemudian seiring berjalannya waktu, rambutnya memutih dan dia suka menyemir rambutnya menjadi hitam, dan mengira dirinya masih muda. Para malaikat punya tugas untuk membawa catatan perbuatan orang, ketika dia berumur 40 tahun, kepada Allah sehingga Dia dapat menganugerahinya pahala. Jadi para malaikat membawakan Allah buku catatan amal. Ketika Allah melihat itu, tertulis, “Saya masih muda.” Ini adalah saatnya untuk mendapat sesuatu dari Allah, tapi orang itu tidak melakukan apapun. Mereka yang bergabung di medan ini pada usia sebelum empat puluh, mereka membuat hati mereka adalah tasbih mereka. Ini adalah medan dan jalur spesial.

 

Terjemahan dari versi Persia:

“Menyesali dosa di masa muda adalah cara nabi-nabi;

Ini bukan sekedar menjadi sholeh ketika seseorang menjadi tua.”

 

Selama masa muda, dia merasa bahwa bunyi tik dengan detak jantungya. Potensi untuk merasakan seperti itu ada. Hatinya bergabung dalam pengingatan Allah, tetapi setelah umur 40, sangat jarang orang mendapati ini hidup (jantung bisa berdetak lebih kencang), melainkan setelah umur 40, hati tidak menjadi tasbih. Kemudian orang semacam itu menggunakan tasbih batu. Allah meminta buku catatan amalnya untuk dihadirkan padaNya saat usia 60. Di atas 40 tahun, cara ini adalah cara spesial, di atas 60 tahun, ini adalah cara biasa. Bahkan jika usia 60, orang itu gagal untuk berprestasi, maka Allah tidak lagi tertarik padanya dan Nabi (SAW) mengeluarkan orang semacam itu dari komunitas Muslim.

Selanjutnya (saat menjadi tua) kita inginkan iman, jadi kita perlihatkan sholat yang banyak. Ini penting bahwa kita mengoreksi sholat kita dimana ada tiga kondisi penting: (1) pernyataan melalui lidah (2) konfirmasi melalui hati dan (3) aksi perbuatan melalui tubuh.

Qul Hu Allahu Ahad adalah sangat penting. Allah memerintahkan Nabi Suci (SAW), “Katakan bahwa Tuhan itu esa.” Nabi memberitahu para Muslim bahwa Allah itu esa dan mereka setuju dan mengikuti beliau. Pada saat sholat, siapa yang kita tunjuk ketika kita mengatakan, “Qul Hu Allahu Ahad kata-kata ini yang kita ucapkan dengan sangat lirih pada hati kita yang meminta mereka (hati) untuk untuk mengatakan Allah itu esa. Tetapi sebaliknya itu (hati) memberitahu kita bahwa tidak ada beras di rumah untuk makan. Kemudian kita berkata, “Allah Hussamad.” (pada saat mengingat itu) istri saya sakit, mengatakan, “Lam Yalid(dan di pikiran bahwa) saya terlambat berangkat kerja. Dengan kata lain, hati tidak mengkonfirmasi apa yang lidahnya katakan. Sholat semacam itu tidak diterima, meskipun berlangsung sepanjang hidup. Praktik sholat semacam itu disebut sholat penampilan. Mujaddad Sahib berkata, “Sholatnya orang biasa adalah sholat penampilan. Anda harus mencari kebenaran, dan jangan tinggalkan sholat penampilan sebelum mendapatkan sholat sebenarnya.” Apakah sholat sejati itu? Quran suci berkata,

 

 “Malapetaka adalah bagi orang sholat yang tidak tahu sholat sejati mereka.

Mereka adalah orang-orang yang pamer/riya.”

(Al Maun 4-6)

 

Praktik sholat ini adalah sholat sekaligus malapetaka pada saat bersamaan. Bagaimana itu menjadi malapetaka? Ketika seseorang melakukan sholat lima waktu, orang-orang menyebut orang itu namazi. Allah berkata bahwa Dia tidak melihat perbuatan maupun wajah, tetapi hanya melihat niat dan hati. Sholat apa yang Allah anda lihat sekarang, mengandung pikiran tentang istri anda, anak-anak, makanan, bisnis dll. Apa yang dunia lihat, adalah bahwa kita sangat aktif dan disiplin sholat. Sholat ini ditujukan untuk Allah, tapi tidak ada ingatan pada Allah sama sekali di hati. Melainkan, hati penuh dengan pikiran-pikiran duniawi. Jadi, itu menjadi pamer belaka dan ini adalah bagaimana itu menjadi malapetaka. Seseorang sholat lima kali dan lainnya berkata bahwa dia orang sangat baik. Orang-orang kemudian berkata bahwa dia teratur sholat tahajud, dan menghormatinya, tetapi ini juga menimbulkan kesombongan padanya. Dia kemudian memandang rendah atas mereka yang tidak sholat dan menganggap dirinya unggul atas dasar sholat. Dia tidak tahu bahwa kesombongan ini adalah membantu jalan setan. Menurut sebuah Hadits,

 

“Siapapun yang memiliki kesombongan meskipun seberat biji sawi, tidak akan masuk surga.”

 

Jadi ketika anda melibatkan detak jantung anda dalam “Allah Allah”, maka bahkan selama kerja normal anda, hati anda akan sedang mengatakan “Allah Allah”; anda akan sholat dan hati anda akan menyebut “Allah Allah”. Lidah anda akan berkata, “Qul Hu Allahu Ahad” dan hati anda akan berkata “Allah Allah”, yaitu Allah adalah satu-satunya. Suara akan berkata, “Allah Hussamad.”, hati akan berkata “Allah Allah”. singkatnya, lidah anda akan menyatakan, hati anda akan mengkonfirmasi dan tubuh anda akan melakukan. Pada saat ini orang-orang menyebut orang semacam itu adalah orang yang sangat baik, teratur sholat. Pikiran ini cenderung untuk menciptakan kesombongan tetapi ketika itu memasuki hati, detak jantung mengatakan “Allah Allah” mengusir pemikiran ini keluar dari hati, dengan demikian dadanya terjaga dari rasa kebanggaan dan kesombongan.

Bagaimana sholat menjadi puncak dari orang beriman? Seperti Baitul Makmur di atas langit, anda memiliki Ka’bah suci; seperti Arsy Mualla, kita memiliki hati: selama siaran BBC mereka berbicara stasiun radio di sini kita dapat mendengar mereka. Ketika hati kita bergetar di sini, mereka di langit mendengarkan suara itu karena kabelnya terhubung dengan Arsy Mualla dan ketika hati kita mengirim sholat kita ke Arsy Mualla, sholat semacam itu adalah sholat sejati dan puncak dari orang beriman. Jadi, ketika anda sholat, sholatlah untuk sholat yang sejati. Sebagian orang berkata bahwa jika kita mendapatkan bahkan dua rekaat sholat sejati di sepanjang hidup kita, kita dapat berharap pertolongan, jika tidak, maka praktik sholat ini tidak ada yang spesial, semua orang melakukan sholat ini. Telah ada orang-orang Hindu dan Sikh yang telah mengimami anda sekalian dalam sholat. Jika sholat sederhana semacam itu adalah sumber pertolongan, maka orang-orang tersebut harusnya juga mendapat pertolongan. Dalam rangka berbicara kepada Allah, Allah telah memasang di dalam kita sebuah telepon yang dapat digunakan kapanpun untuk berbicara.

 

“Siapa yang melakukan sholat dua rekaat dalam suatu cara yang selama sholat itu dia tidak memikirkan hal-hal duniawi, seluruh dosa-dosa terdahulunya akan diampuni.” (Hadits)

 

<kembali ke indeks>

 

BAB II

 

1. Perbuatan, Iman, dan Cinta Sejati

Perbuatan mendahului iman. Keduanya adalah hal berbeda. Hanya perbuatan-perbuatan baik yang dilakukan oleh hati, dan perbuatan-perbuatan tanpa hati adalah biasa saja, pamer dan terkait dengan ketamakan akan surga. Setelah iman, datanglah cinta sejati dan ketika cinta sejati ada, itu juga termasuk iman dan perbuatan. Orang-orang biasa mementingkan perbuatan, orang-orang beriman dengan iman, dan para santa dengan cinta sejati. Posisi cinta sejati adalah di atas iman dan perbuatan. Itulah mengapa Sultan Bahu (RA) berkata:

 

“Tujuan yang membawa cinta sejati seseorang,

tidak di dalam pengetahuan iman.”

 

Sebagian kualitas dari para santa adalah sangat luar biasa sehingga seseorang menjadi bingung jika dia tidak bertanya. Sultan Bahu (RA) berkata bahwa menahan nafas adalah hal yang sangat bagus. Seorang pengikut  harus menahan nafasnya. Di tempat lain beliau berkata bahwa menahan nafas adalah sia-sia. Orang dapat bingung tentang mengapa dua versi berbeda tentang hal yang sama. Untuk membuat itu jadi jelas, menahan nafas adalah benar bagi pengikut pemula, karena itu penting untuk membuat jantungnya berdetak lebih kencang. Ketika pengikut menjadi sempurna, menahan nafas menjadi tidak berguna baginya. Menjadi sempurna artinya pengikut semacam itu yang hatinya menjadi fasih dan terus menyebut “Allah Allah”.

Mereka yang melakukan dzikir ada beberapa tipe. Sebagian menggunakan penglihatan, sebagian menggunakan hati, sebagian dengan usaha-usaha. Mereka yang menggunakan penglihatan diberi penglihatan pada awalnya. Mereka tidak punya kontrol terhadap diri mereka sendiri dan kemudian penglihatan tersebut dicabut sehingga mereka selanjutnya akan dengan bantuan usaha-usaha mereka. Selama ada bantuan penglihatan, mereka terus berdzikir dan ketika kehilangan penglihatan, mereka memfungsikan usaha-usaha mereka dan itu sangat berarti ketika seseorang mendekati target dengan usaha mereka sendiri.

Sholat malam artinya sholat ekstra, seperti puasa sunah yaitu puasa di luar bulan Ramadhan. Anda telah ditentukan beribadah yang berjumlah lima ribu, dan ibadah apapun yang lebih dari itu akan menjadi ibadah tambahan. Dzikir tambahan juga merupakan ekstra. Anda tidak dapat sholat sepanjang waktu, juga ketika anda tidur. Tetapi dzikir ini dapat dilakukan bahkan saat tidur, setiap waktu. Ibadah adalah hal yang dilakukan sepanjang waktu. Ibadah diluar lima ribu adalah tambahan bagi anda. Mencapai lima ribu adalah tugas anda dan tambahannya adalah keunggulan.

Menurut penjelasan oleh ulama, orang harus selalu sholat malam. Pada kenyataannya, para ulama ini telah membingungkan kita. Quran berkata,

 

“Ketika kamu telah selesai sholat, ingatlah Allah saat berdiri, duduk, dan berbaring.” (An Nisaa 103)

 

Pada mulanya, seorang ulama memberitahu kita bahwa makna dari ayat ini adalah bahwa “Setelah sholat, kamu harus berdzikir.” Dzikir apa itu? Sholatlah ketika keluar dari Masjid dan sholatlah ketika bangun tidur. Ulama itu menjelaskan ayat itu dengan cara itu dan tidak menyebutkan dzikir sama sekali. Karena ditanyai maknanya, ulama lain memberitahu bahwa ketika sholat anda terkait dengan waktu telah berlalu, maka anda harus dzikir. Dia lebih lanjut berkata bahwa dia tidak pernah terlambat sholat, itulah mengapa dia tidak perlu dzikir. Inilah mengapa mereka mengubah makna. Quran berkata dalam suatu ayat,

 

“Jika kamu tidak tahu, tanyalah mereka yang menyelesaikan doa/dzikir.”

(Al Anbiyaa 7)

 

Dzikir (Qalb) dianugerahkan pada orang atas kehendak Allah. Tanpa kehendak itu, dzikir tidak bisa. Anda dapat belajar semua bidang pengetahuan lain tetapi dzikir ini tidak untuk setiap orang. Ini dianugerahkan atas kehendak Allah.

 

2. Pemandu Luar

Jika anda telah memiliki pemandu luar, anda akan telah tidak beruntung pada tingkatan yang banyak ini, Makanya kami juga akan melibatkan anda dalam dzikir luar dengan tasbih dan wirid wazaif, ini untuk penghargaan pada pemandu terselubung sehingga sebuah hati melakukan dzikir. Berkah yang saya dapat adalah dari Bari Imam Sarkar (RA). Beliau menyerahkan saya kepada Data Shahib (RA) dan kemudian kepada Sultan Bahu (RA) yang pada gilirannya mengirim saya pada Qalandar Paak (RA) dan saya terus menerus mendapat berkah dari mereka semua. Tetapi hingga saat saya berada di Qalander Paak (RA), baiat saya tidak dilakukan oleh satu pun dari mereka. Anda pasti telah membaca di  dalam buku Tiryaqun Qalb bahwa

 

Sang pemandu pun belum terlihat.”

 

Saya terus mendapat berkah dari orang-orang tersebut, tetapi tidak ada baiat dilakukan dari mereka hingga sekarang. Saya berharap bahwa seseorang akan membawa saya pada baiatnya. Kemudian Qalandar Paak (RA) membawa saya pada Nabi suci (SAW) dan sehingga Muhammad (SAW) telah membaiat saya karena kami yakin bahwa bahwa beliau (SAW) adalah nabi yang (senantiasa) hidup (Hayatun Nabi) dan ketika beliau adalah nabi yang hidup, maka tidak mungkin kami melakukan baiat dengan orang lain. Saya juga percaya bahwa tak ada kemurahan hati tanpa baiat dan ketika kemurahan hati ada, itu jelas bahwa baiat ada juga.

Ada sebuah silsilah yang dinamakan Owaisia. Ini berlangsung sejak masa Hazrat Owais Qarni (RA) ketika beliau bahkan belum pernah bertemu Nabi Suci (SAW). Tetapi beliau telah secara intrinsik (ghaib) diberi berkah. Ketika beliau mendapat berkah gaib ini dari Nabi Suci (SAW), maka siapakah pemandu beliau? Secara alamiah, Nabi Suci (SAW) adalah pemandu beliau! Kemurahan hati secara intrinsik adalah peristiwa alamiah yang besar. Bukan sahabat, tetapi Owais Qarni telah mematahkan gigi-gigi beliau (karena cintanya pada Nabi Suci (SAW)); ini adalah semua terkait dengan cinta sejati yang terselubung yang menggerakkan hati dan jiwa-jiwa.

Setelah itu, Abu Bakar Hawari (RA) dibaiat oleh Abu Bakar Sidiq (RA) sementara Bayazid Bastami (RA) dibaiat oleh Imam Jafar Sadiq dan selanjutnya, Bayazid Bastami (RA) membaiat Imam Ghazali.

Sakhi Sultan Bahu (RA) dulunya memperoleh kemurahan hati dari para santa sejak masa kanak-kanak beliau. Kemudian, atas desakan ibu beliau, beliau berbaiat pada Hazrat Abdur Rahman (RA) tetapi pada akhirnya Nabi Suci (SAW) yang membaiat beliau.

 

“Beliau melakukan baiat di tangan Mustafa (Muhammad SAW).”

 

Selanjutnya ada Fakir Nur Muhammad Qadri (RA) yang dibaiat oleh Sultan Bahu (RA). Orang-orang berkata bahwa baiat ini hanya untuk Sultan Bahu saja. Ketika ini untuk beliau, maka itu sudah cukup, jika bukan untuk beliau, maka tidak untuk siapapun. Ini adalah hubungan Owaisia yang tidak memerlukan pemandu nyata dan itu menghubungkan orang secara langsung pada Nabi Suci (SAW) dan hubungan ini akan bertahan hingga hari kiamat. Imam Mahdi (AS) juga akan berada dalam jalur ini.

Hazrat Bahauddin Nasqshband (RA) biasa berkata “Allah Allah” sepanjang waktu. Ketika beliau menikah, beliau sibuk dalam pernikahannya selama dua, tiga hari. Beliau pada saat itu punya teman yang sama statusnya. Ketika teman tersebut mengunjungi majelis Nabi Suci (SAW), beliau ditanyai apakah Bahauddin hidup atau meninggal, karena suaranya biasa bergema di sana. Sekembalinya teman itu memberitahu Bahauddin Naqshband (RA) tentang peristiwa ini. Setelah tahu hal ini, Bahauddin Naqsband mulai menangis dan berkata bahwa selama tiga hari dia tidak dapat melakukan dzikir, itulah mengapa ditanyakan apakah dia hidup atau tidak. Jadi, beliau segera membayar mas kawin ke istrinya dan menceraikannya. Ini beliau lakukan hanya karena beliau terhalang dari melakukan dzikir dan karena Allah bertanya dimanakah orang yang telah menghilang tersebut.

Dalam hal dzikir, sebuah tingkatan muncul ketika dzikir itu berubah menjadi kuat dan kemudian itu tidak berhenti. Itu tergantung pada keberuntungan seseorang bahwa Allah menghitung dzikir ini seperti 72 ribu atau 125 ribu. Dzikir seorang dzakir (orang berdzikir) 125 ribu kali, bahkan tidak pernah berhenti, sementara yang 72 ribu kali, berhenti kadang-kadang. Jadi orang boleh berpikir, sementara hatinya hidup, mengapa dzikir berhenti untuk orang dengan 72 ribu kali dan tidak untuk mereka yang melakukan itu 125 ribu kali? Alasannya adalah bahwa yang kedua (125 ribu kali) memperoleh status yang lebih tinggi. Mungkin ini adalah kehendak Allah. Mereka yang terkait dengan hubungan ini juga diuji oleh Allah untuk memperkuat iman mereka. Mereka disepuh dalam tungku pembakaran tinggi cinta sejati dan pengabdian ketika mereka menghadapi masalah, tetapi kemudian mereka keluar dari masalah itu dan muncul ke dunia ini seperti Paraas (batu mulia). Dunia juga mengetes keikhlasan mereka.

 

3. Tipe Dzikir

Dzikir ada banyak jenis dan salah satunya adalah Paas Anfass yang mana di dalamnya pada hirupan nafas anda membaca “Allah” dan, pada saat mengeluarkan, berkata, “Hu”. Bahkan jika anda berhasil dalam melakukan itu dan melakukannya selama 20 jam sehari, anda mengumpulkan 24 ribu nafas dalam 24 jam. Karena Paas Anfass, dzikir menjadi sangat cepat dan anda bisa melakukan Paas Anfaas dari 24 ribu menjadi 50 ribu kali.

Tipe dzikir lain adalah dzikir jihar (dzikir luar/keras suara) yang tidak dapat dilakukan selama anda bekerja atau tidur, tetapi anda dapat lakukan itu untuk sebentar saja. Ini dilakukan dengan suara keras.

Tipe ketiga adalah dzikir rahasia dan itu dilakukan ketika anda dalam kondisi meditatif dan berkonsentrasi, jika tidak, tidak akan terjadi.

Tipe keempat adalah dzikir menahan nafas yang dilakukan dengan cara menahan nafas. Itu juga memerlukan konsentrasi, jika tidak, itu terhenti.

Jenis dzikir lainnya adalah dengan menggunakan tasbih, dan meletakkan (tasbih) itu, dzikir berhenti. Jika anda sibuk bekerja, maka itu juga akan lenyap.

Semua jenis dzikir tersebut dipraktikkan dan yang paling ditinggikan adalah dzikir Paas Anfaas. Anda punya kemampuan untuk melakukan semua dzikir itu.

Tetapi ada satu tipe yang jika diminta, anda tidak akan dapat melakukannya, karena itu bukan sebuah aktivitas, melainkan berkah dari Allah. Untuk dzikir semacam itu, seseorang harus pergi ke sana ke sini. Jika anda dapat melakukan semua pekerjaan anda sendiri, maka mengapa anda harus ke sana ke sini? Jika anda dapat sholat sendiri, anda dapat sholat tanpa pemandu spiritual. Orang-orang juga melakukan sholat malam. Sekarang anda bisa memikirkan tipe dzikir apa itu? Anda akan kesulitan jika diminta untuk menyinkronkan “Allah Allah” dengan detak jantung anda karena ini bukan aktivitas atau praktik, melainkan berkah dari Allah. Jika Dia berkehendak, anda akan mendapatkan ini, jika tidak, sinkronisasi ini tidak bisa/tidak mungkin.

Ketika dzikir ini sinkron dengan detak jantung, maka “Allah Allah” berulang 6 ribu kali sejam, karena ilmu pengetahuan mengungkap bahwa jantung manusia berdetak 6 ribu kali sejam. Bayangkan bahwa dzikir Paas Anfaas tidak sebanding dengan itu. Yang sebelumnya adalah 25 ribu kali dalam 24 jam sementara yang berikutnya melampaui 125 ribu kali. Dzikir Paas Anfaas membersihkan paru-paru anda dan menempatkan anda pada level ibadah, sementara dzikir Qalb (dzikir yang dilakukan oleh hati/jantung) membawa anda pada status spiritualisme. Ketika dzikir ini bercampur dengan detak jantung anda, jantung itu membawa itu ke seluruh bagian tubuh dengan darah dan di setiap otot. Hazrat Shah Waliullah (Muhaddith Dehlvi) (RA) berkata bahwa anda menyebut Allah 1 kali dan anda akan diberi pahala sebanding dengan 35 juta kali menyebut kata ‘Allah’. Ini karena di dalam tubuh anda ada 35 otot, arteri dan kapiler. Hati berkata Allah 1 kali dan 35 juta otot dan kapiler aktif dan menggemakan ‘Allah’. Sakhi Sultan Bahu (RA) berkata bahwa anda akan dihadiahi pahala sebanding dengan 72 ribu kali pembacaan Quran suci. Ini memungkinkan karena ada 72 ribu pori-pori di kulit anda. Memanggil Allah sekali membuat suara ini muncul dari pori-pori ini juga. Jadi hanya sekali menyebut, dan betapa besar pahala itu yang melampaui 6 ribu sejam dan 125 ribu dalam 24 jam! Itulah mengapa Allama Iqbal telah mengatakan,

 

“Allah harus bertanya pada orang itu apa keinginannya.”

 

Ini adalah dzikir hati. Anda mungkin mendapatkan ini dari suatu sumber; mungkin dari seorang santa atau seorang darwis, tidak masalah, anda harus mendapatkan itu. Semua jenis dzikir berhenti di malam hari ketika anda tidur, tetapi dzikir Qalb tidak berhenti bahkan saat anda sedang tidur.

Ibadah artinya untuk menyucikan diri anda dan membersihkan hati anda dan ini adalah tujuan nyata ibadah. Ibadah luar tidak dapat menyucikan diri anda maupun membersihkan hati anda, bahkan jika anda mencoba untuk melakukan itu sepanjang hidup anda.

Ketika dzikir Qalb memasuki otot, maka diri/Nafs anda yang terletak di dekar pusar, yang mendapatkan makanannya melalui udara saat kita makan makanan yang menyediakan itu dengan makanan yang dimasak (naari). Ketika dia (diri/Nafs) menerima makanan naari ini, penyebutan “Allah Allah” di otot-otot anda akan membakar makanan ini. Ketika makanan ini terbakar habis, dia menjadi lapar. Dia adalah sesosok makhluk yang memiliki wajah seperti seekor anjing. Dia memberitahu makhluk lain, yaitu hati/ Qalb, “Aku lapar, beri aku makanan.” Dia diberi sedikit cahaya dan oleh karenanya dia mendapat cahaya untuk menyelamatkannya dari kematian. Hari berikutnya dia minta makanan lebih dan cahaya lebih diberikan. Dengan cara yang sama, hari ketiga dia minta makanan dan mendapatkan cahaya lagi. Dia kemudian diminta untuk mengucapkan deklarasi keimanan (syahadat), jika dia minta makanan lagi. Jadi untuk menghindari kematian, dia menyebut berulang-ulang kata-kata keimanan. Dia kemudian diberitahu untuk terus melanjutkan praktik ini karena cahaya praktik ini akan menyediakannya makanan. Jadi dia terus-menerus syahadat itu untuk hidup. Sebagian dzakirin (orang-orang yang berdzikir) berkata bahwa mereka mendengar suara syahadat dari pusar mereka juga. Alasannya adalah bahwa diri/ Nafs  mereka sedang membaca syahadat dibawah paksaan; dia belum Muslim, tetapi dengan berkah syahadat, dalam beberapa hari, dari hitam, dia berubah menjadi putih; kemudian berbentuk lembu jantan atau onta; kemudian dia berubah menjadi kambing jantan dan akhirnya menyerupai anda. Dia kemudian dibawa ke majelis Nabi Suci (SAW). Mereka hadir di sana dan Nabi Suci (SAW) menyerukan dengan sukacita bahwa seekor anjing telah disucikan dan dibersihkan dan berubah menjadi manusia. Patut dipuji, seorang pemandu spiritual yang mengubah seekor anjing menjadi manusia!

 

4. Ijin untuk Melakukan Dzikir Qalb

Sebagian orang berkata bahwa dzikir menyebut Allah akan membakar habis anda. Sebagian orang berdzikir Allah Hu memberitahu bahwa itu akan membakar anda; Itu akan membuat anda gila. Tetapi ada banyak orang yang melakukan praktik ini dan tidak ada yang terjadi pada mereka. Pernahkah anda berpikir apa rahasia ini akhirnya?

Ini pada kenyataannya dzikir hati tidak dapat dilakukan tanpa permisi. Anda dapat melakukan penyebutan semua nama tanpa ijin, tetapi nama Allah tidak dapat dilakukan sebelum diijinkan. Anda sedang sholat malam sementara iblis sedang berdiri di sudut menertawakan sejak awal, menurut dia, hati anda ada di tangannya dan dia dapat mengubah itu atas kehendaknya. Dan kemudian tiba waktunya ketika anda berpikir mengapa anda bahkan tidak dapat sholat wajib, padahal sebelumnya anda biasa sholat teratur dan juga melakukan sholat tahajud. Ini semua terjadi karena setan telah mengalihkan hati anda. Namun demikian, anda akan suka ketika anda melakukan ibadah, penyebutan Allah Hu harusnya  masuk di dalam hati anda. Setan khawatir, karena jika penyebutan Allah Hu memasuki hati anda, maka apa yang tersisa untuknya, karena cahaya membakar setan. Setan memiliki tentara besar yang diperintahkan olehnya untuk pergi dan menghancurkan dengan cara apapun orang yang berdzikir Allah Hu. Dia (setan) memerintahkan mereka untuk menghentikan orang itu dari penyebutan Allah agar itu tidak memasuki hatinya (orang itu). Untuk tujuan ini, setan pertama-tama memasuki rumah anda. Anggota keluarga anda tahu bahwa anda berdzikir Allah Hu dan mereka akan menentang anda, menakut-nakuti anda. Ketika setan tidak berhasil dalam usaha ini, dia akan memasuki rumah imam sholat di masjid yang akan memperingatkan anda bahwa dzikir itu akan menghancurkan anda. Ketika anda masih tidak mematuhinya, tentara setan akan merusak bisnis anda. Pada pertahanan anda berikutnya, mereka akan mengubah anda menjadi gila. Orang-orang akan mengira apa yang terjadi pada orang ini yang dulu biasa menyebut Allah Hu dan sekarang telah menjadi gila. Dan ingat bahwa jika anda melakukan dzikir hati dengan ijin dari pemandu sempurna, maka sumber dimana anda mendapat dzikir ini akan dilengkapi dengan tentara Tuhan. Kapanpun tentara setan menyerang Allah, tentara Tuhan akan membalas dan mereka terus bertempur dan sementara anda akan mendapatkan kesempatan untuk melakukan dzikir Allah Hu. Jika seseorang tidak cukup kuat untuk memperoleh ijin, dia tidak dapat berhasil dalam penyebutan Allah Hu.

Dzikir ini tidak dianugerahkan kepada setiap orang. Itu pertama kali diberikan kepada Nabi Suci (SAW), kemudian kepada 9 sahabat Nabi, kemudian kepada 12 imam, kemudian kepada Santa Abdul Qadir Jailani (RA) yang memiliki kunci dzikir hati.

Jika anda diberi dzikir hati melalui mimpi, anda harus paham bahwa itu dari Santa Abdul Qadir Jailani (RA). Nama Allah ini adalah bersama dengan Santa Abdul Qadir Jailani hingga kedatangan Imam Mahdi (AS). Siapapun yang mendapatkan dzikir ini, menjadi pengikut gaib Santa Abdul Qadir Jailani (RA). Orang yang tidak mempercayai Santa Abdul Qadir Jailani (RA), orang yang dibesarkan dengan nafkah haram, atau dia seorang Deobandi, tidak diberkahi dengan dzikir ini. Terlebih lagi, mereka yang menghina Nabi Suci (SAW) juga terus terhalang dari berkah ini. Hanya mereka yang memiliki cinta kepada Nabi Suci (SAW), mendapatkan kemurahan hati ini.

Cobalah dzikir ini, ini akan memperluas dada anda dan atas kehendak Allah, ini akan berlanjut, maka anda harus tahu bahwa Allah telah menjadi Pemurah atas anda; jika tidak, anda akan harus mencari cara lain. Apa yang diperlukan adalah sinkronisasi “Allah Allah” dengan detak jantung dan ini adalah dzikir tertinggi. Setelah tengah malam, sekelompok malaikat turun dari langit/surga dan menanyai Kiraman Katibin (dua malaikat yang mencatat amal perbuatan orang) apa yang setiap orang telah lakukan terakhir sebelum tidur. Jika jawabannya adalah bahwa dia telah memberi makan orang kelaparan, para malaikat mendoakan bahwa semoga Allah membuat dia selalu senang dan puas. Ketika ditanyai tentang orang lain dan jawabannya adalah bahwa dia telah sholat Isya sebelum tidur, para malaikat berdoa untuk kepuasan dan kebahagiaannya juga. Tentang orang ketiga, mereka diberitahu bahwa sebelum pergi tidur, dia telah membaca ayat kursi. Para malaikat menasehati untuk menghormati ayat ini dan melindungi orang tersebut. Kemudian, ketika ditanya tentang orang keempat, mereka diberitahu bahwa dia pergi tidur pada saat dia sedang menyebut Allah Hu Allah Hu, para malaikat menyarankan bahwa mungkin selama dzikir, orang itu tertidur dan mereka menasehati dua malaikat tersebut untuk berbicara pelan/lirih (supaya orang itu tidak terganggu). 

Jadi, ini adalah tempat menggembirakan bagi mereka yang melakukan dzikir hati. Anda harusnya memelihara “Allah Allah” di dalam hati. Bekerjalah juga, sholat juga, tetapi ini adalah hal terbaik bahwa anda memasukkan dzikir ini ke dalam detak jantung anda. Menurut sebuah Hadits, seseorang yang meninggal pada saat kata-kata tauhid Allah (syahadat) di bibirnya, akan memasuki surga tanpa hisab. Tetapi anda pasti telah memperhatikan bahwa sebelum mati, biasanya lidah seseorang berhenti berbicara, dan seseorang tidak dapat mengucapkan syahadat. Satu dari seratus atau seribu adalah begitu beruntung untuk meninggalkan dunia ini pada saat mengucapkan syahadat. Lidah-lidah dari sebagian besar orang sekarat, berhenti. Tetapi mereka yang detak jantungnya menyebut berulang ulang “Allah Allah”, mampu untuk menyebut syahadat pada saat meninggal. Penyebutan “Allah Allah” ini berlanjut bahkan setelah meninggal selama 1,5 detik karena lidah hati itu 70 kali unggul dibanding lidah fisik. Sultan Bahu (RA) berkata bahwa meskipun menyia-nyiakan sepanjang hidup anda, jika anda mendapatkan nama Allah sesaat sebelum kematian, anda beruntung karena anda akan berangkat membawa keimanan. Itulah mengapa Santa Abdul Qadir Jailani (RA) telah berkata, “Pengikutku tidak akan meninggal tanpa iman.” Beliau berjanji pada Allah 70 kali dan kemudian berkata, “Hanya dia yang berdzikir, akan menjadi pengikutku dan aku mengenali orang itu sebagai dzakir yang hatinya menyebut “Allah Allah”, dan orang semacam itu adalah pengikutku tanpa rasa takut atau bahaya. (detail lebih lanjut dijelaskan dalam buku “Ejaz-e-Ghousia”)

Ketika anda berlanjut dengan nama Allah, maka akan ada penekanan dalam dzikir anda. Dengan kata lain, anda menikmati mengucapkan “Allah Allah” dan ketika anda berdzikir, maka akan ada dzikir lain berkurang dan anda akan merasa begitu secara otomatis. Jadi ketika anda telah mendapatkan nama Allah, anda harus tinggalkan semua jenis dzikir. Tetapi, sebelum anda mendapatkan nama Allah, anda harus melanjutkan dzikir-dzikir lainnya. Karena mendapatkan dzikir hati, anda tidak perlu dzikir lain, karena hati 70 kali unggul daripada lidah. Dengan lidah, anda melakukan dzikir 70 jam, tetapi dengan menyebut “Allah Allah” hanya selama sejam melampaui yang sebelumnya yang dilakukan selama 70 jam. Diantara dzikir-dzikir yang dilakukan mulut, yang paling unggul adalah sholawat, tetapi ketika dzikir (Qalb) dianugerahkan, maka sholawat menjadi sumber dzikir itu. Para sahabat Nabi memberitahu bahwa ketika mereka mendapati kemalangan, mereka menyebut sholawat. Selanjutnya mereka menghabiskan waktu sisanya dengan menyebut “Allah Allah”. Orang-orang mengaku mematuhi Allah dan tak ada hal lain. Mereka berkata bahwa mereka menyebut sholawat dan Allah juga menyebut itu, tetapi sholawat berguna bagi anda ketika itu memiliki basis di dalam hati anda. Oleh sebab itu anda harus melakukan dzikir hati untuk pembersihannya (hati).

 

5. Rumah Ka’bah

Sebagian santa menempatkan Khana Ka’bah di hati mereka; yang lain memiliki nama Allah dan sebagian lain lagi memiliki tempat suci Nabi Suci (SAW). Pernah Mujaddid Alif Sani (RA) memperhatikan bahwa makhluk-makhluk tersembunyi/ghaib termasuk jin sedang menyembah di hadapan beliau. Ini mengganggu beliau karena menyembah di hadapan manusia tidak diperbolehkan. Penyembahan hanya untuk Allah. Sebuah suara dari yang tak terlihat (ghaib) berkata, “Penyembahan ini bukan untukmu tetapi untuk Khana Ka’bah yang terletak di hatimu.” Ini adalah rumah Allah yang sama yang dibangun oleh Hazrat Ibrahim (AS); dan Khana Ka’bah yang tinggal di hati ditemukan oleh Allah sendiri. Ini adalah alasan untuk keunggulannya (Ka’bah hati) melampaui Khana Ka’bah satunya. Sebagian orang menyebut sholawat dan berhenti setelah beberapa hari mengeluh bahwa itu tidak berguna. Ingat bahwa anda akan diberkahi hanya ketika hati anda diterangi.

Sebagian orang lelah menyebut Nama Terhebat (Ismi A’zam) dan kemudian memberitahu bahwa mereka tidak tahu nama yang manakah Ismi A’zam. Mereka mendapati dzikir mereka tanpa hasil. Mereka tidak tahu fakta bahwa nama ini efektif ketika tubuh anda menjadi terhebat (A’zam); ketika “Allah Allah” menetap di setiap otot tubuh anda, maka tidak hanya kata-kata ‘Allah’ dan Rahman’ yang menjadi Nama Terhebat, tetapi setiap ayat Quran begitu.

 

6. Tipe Orang Beribadah

Kaitannya dengan ibadah, ada empat tipe orang diantara para Muslim. Sebagian menyinggung ibadah melalui telinga, sebagian melalui lidah, sebagian melalui hati dan yang lainnya melalui penglihatan.

1.      Mereka yang terkait ibadah dengan telinga, adalah berjumlah besar. Mereka mendengarkan pelajaran dan ceramah dan qawwali sepanjang malam dan menikmati itu, tetapi di pagi hari mereka tidak perduli tentang sholat maupun puasa. Semacam itu adalah ibadah melalui telinga. Untuk tipe orang ibadah semacam itu, ada para ulama yang berceramah di hadapan mereka; ada pelantun na’at dan qawwal dan juga hafidz (mereka yang telah menghafal quran suci) yang membacakan quran suci pada mereka.

2.      Tipe kedua orang adalah mereka yang tidak menikmati mendengarkan dan tidak puas sebelum mereka membaca sesuatu melalui lidah. Untuk orang-orang ini, Allah telah membuat orang-orang yang sempurna dalam hukum Islam dan mengajari mereka dzikir untuk dipraktikkan dan mereka melakukan begitu menggunakan lidah mereka dan menikmati itu. Ibadah ini unggul daripada orang yang melakukannya melalui telinga, karena disamping telinga, lidah juga terlibat dalam ibadah.

3.      Tipe ketiga adalah mereka yang melakukan ibadah melalui hati dan mereka mengaku bahwa hanya mendengarkan atau menyebut melalui telinga dan lidah tidaklah mencukupi sebelum hati menyebut “Allah Allah”. Untuk orang semacam itu, Tuhan menciptakan orang-orang sempurna dalam praktik mistik (Kamili Tarikat) dan menetapkan hati mereka dalam penyebutan Allah. mereka tetap puas dalam penyebutan “Allah Allah” dan oleh karenanya meraih status lebih tinggi karena disamping telinga dan lidah mereka, hati mereka juga melakukan ibadah.

4.      Tipe keempat adalah mereka yang mendapatkan penglihatan dan mereka yang berkata bahwa itu itu menggairahkan untuk menyebut “Allah Allah” dengan lidah, telinga atau hati ketika anda bisa melihat Allah sendiri. Untuk alasan ini, mereka yang tenggelam dalam Allah dan orang-orang yang bertahan dengan Allah telah diciptakan. Jika mereka berhadapan muka dengan seseorang, mereka menasehati untuk tetap memandang ke atas (memikirkan Tuhan). Tipe ibadah ini adalah level yang paling unggul.

Sekarang orang mengacu pada kategori relevan mereka. Jika seseorang adalah orang ibadah dengan lidah, dia tidak bisa menjadi diantara orang-orang ibadah hati; jika orang ibadah hati berada diantara orang ibadah lidah, dia tidak akan menemukan kepuasan di sana. Yang terhebat dari semua ibadah adalah mereka yang diberkati dengan Penglihatan, tetapi orang-orang semacam itu jarang, mungkin satu atau dua orang di seluruh dunia. Jadi, seandainya satu atau dua orang meraih status ini, maka apa yang akan dia lakukan berikutnya? Ada banyak jumlah orang ibadah hati, sementara orang ibadah dengan lidah adalah lebih banyak lagi dan orang ibadah melalui telinga adalah yang terbanyak. Itulah mengapa Quran suci mengatai mereka yang memiliki keserupaan dengan binatang.

Menyebut naat juga ibadah dan juga qawwali. Orang-orang mengatakan itu haram, tetapi bukan. Aktivitas apapun yang menciptakan cinta untuk Allah dan utusanNya Muhammad (SAW) dan membuat seseorang mengingat mereka, tidak haram. Sekarang prioritas lebih diberikan pada hafidz (penghafal Quran), yang membacakan quran suci pada yang lain. Dan mereka yang menyebut “Allah Allah” sepanjang waktu memiliki keunggulan dibanding hafidz; lebih unggul dari sebelumnya adalah mereka yang melihat Allah, tetapi yang lebih ditinggikan adalah mereka yang Allah lihat.

Sekarang kita harus melengkapi semua tingkatan, tetapi kita berada pada satu poin dan tidak berkembang. Dari sudut pandang duniawi, seseorang yang memiliki gubuk mencoba untuk membangun sebuah rumah; jika dia telah mendapatkan rumah, dia mencoba untuk memiliki bungalow, mobil, dan banyak keinginan lain. Sama halnya juga situasi dalam keimanan. Kita berharap untuk menjadi terbebas dari dosa dengan bantuan ibadah yang kita lakukan. Itu benar bahwa semua anggota masyarakat Muslim akan diberi pertolongan. Tetapi bagaimana dengan yang Quran katakan: Apakah orang-orang ini mengira bahwa kami akan membawa mereka sebanding dengan mereka dengan perbuatan-perbuatan baik?” Anda akan diberi pertolongan dan jika itu hanya untuk surga maka itu hanya akan ada satu, mengapa Allah telah menciptakan tujuh surga? Dan mereka juga orang semacam itu adalah lebih baik daripada lainnya. Surga terbaik adalah untuk para pecinta sejati. Karena tujuh surga diciptakan, dengan cara yang sama ada tujuh makhluk di dalam anda. Satu melakukan ibadah melalui makhluk hati/Qalb, akan layak dengan Khuldi; Jika ibadah dilakukan dengan diri/Nafs, dia akan berhak atas Firdaus. Tanpa ini (hati dan Nafs), ibadah tidak mungkin memberi pertolongan. Bahkan jika diberikan pertolongan, seseorang tidak akan sebanding dengan yang sebelumnya dan akan tinggal sebagai pelayan mereka. Dia akan selamat dari api neraka, tetapi akan menjadi pelayan dari mereka yang diberkahi surga. Dia kemudian akan menyesal dan menyadari bahwa dia memiliki hati yang jika dia telah gunakan itu untuk berdzikir “Allah Allah”, dia akan telah setara dengan mereka. Orang ibadah hati akan berharap bahwa dia akan telah melakukan ibadah jiwa dan memasuki Darus Salam. Kategori-kategori orang semacam itu unggul atas yang lain. Percayalah bahwa kehidupan ini yang kita anggap sebagai kehidupan, tetapi adalah sebuah mainan. Ketika anak-anak memegang mainan di tangan mereka dan setelah beberapa waktu membuangnya, hal yang sama dengan mainan itu adalah dunia ini. Hal nyata terselubung di dalamnya adalah ruh dan tubuh ini adalah rumah bagi ruh ini. Seorang anak yang ditegaskan wujudnya oleh sebuah tubuh adalah anak dari tubuh tetapi bukan anak dari ruh-ruhnya; itu terbuat dari tanah liat. Ruh itu tidak punya ayah atau anak dan semua diciptakan oleh Allah pada hari yang sama. Mereka yang merupakan ayah dan anak, ruh-ruh mereka akan berkata di akhirat bahwa mereka dulu biasa tinggal bersama di rumah. Pada saat Sur (terompet hari kiamat) tertiup, semua hubungan darah akan lenyap (Quran).   

Setelah hari kiamat, ruh-ruh ini akan mendapatkan semacam tubuh yang jika dimasukkan dalam api, mereka akan merasakan sakit, tetapi tidak akan mati. Ini adalah rahasia bahwa sangat sedikit orang yang tahu tentang itu. Jika banyak orang memiliki pengetahuan ini, maka tidak akan ada 72 sekte diantara muslim. Ini tidak diketahui siapa yang merupakan orang ibadah melalui telinga, melalui lidah, melalui hati atau melalui penglihatan. Orang harus selalu berusaha keras; mungkin dia adalah orang ibadah melalui penglihatan.

Itu disebutkan dalam kitab Ghousia bahwa ketika Santa Abdul Qadir Jailani (RA) berangkat dari dunia ini dan menuju dunia abadi, salah satu santa dengan status tinggi pada masa itu mengunjungi beliau di dalam mimpi dan bertanya, “Oh yang mulia Sheikh Shahib (Santa Jailani), bersediakah memberitahu bagaimana anda berhubungan dengan pertanyaan-pertanyaan Munkir dan Nakir (dua malaikat yang ditunjuk untuk menanyai orang, ketika dia mati dan dikubur di kuburan, pertanyaan-pertanyaan tertentu).” Beliau menjawab, “Kamu harus pertama menanyaiku bagaimana mereka melarikan diri dari pertanyaanku.” Dan kemudian mengatakan, “Oh, anda manusia Allah, dengar! Ketika dua malaikat ini mendatangiku dan bertanya padaku siapa Tuhanku, aku memberitahu mereka bahwa menurut cara Islam, pertama datang adalah memberi hormat dan berjabat tangan sebelum memulai pembicaraan. Tidak ada tradisi memasuki pembicaraan tanpa penghormatan dan jabat tangan. Ini membuat para malaikat itu malu, jadi mereka memberi hormat dan mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dan aku memegang erat tangan mereka dan memberitahu mereka bahwa sebelum pertanyaan mereka, aku punya satu pertanyaan pada mereka. Mereka bertanya apa itu. Aku memberitahu mereka bahwa ketika Allah berkehendak, Dia menciptakan Adam dan menunjuknya sebagai kalifah di Bumi. Allah berkata, Aku membuatmu menjadi kalifah di bumi (Al Baqarah 30). Pada ayat ini semua malaikat dengan tiba-tiba berkata, Apakah Engkau menunjuk seseorang yang akan membuat kejahatan di Bumi dan menumpahkan darah, dan kami disini untuk memujaMu dan menyatakan kebesaranMu (Al Baqarah 30). Jadi ada beberapa keberatan pada pernyataan kalian (malaikat). Keberatan pertama adalah bahwa kalian berharap Allah untuk berkonsultasi pada kalian dalam perintah-perintahNya, sementara Dia adalah di atas semua kebutuhan dan tidak menginginkan konsultasi. Kedua, kalian menunjuk kejahatan dan pertumpahan darah pada semua manusia, tanpa pengetahuan bahwa akan ada banyak orang dengan status yang unggul dan lebih tinggi daripada yang kalian para malaikat miliki. Keberatan ketiga adalah bahwa kalian melakukan kekasaran dengan menganggap kalian memiliki lebih banyak pengetahuan daripada yang Allah miliki. Kalian menyadari kesalahan kalian ketika Allah berkata, Aku tahu yang kamu tidak tahu. Sekarang jawablah keberatanku setelah itu aku akan menjawab pertanyaan kalian, dan aku tidak akan meninggalkan kalian hingga kalian menjawab semua pertanyaanku.”

Sang narator berkata bahwa Munkir dan Nakir menjadi bingung dan pusing atas keberatan Santa Abdul Qadir Jailani (RA) dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Mereka sangat berpikir keras tetapi tidak mampu memberikan jawaban. Jadi mereka ingin menghilang dari sana dengan melepaskan tangan mereka dengan menggunakan kekuatan malaikat mereka sehingga mereka bisa melarikan diri dari menjawab keberatan yang disampaikan oleh Mahbub Subhani (kekasih Allah) (RA) tetapi kekuatan malaikat mereka tidak dapat berdiri sebelum orang hebat ini yang memiliki kemampuan untuk mengunjungi samudra-samudra dan langit-langit. Di sisi lain, tanpa menjawab keberatan ini, tidak mungkin untuk membebaskan tangan mereka dari cekalan beliau yang kuat. Sebagai konsekuensinya, mereka terpaksa berkata bahwa mereka belum bisa menjawab itu sendiri tetapi semua malaikat berpartisipasi dalam dialog ini, dan oleh karenanya keberatan ini harus dijawab oleh mereka semua. “Jika anda melepaskan tangan kami, kami akan pergi pada mereka dan minta klarifikasi atas keberatan-keberatan ini.” Beliau berkata, “Apa yang akan kulakukan jika kamu tidak kembali? Jadi aku membiarkan salah satu dari kamu pergi sehingga dia akan pergi ke malaikat-malaikat yang lain dan meminta jawaban atas pertanyaanku, sementara yang satunya harus tinggal di sini.” Jadi beliau membiarkan salah satu dari mereka pergi. Malaikat ini pergi ke teman-temannya dan memberitahu seluruh peristiwa itu, tetapi mereka semua putus asa tentang jawabannya. Pada saat itu Allah menyampaikan pesanNya melalui para malaikat bahwa keberatan mereka tentang Adam termasuk seluruh manusia, oleh karenanya mereka harus muncul di hadapan orang terkasih tersebut dan kesalahan mereka akan dimaafkan, dan sebelum dia (Santa Jailani RA) memaafkan, malaikat yang ditahan tidak akan dilepaskan. Pada akhirnya, semua malaikat mendatangi orang terkasih Allah (RA) dan meminta maaf. Allah juga menyatakan pujianNya. Ghous Al Azam (Santa Jailani RA) dengan penuh hormat menyatakan di hadapan Allah, “Oh sang Pencipta segalanya, oh Maha Benar yang hebat, tolong maafkan pengikut saya dengan berkah ampunan dan keagunganMu da bebaskan mereka dari pertanyaan Munkir dan Nakir, dan saya akan memaafkan para malaikat ini atas kesalahan mereka.” Sebuah pesan diterima dari Allah yang berkata bahwa doanya diterima, jadi dia harus memaafkan para malaikat. Itulah kemudian bahwa Santa Abdul Qadir Jailani (RA) membebaskan para malaikat dan mereka kembali ke alam malaikat mereka (Gulistan Auliya)

 

<kembali ke indeks>

 

BAB III

 

1. Kategori Ibadah

Ibadah ada dua tipe; pertama adalah ibadah luar dan diketahui oleh semua orang dan yang kedua adalah ibadah tersembunyi yang tidak diketahui bahkan oleh orang-orang tua pada saat ini (orang-orang tua telah melupakan ibadah ini). Pada era keegoisan ini, setiap orang terlihat menjadi musuh bagi yang lain, padahal Rasulullah telah memberitahu bahwa sesama Muslim adalah saudara. Bagaimana persaudaraan ini menjadi sekterianisme? Dan bagaimana mereka dapat terbebas dari iblis? Mari kita pikirkan dua aspek ini. Setan, musuh abadi kita memiliki kekuatan untuk masuk ke dalam darah manusia. Menurut Nabi suci Muhammad (SAW) berkata, “Setan sedang mengalir ke dalam otot-ototmu.” Kemudian ada ruh-ruh (tubuh spiritual) di dalam manusia yang juga terhubung dengan otot-otot ini. Ketika seseorang melakukan ibadah luar dengan lidah, efek ibadah tidak mencapai ruh-ruh ini dan darah yang mengalir ke dalam otot-otot ini, karena keduanya ada di dalam tubuh manusia. Ibadah luar dari orang semacam itu adalah seperti contoh seekor ular yang tinggal di dalam sebuah lubang, sementara orang itu memukul-mukulkan tongkat kecil di tanah di luar lubang itu. Tentu saja ular itu selamat di dalam dan tidak terpengaruh oleh tongkat ini. dengan cara yang sama, secara lahiriah kita sedang membaca Quran suci, berdzikir, sholat tetapi setan yang ada di dalam otot-otot kita tidak terpengaruh oleh ibadah luar ini. Setan tidak akan melarikan diri dari otot-otot ini sebelum cahaya masuk ke dalam otot-otot kita melalui darah dan ruh-ruh yang ada di dalam manusia belum diterangi dengan cahaya ini.

 

2. Kesantaan itu Bukan Warisan

Pertanyaannya adalah bagaimana cahaya ini akan masuk ke dalam otot-otot manusia, bagaimana ruh-ruh di dalam manusia akan diterangi dan setan terusir keluar dari tubuh manusia? Untuk menemukan jawaban, orang-orang menunjuk pada aspek-aspek yang terhubung pada hubungan-hubungan ini dan melakukan baiat tidak wajar (Faqr) dan kemudian kita kenal sebagai Naqashbandi, Chishti, Suharwardi dan Qadiri. Tetapi sayang sekali bahwa sekarang sejumlah besar orang telah melakukan baiat dengan salah satu dari pemandu dari silsilah ini dan terhubung dengan mereka, tetapi sebagian besar dari mereka tidak mampu untuk tahu rahasia ini sebagai alasan bahwa rahasia dan keberuntungan orang ini didapat dari santa-santa sempurna Allah. Mereka yang terhubung dengan para santa ini, tetap sukses. Anak-anak dari para pengikut ini mengikuti anak-anak para santa ini dan silsilah berlanjut. Ingatlah bahwa kesantaan bukanlah warisan. Jika segala sesuatu harus diwariskan, maka itu adalah kenabian yang paling unggul. Ketika anak dari setiap nabi tidak bisa menjadi nabi, maka bagaimana anak dari setiap santa dapat menjadi santa? Itulah mengapa mereka yang memperoleh kedudukan kesantaan dari leluhur mereka dengan cara warisan, tetap kosong dan tidak efektif.

 

3. Apakah Kesantaan itu?

Orang menyebut semacam anak dari seorang santa sebagai orang mulia karena dia telah memiliki jenggot dan sholat teratur. Tetapi ingat bahwa ada banyak perbedaan antara sholat yang dia lakukan dengan yang biasa lakukan oleh ayahnya yang merupakan santa. Ini karena ketika Allah menyeleksi seseorang sebagai santaNya, Dia, paling tidak sekali, memberikan berkahNya dan pandangan cinta kepadanya. Pada saat itu, santa itu kehilangan kesehatan jiwa (akal) nya dan menjadi orang yang terserap (Majzub). Jika dia tidak tahan dengan berkah dari Allah, dia mati dan jika dia tahan dengan berkah itu, dia menjadi orang terkasih Allah. Kemudian selanjutnya pandangan ampunan mulai ditunjukkan padanya 360 kali sehari. Jika dia menjadi yang terserap, dia akan melempari orang-orang dengan batu, memukul mereka dengan tongkat kecil, menyakiti mereka dll. Tindakan menyakiti dan memukul olehnya adalah hasil dari berkah. Di sisi lain, ketika berkah itu dapat ditahan dan seorang menjadi terkasih, maka pandangan ampunan Allah turun pada tubuhnya. Sebuah pandangan penuh ampunan Allah membakar habis tujuh dosa besar dan oleh karenanya hanya dalam satu hari, 2520 dosa besar santa tersebut terbakar menjadi abu. Suatu momen datang ketika semua dosa-dosanya terbakar habis, dengan cara yang sama, meninggalkan catatan tanpa dosa di buku amalannya, dan dia bebas dari dosa. Pandangan ampunan tetap turun padanya sepanjang waktu dan kemudian pandangan ini, dengan anugerah Allah mulai membakar dosa-dosa para pencarinya, pengikutnya, dan orang-orang beriman. Suatu hari datang ketika semua orang hadir dalam perkumpulan santa tersebut juga menjadi terbebas dari dosa mereka. Ini adalah alasan bahwa para sahabat Nabi menghabiskan waktu terbanyak mereka dalam pertemuan dengan beliau. Hanya karena pertemuan yang dimuliakan ini, setiap sahabat, bahkan tanpa dzikir dan ibadah menyendiri, memperoleh tempat yang lebih tinggi daripada mereka para santa, karena pandangan ampunan yang terus tersiram atas Nabi Suci (SAW) siang dan malam, itulah mengapa mereka yang menghadiri perkumpulan beliau memperolah status tinggi persahabatan, tanpa ibadah menyendiri dan dan dzikir, sementara mereka yang menjauh dari persahabatan Nabi Suci (SAW) menjadi munafik dan terusir dari keimanan bahkan meskipun mereka sholat malam. Di sisi lain, ketika pandangn ampunan turun kepada mereka yang terkait dengan peristiwa Ashabul Kahfi yang memiliki anjing di dekat mereka dan dengan berkah pandangan penuh ampunan Allah, anjing itu pun juga menjadi Hazrat Qitmir RA.

Ini adalah pandangan ampunan itu yang membangunkan bagian dalam manusia dan ketika Nabi Suci (SAW) dalam persahabatan beliau memberikan pandangan penuh ampunan, itu membangunkan bagian dalam kita seperti yang dilakukan pada para sahabat, kemudian apa yang harus kita lakukan? Dengan nama Allah dan Nabi Suci (SAW) dan hamba-hamba Allah, ada pendar cahaya dan keagungan, jadi kita harus memasukkan cahaya ini pada setiap pembuluh darah kita.

 

4. Bagaimana Cara Memasukkan Cahaya ini?

Pujian dengan tasbih ada dua jenis. Pertama, tasbih yang terbuat dari batu, nyata, bunyi tik dan lidah bersama-sama dalam penyebutan “Allah Allah”. Itu menyebut sholawat juga. Jenis tasbih ini tentang jari-jari yang tampak dan tidak terhubung dengan bagian dalam manusia. Tipe kedua tasbih, Allah telah tempatkan di dalam anda, dan itu juga berbunyi tik dan diketahui sebagai tasbih hati. Ketika dengan tik tasbih batu, lidah menyebut “Allah Allah”, dengan cara yang sama dengan detak jantung, “Allah Allah” disinkronkan. Setelah beberapa hari latihan, detak yang kosong mulai membuat suara Allah Allah. Tasbih dengan hati berlanjut 24 jam sehari tetapi tasbih yang terbuat dari batu tidak dapat digunakan 24 jam sehari. Tasbih dengan hati melakukan penyebutan “Allah Allah” sepanjang waktu yang mengubah detak jantung menjadi bunyi “Allah Allah” yang berlanjut bahkan ketika orang itu sedang makan, bekerja, berjual beli atau bahkan tidur. Detak ini mendorong darah, oleh karenanya pendar cahaya Allah sedang dibuat untuk mencapai semua pembuluh darah dan itu mengusir setan keluar dari pembuluh darah manusia, dan ruh-ruh terbangun dan mengambil cahaya “Allah Allah” sebagai makanan mereka. Ini adalah cahaya yang memelihara dengan baik ruh-ruh ini.

“Ada sebagian orang yang melakukan ibadah pada saat terjaga tetapi mereka dianggap sama seperti orang yang sedang tidur, dan ada sebagian yang tidur di dipan mereka tetapi dianggap seperti mereka yang hidup terjaga, karena secara lahiriah mereka tidur, tetapi hati mereka sedang mengatakan “Allah Allah” (dalam ibadah).” Tentang orang yang sama, Allah berkata di dalam Quran suci, “Diantara para hambaku, ada sebagian yang menyebutku saat berdiri, duduk dan bahkan berbaring.” Ini lebih jauh dikatakan di Quran suci bahwa

 

“Berjual beli tidak membuat mereka yang mengingat Allah menjadi lalai.”

(An Nur 37)

 

Seseorang yang telah mengubah detak jantungnya menjadi menyebut “Allah Allah”, berdirinya, duduknya, berjalannya, bercakap-cakapnya dan bahkan tidurnya, semua perbuatan dianggap sebagai ibadah, sepanjang waktu, di mata Allah. Tentang jenis orang yang sama, Sultanul Arifin Hazrat Sultan Haq Bahu (RA) menyatakan, “Sebagian orang yang terjaga pada kenyataannya tidur sementara sebagian yang tidur pada kenyataannya terjaga.” Nabi Suci (SAW) berkata, “Kami benar-benar tidur tetapi hati kami tidak.” Menurut Baba Bhulle Shah (RA)

 

“Orang-orang hanya lima kali, tetapi seorang pecinta sejati (mengunjungi kekasihnya) sepanjang waktu; orang-orang di masjid-masjid sementara para pecinta sejati mendapati diri mereka sendiri sebenarnya di kaki yang Tercinta.”

 

Itu artinya bahwa mereka yang mengingat Allah 5 kali sehari (sholat juga termasuk dzikir) mereka selalu di Masjid ketika mereka sholat berjamaah teratur, tetapi mereka yang mengingat Allah sepanjang waktu, target mereka adalah mencapai kaki Nabi Suci (SAW) (yaitu majelis Muhammad SAW) dan mereka berhasil dalam mencapainya. Sekarang ampunan untuk semua dunia (rahmatulil alamin) bermanfaat dan menjadi sangat ramah kepada orang itu. Pada saat itu orang itu berpikir tentang apa yang sedang terjadi di langit/surga, dan dengan pikiran itu, itu (tubuh spiritual) terbang ke atas, para malaikat mencoba untuk menghentikannya, tetapi dia tidak berhenti. Para malaikat mengira bahwa dia yang mencapai di luar Baitul Makmur akan terbakar habis karena bahkan para malaikat tidak punya akses ke tempat tujuan tersebut. Tetapi kemudian para malaikat menyaksikan bahwa dia yang sedang dibicarakan pergi ke luar dari Baitul Makmur dan mencapai sana dimana Allah berada; dimana Nabi Suci (SAW) mencapai dengan tubuh fisik beliau pada malam Isra Miraj. Pada poin ini para santa Allah mencapai sana dengan berkah dari Nabi Suci (SAW), dengan tubuh-tubuh spiritual mereka, dan para malaikat harus mengakui bahwa manusia secara pasti adalah yang terbaik dari semua ciptaan. Segala sesuatu harus merasakan kematian. Setiap manusia, baik atau jahat, harus menghadapi kematian suatu hari. Menurut keyakinan kita, setelah kematian, jiwa dari setiap orang pergi ke langit. Kemudian pernahkah kita berpikir mengapa kita mengunjungi makam suci. Jika jiwa-jiwa telah pergi ke langit, apa yang tersisa di makam? Tahukah anda bahwa makhluk-makhluk (tubuh spiritual) di dalam anda terbangun melalui penyebutan Allah Hu merupakan tambahan (selain dari jiwa yang pergi ke langit) dan sama halnya, dengan wujud santa, tinggal di makam dan memberkahi makhluk-makhluk Allah. Mereka sholat di makam, berdzikir Allah hingga hari kiamat dan oleh karenanya pahala diberikan kepada tubuh-tubuh spiritual ini. Pada saat Isra Miraj, ketika Nabi Suci (SAW) melalui makam Musa (AS), beliau melihat Musa (AS) sedang sholat dan segera ketika Nabi mencapai langit, beliau menemukan Musa (AS) di sana juga.

 

5. Jenis Orang

Orang ada dua macam, Arif dan Ma’arif. Arif adalah orang yang melakukan ibadah keras dan latihan spiritual, menjaga perutnya lapar bahkan selama 40 hari. Di dalam orang ini, Allah mengisi pendar cahayanya. Kalau untuk Ma’arif, luarnya dia sholat dan puasa sebanyak yang diwajibkan, tetapi dia membangunkan diri bagian dalamnya yang berdzikir Allah selama 24 jam. Dengan cara yang sama ketika manifestasi Allah ditetapkan atas makhluk Ma’arif, makhluk tersebut menjadi jiwa seorang santa. Arif diberi kesantaan secara fisik dan tubuh itu menghadiri majelis Nabi Suci (SAW), sementara Ma’arif mendapatkan kesantaan melalui makhluk dalam tubuh (tubuh spiritual). Seorang Ma’arif mendapati seorang Arif di majelis Nabi Suci (SAW) dan berkata kepada dirinya sendiri, “Betapa beruntung dia yang hadir dengan tubuh fisiknya dalam majelis Nabi. Sementara itu Nabi Suci (SAW) berbicara kepada seseorang dan Arif bertanya, “Tuanku, kepada siapa anda sedang berbicara, karena saya tidak melihat siapapun?” Sebagai jawaban, Nabi Suci berkata, “Aku sedang berbicara kepada orang itu yang tubuhnya di dunia dan tubuh spiritualnya bersamaku.” Pada saat itu, orang-orang Arif iri kepada orang semacam itu dan tiba-tiba berkata, “Betapa beruntung mereka orang-orang Ma’arif yang tubuh mereka di dunia dan mereka hadir di sini (dalam majelis Nabi) juga. Smentara itu adalah saatnya untuk sholat dan diperintahkan bahwa semua orang-orang Arif harus pergi dan sholat sementara sholat dari mereka orang-orang Ma’arif dilakukan melalui makhluk tersembunyi mereka, diimami oleh Nabi Suci (SAW). Seorang Ma’arif, bahkan setelah kematiannya, tetap sholat di belakang Nabi Suci (SAW). Kesantaan tubuh berakhir dengan tubuh. Seorang Ma’arif mendapatkan kesantaan melalui makhluk dalamnya oleh karenanya setelah kematian, makhluk itu, bahkan tinggal di makam, memberi berkah kepada orang-orang.

 

6. Garansi atas Iman Islam

Seorang Inggris pernah di Gujranwala berkata, “Saya percaya Islam menjadi iman yang sejati. Islam menyuruh berhenti minum (alkohol) yang mulai saya patuhi. Saya juga mulai sholat dan berbuat sesuai dengan ajaran islam, tapi semua ini tidak dijamin apakah saya akan masuk neraka atau surga dan apakah semua ibadah saya diterima Allah atau tidak.” Jawabannya adalah bahwa tidak ada perbuatan baik tanpa garansi dan tak ada sholat yang diterima tanpa garansi. Jika seseorang melakukan sholat dan bentuk ibadah lainnya selama 25 atau 30 tahun dan kemudian bergabung dengan salah satu sekte sesat dari Deobandi atau Mirzai, maka ibadah semacam itu menjadi sia-sia. Tetapi anda harus yakin bahwa iman Islam memberi jaminan untuk setiap perbuatan. Dalam sehari anda akan menyadari kebenaran dari jaminan ini bahwa anda akan tahu melalui hati anda. Ketika seseorang diberkahi dengan dzikir hati, para malaikat membawa orang ini ke atas ke Baitul Makmur. Allah bertanya pada makhluk di Baitul Makmur tentang siapa yang telah membawa orang itu ke sana. Sebagai jawaban, mereka dengan rendah hati berkata bahwa si fulan yang telah membawa. Pertanyaan berikutnya dari Allah adalah “Mengapa?’ Untuk yang ini dijawab bahwa untuk mengulurkan tangan tanda persahabatan denganNya. Allah kemudian bertanya apakah ada penjamin baginya, dan pada saat itu Santa Abdul Qadir Jailani (RA) datang membantu. Mereka yang dulunya biasa mencintai dan menyayangi Santa Abdul Qadir Jailani (RA), membacakan fatihah Giyarhwin sharif, perbuatan ini membantu mereka pada saat itu dan oleh karenanya Santa Abdul Qadir Jailani (RA) menjadi penjamin mereka. Setelah itu Allah bertanya tentang siapa yang akan menjadi saksi mereka. Pada poin ini, para santa dan orang-orang suci yang makam mereka biasa dikunjungi oleh orang itu dengan cinta dan kasih sayang yang dalam, akan menjadi saksinya dan fakta ini pada akhirnya diverifikasi oleh Hazrat Muhammad (SAW). Setelah itu barulah orang itu memperoleh status dzakir dengan hati. Jadi, ada secara pasti, garansi bahwa ibadahnya diterima.

 

7. Berkah Spesial dari Allah

Setiap orang paham bahwa Allah menganugerahkan berkah spesial atasnya. Jika dia ditanyai bagaimana dia berpikir begitu, dia menjawab bahwa dia telah mendapatkan mobil, bungalow dan banyak uang yang semua itu terkait dengan berkah Allah. Orang lain dengan argumen yang sama memberitahu bahwa semua anak-anakku mendapat pekerjaan yang bonafid, anakku si fulan bekerja di luar negeri dan mengirimiku banyak uang dari sana, terlebih lagi aku telah mendapatkan tanah dan rumah yang merupakan bukti bagus atas berkah Allah padaku.

Ketika orang ketiga, yang mengakui berkah Allah atasnya, ditanyai pertanyaan yang sama, dia memberitahu bahwa meskipun dia sudah tua, Allah telah memberinya keberanian dan kekuatan, dan itu tidak lain adalah berkah Allah. Saya akan katakan bahwa jika semua kemewahan duniawi itu sendiri merupakan berkah dari Allah, maka para non Muslim memilikinya berlimpah, bahkan lebih dari yang anda punya. Jadi, apa berkah spesial Allah yang anda nikmati? Anda mendapat hal-hal yang sama yang non Muslim dapatkan. Saya beritahu bahwa jika anda ingin mengamati dan mengalami berkah Allah, maka dapatkan ijin dari pemandu sempurna untuk dzikir hati; buat dzikir ini sebagai praktik teratur dan ikuti petunjuk yang diberikan. Kemudian setelah beberapa hari, jika hati anda mulai bergetar dengan dzikir Allah, anda harus paham bahwa anda telah dianugerahi atas berkah spesial dari Allah (karena Dia punya kewenangan atas semua hal-hal duniawi pada orang-orang di dunia ini, tetapi kewenangan atas hati adalah olehNya sendiri dan Dia mengijinkan orang yang Dia kehendaki, untuk dzikirNya). Berkah Allah tidak semuanya di sini, tetapi itu itu dinyatakan dalam Quran suci bahwa

“Ingatlah Aku, Aku akan mengingatmu.” (Al Baqarah 152)

Ingatlah bahwa anda menyebut seseorang yang menjadi teman anda. Jika meskipun dengan usaha-usaha itu anda tidak merasakan apapun, itu akan membuat anda frustasi atau pikiran anda menjadi berpaling, anda harus paham bahwa anda tidak memiliki berkah Allah atas anda, jika tidak, Dia akan memasukkan anda ke dalam golongan mereka yang menyebut namaNya.

 

8. Dzikir dengan Detak Jantung

Cara berdzikir kita terkait dengan detak jantung dan kita menyinkronkan “Allah Allah” dengan detak jantung. Sungguh terpuji hati, sebelum 40 tahun memampukan anda untuk menyebut nama Allah melalui hati, karena setelah umur 40 tahun, detak jantung manusia menurun dan pada poin itu, sangat sulit untuk menyinkronkan detak jantung dengan nama Allah. Tetapi mereka yang berhasil menyebut nama Allah (dengan detak jantung) di masa muda mereka, mereka mencapai sukses dalam waktu singkat, karena mereka telah mendapatkan detak jantung yang lebih kencang dan oleh karenanya orang-orang muda ini sukses dalam bidang pemikiran dan dzikir. Ketika orang-orang tua melihat orang-orang muda ini, mereka mengungkapkan ketidakmampuan mereka untuk memahami mengapa hati mereka tidak fasih dalam berdzikir nama Allah sementara para anak muda itu adalah anak-anak di mata mereka dan ketika hati dari anak-anak itu dapat melakukan dzikir, mengapa mereka tidak?

Sesungguhnya ini waktu yang tepat bagi anak muda, dan mereka yang sibuk bekerja pada saat yang tepat, mereka mendapatkan sukses sejak awal, sementara mereka yang mengawali pekerjaan pada tahap berikutnya (setelah 40 tahun), mereka menghadapi dua situasi; pertama adalah bahwa mereka mungkin sukses tetapi hanya setelah banyak penderitaan dan usaha, dan kasus kedua adalah kegagalan mereka sejak waktu yang tepat telah berlalu. Namun demikian, orang-orang semacam itu perlu untuk membuat usaha yang lebih, berkonsentrasi sebanyak mungkin, setelah 5 atau 7 hari dalam ibadah menyendiri dan menyebut nama Allah dan ini adalah satu-satunya cara kesuksesan mereka.

 

9. Dzikir Melenyapkan Kesombongan dan Kekikiran

Ibadah luar belaka pun kadang-kadang menyebabkan kesulitan pada orang. Anda sholat 5 waktu teratur dan orang-orang mengagumi anda atas sholat rutin anda dan pujian ini menciptakan kesombongan dan kebanggaan di dalam anda. Orang lain memuji anda atas sholat malam anda dan lagi lagi anda merasa bangga dan tinggi hati. Orang lain memuji dan menghormati anda dan atas penghormatan ini dia mencium tangan anda atau kaki, dan lagi lagi anda menjadi sombong dalam diri anda. Sekarang, bagaimana cara mengusir kesombongan dan bangga diri ini keluar dari diri seseorang yang tidak berada dalam kendali anda. Kesombongan yang sama menyebabkan bencana bagi Izazil. “Kesombongan Izazil menghancurkannya.”

Tetapi rasa bangga diri ini diusir keluar oleh dzikir Allah, ketika nama Allah bergabung dengan detak jantung anda, dan sehingga dada anda tetap aman dari rasa bangga diri dan kesombongan. Menurut sebuah Hadits, Siapapun yang memiliki (bahkan) kesombongan dan kekikiran paling ringan, tidak layak masuk surga.” Untuk mengusir keluar kesombongan dan kekikiran dari diri anda, Allah telah menganugerahkan namaNya yang harus disebut sepanjang waktu. Bentuk ibadah lain terikat dengan wudzu, tetapi untuk ibadah ini, itu tidak wajib. Anda bisa melakukan itu tanpa wudzu, berbaring atau berjalan-jalan, bekerja atau makan: sepanjang waktu anda dapat melakukan dzikir ini. Dalam kasus ibadah lain, sebuah kesalahan menghentikan ibadah, sebagai contoh, anda makan sesuatu tanpa wudzu dan seluruh dzikir anda hilang. Singkatnya, dengan setiap jenis ibadah, ada syarat, tetapi tidak ada syarat untuk dzikir Allah. Ketika salah mengucapkan Allah Hu, dzikir anda mungkin terganggu, tetapi manfaat dari penyebutan itu tidak sia-sia, melainkan nama Allah membereskan kesalahan dan kekeliruan anda. Menurut Quran suci,

 

“Pasti, perbuatan baik melenyapkan perbuatan buruk.”

 

 

10. Berkah Dzikir

Seorang petani, biasa berdzikir Allah Hu. Pada suatu hari pada saat dia sedang sibuk dengan pekerjaannya, dia merasa ingin mandi, jadi dia menghentikan sapi-sapinya. Seorang laki-laki muda berdiri di dekatnya memberitahu bahwa itu akan memerlukan waktu sekitar setengah jam sampai selesai di kamar mandi, jadi dia menawarkan diri kepada petani itu untuk menggantikan membajak sehingga dia dapat melanjutkan pekerjaan (si petani). Si petani menolak digantikan pekerjaannya. Ketika si petani kembali dari kamar mandi, laki-laki muda itu bertanya padanya mengapa dia menolak digantikan membajak dan membiarkan sekitar setengah jam berlalu tanpa hasil.

Petani itu berkata, “Aku melakukan dzikir Allah Hu sepanjang waktu, dan ketika aku melanjutkan dzikir ini selama membajak, itu akan membawa berkah dalam pembajakan ini, ketika aku menyebar benih ke tanah, mereka (benih) juga diberkati, ketika siap panen dan itu dibawa ke pasar, orang-orang pasar juga diberkati dan mereka yang di rumah dimana padi dan gandum ini pada akhirnya sampai, juga diberkati.

Ini perlu diyakini bahwa kelimpahan dzikir Allah Hu memperkuat keimanan anda, kehidupan anda, dan bisnis anda juga.

 

11.Apakah Sholat Cinta Sejati itu?

Pernah Hazrat Junaid Baghdadi (RA) bersama dengan orang mulia lainnya sedang melewati sebuah hutan ketika itu tiba waktu sholat. Kedua orang ini bersikeras satu sama lain untuk menjadi imam sholat karena menganggap masing-masing memiliki status yang lebih tinggi. Sementara itu seorang penebang pohon muncul di sana. Orang-orang ini ditanyai oleh si penebang pohon apakah dia boleh mengimami sholat. Si penebang pohon memberitahu bahwa itu bukan pekerjaan sulit sama sekali, dan dia menaruh kayu-kayunya dan mulai memimpin sholat. Selama sholat, sang imam kadang-kadang bersujud lama tapi juga kadang-kadang sangat tergesa bangkit dari sujud. Setelah sholat selesai, kedua orang mulia itu menanyai si penebang kayu alasan menghabiskan waktu lama dan sebentar pada saat sujud. Dia menjawab, “Ketika saya berkata ‘subhaana rabbiyal a’la’ saat sujud, saya dapat mendengar jawaban, ‘Aku di sini hambaku!’ Sebelum saya menerima jawaban ini, saya tidak bangkit dari sujud.” Jadi, inilah sholat cinta sejati. Kami masih menonjol dalam ibadah luar dan ibadah tambahan dan meskipun telah melalui bagian penting dalam hidup kami, kami belum mampu meningkat dalam hal ini, sementara menurut Hadits,

 

“Orang beriman yang tidak meningkat (menjadi lebih baik lagi) adalah haram.”

 

Jadi, ini haram bagi seorang beriman untuk berhenti dan stagnan. Oleh karenanya, anda harus maju dan meningkatkan kegemaran untuk sholat cinta sejati hingga anda mengorbankan hidup anda untuk tujuan ini. Jika terjadi begitu, anda akan dianggap sebagai syuhada.

 

12. Cinta dan Cinta Kasih (Ishq) Terhubung dengan Hati

Sumber nyata dari mencintai Allah dan utusanNya adalah sholawat sebagai cinta dan cinta sejati terkait hati, dan bukan lidah. Jika anda menyebut “Allah Allah” sepanjang hidup anda, dengan lidah anda, itu dapat menjadi ibadah tetapi bukan cinta, karena cinta datang dari hati. Jadi, ketika hati anda menyebut “Allah Allah”, penyebutan ini akan terbukti bermanfaat, dan Allah telah menyingkap namaNya tidak kepada nabi-nabi lain, kecuali kepada Hazrat Muhammad (SAW). Itulah mengapa nabi-nabi Bani Israel tidak dapat melihat Allah sementara itu bahkan pengikut Nabi Suci (SAW) diberkahi untuk melihat Allah. Ketika Musa (AS) berharap untuk melihat Allah, dia diberitahu oleh Allah bahwa dia tidak akan dapat tahan dengan penglihatan itu. Musa (AS) menanyai Allah lalu siapa yang punya kekuatan untuk tahan terhadap itu. Jawabannya adalah, “Teman terkasihku dan para pengikutnya.” Namun demikian, ketika Musa (AS) bersikeras, Allah benar-benar memperlihatkan kepada Musa (AS) cahayaNya sehingga Musa (AS) tidak dapat tahan dan pingsan, dan ketika sadar, beliau berharap bahwa Allah tidak menjadikannya nabi melainkan ummat Muhammad (SAW). Apa alasannya sehingga Musa (AS) pingsan ketika melihat Allah sementara Muhammad (SAW) bahkan ketika tiba di tempat tinggi Qaaba Qausain, sedang tersenyum. Perbedaannya adalah bahwa Musa (AS) telah mendapat nama sifat atau dzikir Rahman yang dia biasa lakukan dan tubuh beliau mengandung cahaya Ya Rahman. Tetapi cahaya sifat tidak akan tahan dengan perwujudan Allah, sementara di dalam tubuh Nabi Suci (SAW) Muhammad (SAW), ada cahaya nama Allah. Itulah mengapa cahaya nama Allah tersenyum ketika memandang Allah, dan dengan berkah Nabi Suci (SAW), nama itu disampaikan kepada bangsa/umat Muslim, dan perbedaan ini memberikan keunggulan kepada komunitas Muslim melampaui orang-orang dari semua nabi-nabi lain. Jadi ingatlah bahwa anda telah mendapatkan keunggulan ini hanya karena nama Allah, jika tidak, lebih baik daripada anda (ummat Muhammad SAW) adalah orang-orang yang menyebut Ya Rahman yang paling tidak memiliki cahaya nama sifat.

Jika anda menyebut nama sifat, sebagai contoh Ya Rahman, itu bisa saja bahwa anda akan secara otomatis menyebut Ya Haman. Haman adalah setan atau menyebut Ya Rahim, anda mungkin mengatakan ya Him – Him adalah dewi. Tetapi kata ‘Allah’ adalah satu satunya nama yang itu tidak berubah bunyi ketika diucapkan ‘Allah’ ‘Lah’ ‘Hu’. Semua ini adalah tanda bahwa untuk nama sifat anda harus membuat syarat, harus tetap dalam keadaan sudah wudzu; tetapi penyebutan Allah meliputi segala sesuatu; setiap manusia. Itulah mengapa, anda wudzu atau tidak, anda bisa berdzikir Allah ini sepanjang waktu.

 

13. Hasil Berkah Sholawat

Di masa sekarang, Allah telah mengirim namaNya di kota anda sehingga anda menyebarkan informasi ini, mempraktikkan, mengamati dan menikmati ini, jika tidak, cara memperolehnya dulu sangatlah sulit. Anda harus meninggalkan keluarga anda dan rumah, makan dedaunan dan barulah kemudian anda bisa mendapatkan Nama ini. Tetapi sekarang ada kepunahan dari pencarinya dan usaha-usaha sedang dilakukan untuk membangun pencari semacam itu. Praktik dzikir ini sangat mudah jika siapapun mau. Ketika detak jantung anda mulai menyebut “Allah Allah” 6 ribu kali sejam, fekuensinya melebihi 125 ribu. Ini mengejutkan para malaikat, karena mengira bahwa setelah itu anda tidak sholat itu akan menjadi dosa besar, tetapi anda membuat banyak penyebutan Allah, cahaya dzikir ini akan masuk ke seluruh tubuh anda dan memasuki hati anda. Sekarang hati anda akan menginspirasi anda untuk pergi ke Masjid dan sholat. Oleh karenanya hati anda akan membantu anda sholat. Kemudian itu akan menasehati anda untuk memanjangkan jenggot. Sebenarnya, anda akan mulai membenci dosa. Sholat itu benar-benar bagus, tetapi mereka yang tidak sholat, mereka harus berdzikir Allah dan dengan berkah ini, mereka akan tertarik untuk sholat. Saya percaya bahwa jika seorang pencari nama Allah mengingat Allah bahkan hanya selama 40 hari, dengan niat yang sungguh dan dengan cara yang benar, maka dia harus tahu bahwa Allah lebih Maha Pemurah hati daripada 70 ibu sekaligus, dan begitu membuka pintu rahmat dan berkah kepada orang semacam itu.

Tetapi ada satu kondisi bahwa harus tidak ada yang mengganggu dzikir Allah. Dia seharusnya tidak melakukan ini untuk melihat peningkatan dalam bisnisnya atau kesembuhan sakitnya, tetapi hanya dan hanya demi Allah, walau bisnis terganggu atau sakit tak kunjung sembuh. Mereka yang melibatkan sakit atau bisnis dalam dzikir ini, tidak dapat berhasil. Jadi, singkirkan semua kekhawatiran dan pikiran-pikiran itu, anda harus mengingat Allah dan anda berhasil kemudian. Terkait dengan dzikir ini, Allah akan menyuburkan bisnis anda, memberi kesehatan yang bagus dll. Anda harus berpikir bahwa ketika Allah dapat memberikan pertolonganNya atas non Muslim, lalu mengapa tidak Dia menyiramkan berkahNya kepada teman-temanNya.

 

<kembali ke indeks>

 

 

BAB IV

 

1. Para Pendosa dan Orang Sholeh

Dikatakan di dalam sebuah majelis bahwa sholat, ibadah dan perbuatan baik dari orang sholeh ditulis oleh Kiraman Katibin dalam catatan amalnya. Tetapi ibadah dan kesholehan mungkin menimbulkan kesombongan dan egoisme dalam diri orang juga. Jika seorang sholeh, menganggap dirinya sebagai semacam itu, memandang benci dan merendahkan pada orang yang mengabaikan sholat, ini dianggap kesombongan. Ini berangsur-angsur membuat dada orang itu menjadi hitam. Jadi orang semacam itu dengan bantuan sholat dan ibadah telah membenarkan kondisi luarnya, tetapi dia telah gagal untuk belajar cara untuk membersihkan bagian dalamnya, untuk membersikan dadanya dari keburukan dan kesombongan. Biasanya dalam diri orang sholeh, rasa bangga kesholehan dan kesombongan meningkat. Kadang-kadang Allah menganugerahi pertolongan spesial atas hambaNya dan dalam hal ini, Dia mempertimbangkan hati mereka, bukan perbuatan mereka. Allah mungkin menemukan hati seorang sholeh dipenuhi dengan egoisme dan rasa bangga diri. Jika begitu, Allah mengalihkan perhatianNya dari orang itu, oleh karenanya rasa bangga diri dan kesombongan dari orang sholeh akan menghancurkan perbuatan baiknya.

Jadi mari kita melihat pada si pendosa. Ketika orang melakukan sebuah dosa, Kiraman Katibin menulis perbuatan buruknya dan di sana muncul juga titik hitam di hati. Oleh karenanya, tidak hanya perbuatan, tapi hati juga dari seorang pendosa berubah menjadi hitam. Tetapi jika seorang pendosa mendapatkan nasihat yang diberikan dalam sebuah Hadits yang mengatakan,

 

“Bahwa untuk membersihkan segala sesuatunya ada sebuah cara dan pembersihan hati dilakukan dengan menyebut nama Allah.” (Mishkat)

 

Ketika pendosa melakukan dzikir Allah dan kata-kata “Allah Allah” membuat basis di detak jantungnya, hatinya menjadi transparan dan bercahaya dan meskipun buku catatan dosa-dosa sebelumnya tetap hitam, hatinya menjadi terang. Bantuan spesial Allah berlanjut atas orang-orang dan ketika Allah melihat ke hati pendosa tersebut, melihat kecemerlangan hatinya, Allah menjadi pemurah hati dan baik terhadap pendosa tersebut. Jadi Allah menaruh cintaNya pada hati itu dan ini menciptakan cinta pada nabi tercintaNya juga di hati. Ini karena nabi tercinta itu bukan Tuhan tetapi juga tidak terpisah dari Tuhan. Dengan cara yang sama, cinta kepada para santa muncul di hati itu dan untuk kasus semacam itu dikatakan,

 

“Pendosa mendapatkan akses ke makam suci (dari Nabi Muhammad SAW) sementara itu orang-orang sholeh terkejut melihatnya.” (Puisi)

 

Kesombongan orang sholeh menyia-nyiakan efek perbuatan baik mereka sementara dzikir oleh pendosa mengubah kegelapan perbuatan buruk mereka menjadi bersinar dan membawa mereka mendekat pada Allah.

 

2. Pendidikan Sejati

Ketika berceramah di berbagai majelis spiritual, Sarkar Gohar Shahi telah berkata bahwa di setiap kota, wilayah dan rumah, orang-orang dengan hati yang baik ditemukan. Kami sedang mengajari orang-orang ini untuk keluar dari dunia kebodohan dan untuk membersihkan hati mereka. Ini menyedihkan bahwa iman yang dibawa oleh Nabi telah mengecewakan sekarang. Hati orang-orang, yang bisa menjadi rumah Allah dan surga Allah, sedang mengalami kehancuran. Para pengikut Nabi Suci (SAW) telah menjadi bodoh dari pengetahuan sejati dan telah mengabdikan diri mereka sendiri kepada pengetahuan nyata dan rekayasa. Jika anda ingin datang ke pengetahuan sejati dan ibadah sejati, anda harus paham kenyataan bahwa dua jenis pengetahuan dan ibadah telah dipraktikkan sejak masa Nabi Suci (SAW).

Satu adalah pengetahuan lisan dan ibadah luar dan yang lain adalah pengetahuan dalam dan ibadah dalam. Selama masa Nabi Suci (SAW), mereka yang memberikan semua kepentingan pada pengetahuan dan ibadah luar dan menganggap pengajaran Quran saja sebagai standar petunjuk, tidak memperhatikan pada persahabatan dan ketaatan kepada  Nabi Suci (SAW), mereka terbukti munafik dan kemudian terusir dari keimanan, dan orang semacam itu menyebabkan kejahatan dalam keimanan. Tetapi mereka yang menganggap pada pribadi Nabi Muhammad (SAW) dan disamping pengetahuan dan ibadah lisan mereka, juga mempelajari cara melakukan ibadah melalui hati dan penyucian hati dengan menghadiri majelis bersama dengan Nabi Suci (SAW), mereka memenangkan status sahabat-sahabat Nabi Allah. Pengetahuan semacam itu dikenal sebagai pengetahuan dalam dan pengetahuan praktik (tarikat) dan pengetahuan ini nyata dan menguntungkan. Quran suci memberikan petunjuk tentang pengetahuan itu bahwa Khidzir mendapat pengetahuan dari Allah dan Allah memberikan pengetahuan tak terlihat tersebut kepada nabi-nabi yang Dia kehendaki. Dengan cara yang sama Hadits juga menunjukkan bahwa Hazrat Abu Hurairah menyatakan,

 

“Kami mendapat dua jenis pengetahuan dari Rasulullah – satu sudah diberitahukan kepada kalian dan kedua adalah semacam kealamiahan yang jika kalian diberitahu tentang ini, kalian akan membunuh kami.” (sumber: Israar-e-Haqiq)

 

Nabi berkata,

“Aku mendapat tiga jenis pengetahuan dari Allah.

Satu adalah untuk umum, satu untuk orang-orang spesial, dan ketiga adalah khusus untukku.”

 

Perbedaan antara pengetahuan luar dan dalam bertahan (hingga sekarang), juga dibuktikan dari perkataan dan peristiwa-peristiwa para santa Muslim. Hazrat Ibrahim bin Adham (RA) berkata, “Allah menganugerahiku perwujudanNya 70 kali dan setiap kalinya aku belajar lebih dari seratus hal, tetapi dari ini hanya empat hal aku jelaskan dan orang-orang menolak untuk mengikuti meski hanya empat ini.”

Maulana Rumi (RA) adalah ulama penting pada masanya. Pada suatu hari beliau sedang duduk di sekolahnya ketika seorang Darwis Shams Tabriz (RA) datang ke sana dan menunjuk pada buku-buku, dan bertanya apa itu. Maulana rumi (RA) menjawab bahwa itu adalah sesuatu yang dia (Tabriz) tidak punya pengetahuan tentang itu. Shams Tabriz (RA) mengambil sebuah buku yang ditulis dengan pena dan melempar itu ke air. Itu membingungkan dan membuat khawatir Rumi (RA). Lalu Shams Tabriz (RA)  mengambili buku keluar dari air dalam keadaan kering dan atas hal ini Rumi (RA) bertanya terheran-heran apakah itu. Shams Tabriz (RA) berkata, “Ini adalah jenis pengetahuan yang kamu tidak tahu.” Referensi dan peristiwa ini menerangkan pada kepentingan dan kenyataan dari pengetahuan dalam, tetapi para Muslim tetap melibatkan diri mereka sendiri dalam kitab dan pengetahuan luar dan tetap jauh dari pendidikan nyata dari dalam, menghasilkan perpecahan umat menjadi banyak sekte.

 

3. Setan Nyata

Orang-orang biasanya memandang rendah pada orang bodoh dan para pendosa dan menyatakan mereka sebagai setan sementara para pendosa malang ini adalah bukan setan sebenarnya, dan setan sebenarnya adalah orang yang begitu sempurna dalam pengetahuan yang dia ditunjuk menjadi guru para malaikat. Ketika dia beribadah, dia melampaui para malaikat tetapi dibawah pengaruh kebanggaan ibadah dan pengetahuan dan dengan tidak mengenali kewibawaan adam (AS). Dia dikuasai oleh kesombongan dan kecemburuan dan oleh karenanya ciri-ciri ini adalah benar-benar setan. Mereka yang sangat berhati-hati tentang sholat dan dzikir tetapi biasa untuk kesombongan, kecemburuan, dan kekikiran, mereka adalah benar-benar setan. Orang-orang ini membagi orang menjadi berbagai sekte, mengganggu para santa dan orang-orang semacam itu ada di setiap era. Orang-orang itu mendeklarasikan fatwa melawan pribadi hebat seperti Santa Abdul Qadir Jailani (RA).

 

4. Baiat Luar dan Baiat Dalam

Ini ditanyakan oleh seorang pelajar dalam sebuah pertemuan, apakah silsilah dapat berlanjut tanpa baiat luar. Santa gohar Shahi berkata bahwa baiat ada dua tipe – baiat luar dan baiat dalam. Baiat dalam juga dikenal sebagai baiat Owaisi. Nabi Suci (SAW) membaiat Owais Qarni (RA) dan dalam hal ini baiat Ridzwan adalah yang terkenal. Baiat Owaisi berakar dari Owais Qarni (RA). Karena Owais Qarni (RA) adalah pecinta sejati dan pengikut Nabi dan tidak dapat mengunjungi Nabi Suci (SAW) secara fisik, oleh sebab itu Nabi melakukan baiat dalam kepada beliau. Baiat luar membawa berkah melalui tubuh sementara itu sebagai hasil baiat dalam, seseorang mendapatkan berkah melalui jiwa. Owais Qarni (RA) dianugerahi jenis berkah spiritual yang sama. Berkah dalam dan berkah Owaisi berlanjut bersamaan dengan berkah luar. Ini penting untuk meyakini Nabi sebagai Nabi yang sedang hidup. Jika beliau hidup, maka kenyataan baiat dengan beliau dan baiat beliau atas orang lain juga dipercaya.

Perkataan Santa Abdul Qadir Jailani (RA) dan Sultan Bahu (RA) membuktikan bahwa mereka mendapatkan manfaat dan berkah dari Nabi Suci (SAW). Dengan cara yang sama, Abu Bakar Sidiq (RA) mengubah Abu Bakar Hawari (RA) dari seorang bandit menjadi seorang beriman dan kemudian membaiat beliau, memberi beliau kharqa (jubah). Kemudian, dari Abu Bakar Hawari (RA) silsilah Hawariya mulai. Imam Jafar membaiat Bayazid Bastami (RA) secara dalam. Faqir Nur Muhammad Sarwari Qadri (RA) diberkahi secara dalam oleh Sultan Bahu (RA). Santa Gohar Shahi lebih lanjut memberitahu bahwa baiat luar terkait dengan pelatihan tubuh sementara dalam kasus dalam, hati dibaiat. Ribuan orang sekarang sedang melakukan baiat luar tetapi mereka kasar dan merendahkan Nabi Suci (SAW) pada saat bersamaan dan juga mengatai yang tidak pantas kepada para sahabat dan para santa Tuhan. Tetapi dalam kasus baiat dalam dimana bersamaan dengan tubuh, hati juga dibaiat, hati memakai cara penerangan. Ketika hati ditempatkan di jalan lurus, itu memperbaiki tubuh juga. Baiat dalam dan kekayaan dalam berlanjut hingga sekarang. Jadi, usaha-usaha harus dibuat untuk memperoleh kekayaan dalam. Meskipun seseorang dapat menjadi seorang pengikut dari sejumlah pemandu spiritual, jika tidak mendapatkan berkah dalam, dia tidak mendapatkan apapun. Ketika mengikuti dan dibaiat seorang pemandu, tujuannya adalah tidak untuk mendapatkan akses terhadap pemandu tersebut, melainkan tujuan sebenarnya adalah baiat untuk mendapatkan akses kepada Allah, Penguasa semesta alam.

 

5. Hasil Berkah Spiritual

Dalam salah satu pertemuan, Santa Gohar Shahi membicarakan pencari sejati telah berkata bahwa mereka mungkin telah melakukan baiat dengan seorang pemandu dan mereka masih bisa pergi ke tempat lain atau orang untuk mendapatkan berkah spiritual. Sebagai contoh, La’l Shahbaz Qalandar (RA) adalah pengikut dari Ibrahim Qandouzi (RA), tetapi demi berkah, beliau pergi ke Sadrudin (RA) di Sukkar. Kemudian beliau pergi ke Bu Ali Shah Qalandar (RA)  juga demi berkah dan kemudian pergi ke Bahaul Haq (RA) di Multan untuk tujuan yang sama. tetapi ketika La’l Shahbaz Qalandar (RA) kembali dari perjalanan ini, beliau menjadi imam dari mereka semua. Dengan cara yang sama Khawaja Moinuddin Chishti yang merupakan pengikut Usman Haruni (RA), kemudian mencari berkah dari Data Ganj Bakhsh dan Santa Abdul Qadir Jailani (RA). Setelah diberkahi di tempat suci Data Ganj Bakhsh Ali Hajwari, beliau terilhami,

 

“Ganj Bahksh, sebuah berkah untuk dunia adalah kenyataan dari pancaran cahaya Allah; beliau adalah seorang pemandu sempurna bagi yang tidak sempurna dan seorang pemimpin bagi mereka yang sempurna.” (puisi)

 

Maka dari itu, seseorang mungkin telah melakukan baiat dengan seseorang, dan bisa pergi ke orang lain demi berkah. Bahkan saya tidak memaksa siapapun untuk berbaiat pada saya. Saya telah dihadiahi dengan sebuah rahasia berkah dalam dan spiritual tetapi setelah melalui praktik berat dan penderitaan. Ini adalah kehendak Allah bahwa saudara Muslim lain juga mendaptkan berkah ini. Ajaran-ajaran kami terkait dengan sinkronisasi hati dengan penyebutan Allah. Ketika sinkronisasi berhasil, berkah mulai dianugerahkan. Mereka yang hatinya mulai berfungsi seperti itu, mereka termasuk diantara para pengikut Santa Abdul Qadir Jailani (RA). Karena Santa Abdul Qadir Jailani (RA) telah berkata,

 

“Seorang dzakir (orang yang melakukan dzikir) akan menjadi diantara para pengikutku dan aku hanya percaya bahwa orang itu sebagai pengikutku yang hatinya juga melakukan dzikir Allah.”

 

Kami sedang menghamburkan dzikir Allah melalui hati, dengan tulus tanpa kerakusan. Jika anda dianugerahi atas berkah ini, anda boleh mendoakan saya, dan jika anda tidak bisa mendapatkan ini, anda akan diberi pahala atas melakukan dzikir Allah karena anda telah melakukannya selama beberapa hari. Tidak ada yang sia-sia sama sekali dalam praktik ini.

 

6. Iman yang Tertulis di Hati

Ayat-ayat Quran mengundang para Muslim untuk berpikir dan menggunakan imajinasi mereka. Allah berkata dalam sebuah ayat,

 

“Ada sebagian orang yang hatinya tertulis iman.” (Al Mujadilah 22)

 

Ayat ini sering disebutkan, tetapi usaha-usaha tidak dibuat untuk memahami dan tindakan atas makna-maknanya sesungguhnya. Mari kami jelaskan cara untuk menuliskan iman di hati. Iman tidak ditulis di hati dalam sebuah bentuk atau teks detail atau perintah-perintah, melainkan sebuah seting nama Allah di hati disebut iman. Cara bagaimana nama Allah ini tertulis di hati adalah bahwa setiap hari, ketika ada waktu, khususnya setelah sholat subuh, tulislah nama Allah 66 kali dengan tinta hitam di atas kertas putih. Karena jumlah 786 terhubung dengan Bismillah, dengan cara yang sama, jumlah 66 terhubung dengan nama Allah. Dengan cara yang sama, menulis berulang-ulang, suatu hari akan datang ketika nama ini akan mulai terbayang-bayang di mata anda. Anda kemudian harus mencoba untuk menempatkan nama ini di hati anda. Dengan mata tertutup, bayangkan hati sebagai kertas dan jari sebagai pena, tetap tuliskan nama Allah di hati anda. Daya tarik hati lebih dari mata itu. Tuhan berkehendak, setelah beberapa waktu nama Allah ini akan menemukan tempat di hati anda. Sebagian orang dapat melihat cetakan nama Allah di hati mereka segera setelah mereka diberkahi dengan dzikir Allah melalui hati, sementara yang lainnya mengalami itu setelah beberapa waktu, tergantung keberuntungan mereka. Menetapnya nama Allah menimbulkan detak jantung (lebih kencang/terasa) yang dengannya “Allah Allah” harus disinkronkan. Segera sesudah anda melihat nama Allah di hati anda, anda akan dianggap diantara mereka yang memiliki imajinasi tinggi. Setelah terus menerus berdzikir khafi (dzikir Allah dalam pikiran) pada saat bekerja/beraktivitas, anda harus ingat bahwa sebagian orang benar-benar melihat nama Allah di hati mereka, tetapi mereka tidak merasakan itu di denyut nadi mereka, sementara yang lain dapat merasakan itu di denyut nadi mereka, tetapi tidak melihat nama ini di hati mereka. Salah satu dari dua tersebut jika diraih, anda harus berterimakasih pada Allah karena kondisi jantung orang berbeda-beda. Seseorang adalah Jalali, seseorang lain adalah Jamali dan seseorang yang cukup alamiah. Pertama-tama, metode yang telah disampaikan di atas harus diikuti karena itu akan membawa kesuksesan yang cepat.

 

7. Konsentrasi dalam Sholat

Santa Gohar Shahi telah berkata, “Ini adalah komplain umum bahwa, Meskipun kami sholat, hati dan pikiran kami terlibat dalam pikiran duniawi. Satu-satunya solusi untuk komplain ini adalah dzikir Allah. Allah Allah” tinggal dalam pikiran mereka yang melakukan dzikir ini. Mereka bekerja dan melakukan urusan mereka, namun hati mereka tetap sibuk berdzikir Allah. Ketika orang semacam itu sholat, pikiran dan perhatian mereka terfokus pada Allah saja dan karena alasan ini hati dan pikiran mereka tidak teralihkan ke pikiran-pikiran duniawi. Untuk mengklarifikasi hal ini, pikirkan saja bahwa ketika anda dipenuhi oleh pikiran penting tertentu atau ide, kemudian itu akan menyita perhatian anda, dimanapun anda berada dan apapun yang anda sedang lakukan. Sebagai contoh, anak anda sedang dirawat di rumah sakit, tetapi anda tidak dapat meninggalkan kantor anda, jadi dalam kasus semacam itu, masih di kantor anda pasti sedang banyak berpikir tentang anak anda, atau, jika anda telah memesan tiket pesawat atau kereta untuk perjalanan anda dan jadwal keberangkatan adalah sore harinya, maka meskipun bertemu orang sepanjang hari dan melakukan berbagai aktivitas, waktu dan pikiran tentang perjalanan akan terus menggelanyuti pikiran anda. Dengan cara yang sama, ketika anda telah memperkuat pikiran dan dzikir nama Allah, itu akan mempengaruhi seluruh perasaan anda dan keadaan anda akan seperti pepatah,

 

“Tangan bekerja dan hati mengingat Tuhan.”

 

Sholat yang di dalamnya bersamaan dengan lidah dan tubuh, hati dan pikiran juga penuh perhatian kepada Allah, sholat itu memenangkan akses ke singgasana Allah. Sebaliknya, sholat, dimana tubuh ada tetapi pikiran terkait dengan pikiran-pikiran duniawi dan pikiran setan, menjadi malapetaka dan kejahatan.

 

8. Dzakir (orang yang melakukan dzikir) Tidak Dapat menyimpang dari Jalan Lurus

Dalam sebuah pertemuan, Santa Gohar Shahi berkata bahwa ada banyak berkah dan keuntungan dengan dzikir melalui hati. Namun demikian, aspek yang terpenting adalah bahwa hati harus mulai melakukan dzikir ini. Hati semacam itu tidak dapat menyimpang dari jalan lurus. Ini adalah hal yang berbeda bahwa mereka yang melakukan dzikir dengan hati, menjadi agak lesu terkait dengan suasana duniawi, godaan-godaan setan dan ujian-ujian. Tetapi setelah beberapa waktu mereka kembali aktif. Mereka naik turun seperti gelombang. Setelah diberkati dengan dzikir hati, minimal selama tiga tahun seorang pengikut harus melakukan dzikir Allah dan sholawat dibawah bimbingan pemandunya. Jika tidak dapat melakukan itu, maka hati bisa berhenti melakukan dzikir. Karena kekuatan negatif seperti Nafs dan setan tidak pernah ingin melihat dzikir dengan hati itu berhasil, mereka selalu berpikir untuk membuat kerusakan terhadap seseorang yang melakukan dzikir semacam itu.

 

9. Siapa yang Allah kehendaki

Menjawab pertanyaan dari seorang pelajar selama sesi pertemuan, Santa Gohar Shahi berkata bahwa keinginan dan hasrat orang itu berbeda-beda. Sebagian ingin menjadi sangat kaya dalam satu malam, sebagian berharap menjadi para santa dengan bantuan sedikit ibadah, sebagian datang pada saya dan berhasrat untuk segera mendapatkan dzikir dari saya, mereka harus mulai mengalami pembukaan rahasia dan penglihatan. Tetapi orang-orang tidak tahu bahwa ini terjadi hanya dengan kehendak Allah. Siapa yang Allah kehendaki, mendapatkan berkah dalam beberapa saat. Saya telah melihat sebagian orang yang pingsan karena diberi dzikir dan ketika sadar berkata bahwa mereka sedang melihat Ka’bah suci atau kota suci Madinah. Seseorang mendapatkan sesuatu yang Allah kehendaki. Saya menyarankan dzikir dengan hati, tetapi tidak membuat klaim dalam hal ini. Jika Allah berkehendak, anda akan mulai melihat hal-hal tersembunyi dan jika Allah tidak berkehendak, anda tidak bisa melihat apapun (yang tersembunyi) sepanjang hidup anda. Saya telah memperkenalkan anda kepada Allah, sekarang itu terserah kepadaNya untuk menerima atau tidak.

 

10. Dzikir “Allah Allah” di dalam Tubuh

Kadang-kadang di berbagai bagian tubuh, seseorang merasakan sebuah detak seperti detak jantung bagi orang yang melakukan dzikir Qalb. Detak itu terasa di lengan, mata, pergelangan tangan dll. Kenyataan dibalik alasan ini adalah bahwa ketika dzikir “Allah Allah” memasuki darah yang dipompa oleh jantung ke seluruh bagian tubuh, maka “Allah Allah” terserap ke setiap tetes darah, keluar dari jantung, mencapai setiap bagian tubuh sehingga menimbulkan gerakan (detak) di dalamnya karena dzikir Qalb.

 

11. Perlindungan kepada Dzakir

Dalam suatu majelis, beliau (Santa Gohar Shahi) berkata bahwa dengan bantuan dzikir Qalb, orang dapat berperang melawan diri/Nafs dan setan, dan mengatasi kekuatan setan. Itulah mengapa kekuatan setan tidak pernah ingin melihat siapapun menjadi dzakir Qalb. Jadi, ketika seseorang melakukan dzikir Qalb, setan memerintahkan para tentaranya untuk mempermalukan orang semacam itu, membuatnya sakit, mengganggu dan merusaknya dan tidak membiarkannya menjadi seorang dzakir Qalb, karena jika dia menjadi seperti itu, setiap pembuluh darahnya akan diterangi dan kontrol setan tidak akan pernah bisa menguasainya. Oleh sebab itu, pemandu-pemandu sempurna (Kamil Murshid) yang memberi dzikir Qalb, diberi kekuatan oleh Allah dengan semacam tentara Tuhan yang terus berperang melawan tentara setan. Saya, juga, memberikan dua malaikat pelayan kepada dzakir yang kami berkahi dzikir Qalb. Para malaikat ini melindunginya. Saya melindungi mereka yang saya beri dzikir.

 

12. 50 Ribu dan 100 Ribu Kali Pahala

Santa Gohar Shahi telah berkata bahwa ini adalah hal biasa kalau anda mendapat pahala seribu sholat jika anda sholat di Khana Ka’bah dan 50 ribu sholat jika melakukan itu di Masjid Nabawi. Itu biasanya dikerjakan setiap tahun, selama ibadah haji di Mekah, ratusan ribu orang berlimpahan sholat di Mekah dan Madinah dan sehingga mereka layak pahala untuk jutaan sholat. Tetapi setelah pulang ke rumah, sebagian besar dari mereka menjadi lalai dan sibuk urusan duniawi, padahal menurut Quran suci, sholat membebaskan orang dari perbuatan setan. Itu artinya ada sesuatu yang lain sesungguhnya. 100 ribu dan 50 ribu pahala adalah untuk orang sholat yang hatinya tercetak Khana Ka’bah dan tempat suci Nabi Suci (SAW). Dia yang hatinya tercetak Khana Ka’bah, mendapat pahala untuk sholatnya sebanding dengan 100 ribu sholat, dimanapun dia sholat. Dan dia yang hatinya memiliki cetak tempat suci Nabi Suci (SAW) mendapat pahala sebanding dengan 50 ribu sholat, dimanapun dia sholat. Pahala ini untuk pengiman sejati dan bukan untuk orang haji biasa. Biasanya semua orang berhaji mengira bahwa mereka layak pahala jutaan sholat dan bangga atas pikiran ini, mereka menganggap diri mereka sendiri sangat penting dan spesial. Sesungguhnya jika mereka tahu kenyataan tentang jutaan sholat, mereka tidak akan lalai dan sesat.

 

13. Nama Allah Mengontrol Segalanya

Seseorang mendapatkan nama Allah dengan ijin hanya setelah melalui banyak penderitaan dan usaha. Mereka yang mencari kebenaran, diijinkan oleh para santa-santa Allah, untuk melakukan dzikir Allah Hu, setelah banyak perjuangan. Terlebih lagi, ijin ini dulunya untuk orang-orang terbatas. Bahkan jika anda meminta kepada seorang santa tentang praktik dzikir Qalb, mereka akan menyatakan itu sebagai sebuah berkah yang besar yang diberikan kepada orang-orang terbatas setelah melalui banyak penderitaan. Tetapi ini adalah berkah besar dari Allah bahwa di masa sekarang, berkah nama Allah ini diberikan secara cuma cuma kepada orang yang tidak harus meninggalkan rumah dan tinggal di hutan-hutan maupun mereka tidak perlu melakukan usaha-usaha yang berat. Tepat di masa muda anda, berkah ini tersedia di hadapan anda. Kemudian meskipun dengan segala kenyamanan ini, jika seseorang yang tidak dapat mengambil manfaat dari berkah ini atau dia mendengar dzikir Qalb, tetapi tidak mencoba untuk melakukannya, orang itu benar-benar tidak beruntung. Sebagian orang mencoba untuk menemukan Allah melalui sholawat, tetapi sholawat hanyalah suatu cara untuk membersihkan hati. Untuk mengenali Allah, seseorang harus terlebih dahulu berdzikir Allah Hu. Metode-metode dzikir (pada umumnya) itu sulit. Jika seseorang makan sesuatu tanpa wudzu selama dzikir, itu gagal; karena berbohong, itu gagal, tertidur selama dzikir, juga gagal. Cara ini, sebagian besar hidup dihabiskan dalam dzikir dan orang biasanya masih belum berhasil. Sebagai hasilnya, mereka yang telah berdzikir, konsekuensinya menjadi lelah, bosan dan tertarik melakukan maksiat. Tetapi jika perhatian diberikan pada dzikir Allah Hu, seseorang dapat menjadi lebih dekat pada Allah melalui dzikir Allah Hu sambil berurusan dengan hal-hal duniawi dan menjadi terbebas dari semua syarat-syarat (dzikir) sekaligus. Nama Allah telah mendapat kewenangan melampaui segalanya dan dzikir itu sendiri mengakhiri semua kemaksiatan manusia. Seseorang meskipun membuat kesalahan atau mengabaikan, tidak lari dari tujuannya, melainkan nama Allah melenyapkan kesalahan-kesalahan dengan cahayanya. Nama Allah tidak dapat dikontrol oleh siapapun, melainkan itu mengontrol manusia; itu mendapat kekuasaan atas segalanya dan karena kekuatan ini anda mendapatkan manfaatnya.

 

14. Monastisisme (Kerahiban) dalam Cara Hidup Nabi Muhammad (SAW)

Sejumlah santa tetap ada di dunia. Langkah dari setiap santa adalah mengikuti nabi-nabinya. Seorang santa memiliki gaya hidup nabi yang santa tersebut ikuti. Sebagian adalah cara hidup Kristen dan dia mengikuti cara Jesus (AS) dalam urusan duniawinya. Sebagian mengikuti cara hidup Musa (AS), Sulaiman (AS) atau Dawud (AS). Tetapi ada sebagian yang mengikuti cara suci dari Nabi Suci (SAW) Muhammad (SAW). Santa-santa semacam itu disebut Muhammadi Mashrabs. Mereka yang memiliki cara Kristen meninggalkan rumah-rumah dan keluarga mereka dan melalui hidup kesana kemari seperti orang-orang yang terserap (Majzub). Sementara itu cara Muhammad (SAW) bukanlah kerahiban, melainkan tetap berhubungan dengan urusan duniawi, melakukan bisnis dan manusia “Allah Allah”.

Dan sambil menjaga rahasia mereka menginspirasi orang lain juga menuju “Allah Allah”. Dalam cara Kristen, seseorang menjadi pertapa sementara cara Muhammad (SAW), seseorang harus pergi ke gua Hira seperti yang dilakukan oleh Nabi dan melewati suatu waktu mengasingkan diri demi pembersihan diri/Nafs dan kedamaian hati. Setelah menyempurnakan tahap-tahap spiritualisme, orang-orang ini kembali ke dunia (masyarakat) lagi untuk membimbing orang. Para pengikut cara Muhammad (SAW) melakukan kewajiban  mereka kepada para pengikutnya juga sebagai kewajiban untuk Allah. Jadi, dalam cara hidup ini tidak ada kerahiban.

 

15. Santa Tertentu, Santa Biasa, dan Santa Sempurna

Santa Gohar Shahi telah berkata bahwa dalam cara mistik, sebuah tingkatan datang ketika Allah menganugerahkan cahayaNya kepada seseorang yang membuat dirinya berbeda, bermanfaat atau kaya. Berbeda adalah orang-orang yang tidak perlu mendapatkan bantuan maupun memberikan manfaat. Mereka tidak ada kewajiban untuk membimbing atau memimpin. Oleh sebab itu, orang-orang semacam itu tetap mengasingkan diri dan dalam urusan kemasyarakatan, mereka tidak berpartisipasi. Sementara itu orang-orang berguna memiliki kemampuan untuk memberi bantuan kepada orang, dan sehingga mereka tetap wajib membimbing mereka. Untuk orang semacam itu tidak diijinkan untuk menjadi pertapa. Dengan cara yang sama, orang-orang bermanfaat dapat memberi manfaat kepada orang lain dan mendapatkan manfaat juga. Itulah mengapa mereka juga tetap aktif dalam urusan dunia dan bagi mereka, juga, tidak diijinkan menjadi pertama. Mereka punya kemampuan untuk memperoleh derajat tertinggi kesantaan (Abdaal Wa Qutab).

 

16. Baiat oleh Santa Biasa dan Baiat oleh Santa Sempurna

Bidang baiat terdiri dari dua jenis silsilah santa. Satu adalah baiat oleh santa biasa dan yang lain oleh santa sempurna (Kamil Murshid). Para santa kategori yang pertama adalah mereka yang mendapatkan pertolongan atau status melalui santa lain, dan santa-santa ini tetap pada status kesantaan. Diantara para santa semacam itu bermeditasi di Sheikh, meditasi di Ghous dan meditasi di Rasul Muhammad (SAW). Berkah mereka dapat dimintai oleh yang lain, yaitu Sheikh lain dapat mengambil berkah dari seorang yang tenggelam dalam Ghous dan Nabi Suci (SAW) dapat mengambil berkah dari seseorang yang tenggelam dalam Rasul Muhammad (SAW). Tipe santa-santa ini tidak dianugerahi cahaya dari Allah, mereka melainkan mendapatkan berkah dari santa-santa lain. Jadi orang lain bisa mendapatkan berkah ini. Di sisi lain, kategori santa-santa sempurna (Kamil Murshid) dianugerahi cahaya Allah. Mereka menjadi tafakur dalam Allah dan memasuki cahaya Allah. Jadi berkah mereka dapat dimintai yang lain karena mereka telah mendapatkan itu langsung dari Allah. Mereka adalah santa-santa yang merupakan wakil-wakil Nabi Allah (SAW). Yaitu Ghous, Qutab dan Abdaal. Mereka diantara 360 santa tetapi mereka tidak berada di bawah cahaya Allah. Mereka tergolong santa biasa, sementara mereka yang termasuk santa sempurna dibawah cahaya Allah. Para kategori santa biasa memiliki status yang lebih rendah sementara santa sempurna terhubung dengan Allah. Anda mungkin telah melihat bahwa sebagian santa sangat disiplin dalam syari’at, sementara yang lain adalah melakukan mukjizat-mukjizat, dan berkah dari yang kedua lebih dari yang pertama. Pada awal-awal waktunya, Imam Bari Sarkar (RA) biasa disiplin dengan syari’at dan melakukan banyak dzikir dan sholawat. Kemudian suatu waktu datang ketika hal-hal berubah. Pernah seorang raja memanggil beliau tetapi beliau tidak pergi ke raja tersebut. Raja itu menulis sebuah ayat Quran, “Taat kepada Allah, taat kepada rasul dan taat kepada sheikh.” Dan mengirim itu kepada beliau. Sebagai jawabannya Imam Bari (RA) menulis, “Pada saat ini saya sangat sibuk menaati Allah sehingga saya malu di hadapan Rasulullah dan giliran perbuatan saya selebihnya akan datang meskipun nanti.” Santa-santa semacam itu telah mendapatkan tingkatan dan status. Sebagian di syari’at, sebagian di jalan mistik, sebagian di cara hidup realistis, sebagian dalam pengenalan Allah dan sebagian dalam perenungan Allah. Tetapi hal ini hanya dapat dipahami oleh orang yang dianugerahi status ini.

 

TAMAT

 

 

 

 

 

 

 

 

©1999-2011 All Faith Spiritual Movement Intl' admin@theallfaith.com