Pengenalan Pribadi Santa Riaz Ahmed Gohar Shahi

 

Gohar Shahi menyatakan bahwa semua jenis ibadah tidak berguna tanpa terlebih dahulu menyucikan hati. Beliau tidak menyebarkan agama tertentu, tetapi beliau mengajarkan dan memberi kotbah Cinta Tuhan dan cara memasukkannya ke dalam hati. Gohar Shahi menyatakan, “Jika hubungan spiritual seseorang terbangun dengan Tuhan, maka Tuhan memandu orang tersebut menuju jalan lurus.” Banyak pencari jalan tersebut melihat Nama Tuhan tertulis di hati mereka selama latihan meditatif. Menurut Gohar Shahi, kata apapun dalam bahasa apapun yang menunjuk pada Tuhan layak atas penghormatan dan berguna untuk meraih manfaat-manfaat spiritual. Orang-orang dari semua agama mencintai Gohar Shahi. Beliau telah menyembuhkan banyak orang dengan penyakit yang tak dapat disembuhkan dengan berkah spiritual beliau.

English Version 

 

 Urdu Version

 

 

 

Santa Riaz Ahmed Gohar Shahi termasuk orde/kelompok sufi. Beliau menyatakan, “Saya bukan seorang nabi, tetapi saya mendapat dukungan dari Jesus Kristus, Nabi Muhammad SAW, dan banyak nabi lain.” Menurut beliau, seseorang yang tidak menganut sebuah agama tetapi memiliki Cinta Tuhan di hatinya adalah lebih baik daripada seseorang yang menganut sebuah agama tetapi tidak memiliki Cinta Tuhan. Gohar Shahi memberitahu kita bahwa, “Bukanlah tubuh fisik yang akan memasuki surga, tetapi jiwa. Sebuah jiwa yang diterangi akan mendeklarasikan pernyataan-keyakinan/shahadatnya setelah memasuki surga. Shahadat tersebut mungkin shahadat nabi tertentu.”

 

Sang santa lahir di sub benua India pada 25 November 1941, di sebuah kota kecil Gohar Shah di wilayah Rawalpindi. Ibu Beliau adalah ‘Fatimi’, keturunan Nabi Muhammad. Dia merupakan putri salah satu cucu laki-laki (dari pihak laki-laki) Sayyid Gohar Ali Shah. Ayah Beliau adalah keturunan salah satu cucu laki-laki (dari pihak perempuan) Sayyid Gohar Ali Shah, dan kakeknya terhubung dengan keluarga Mughal. 

 

Sang santa sering ke makam para santa sejak kecil. Ayahnya mengatakan bahwa Beliau sering hilang pada usia lima atau enam tahun, hanya untuk duduk di samping makam Santa Nizam-Uddin Auliya (di Delhi). Ayahnya lebih jauh menyatakan bahwa dia merasa seolah-olah Beliau (waktu masih kecil) sedang berbicara kepada Santa Nizam-Uddin Auliya. Itu adalah saat ketika ayah Beliau tinggal di Delhi.

 

Pada bulan Maret 1997, Beliau mengunjungi India, dan (selama kunjungannya) beliau pergi ke makam Santa Nizam-Uddin Auliya. Atas petunjuk (spiritual) Santa Nizam-Uddin Auliya, penjaga makam, Islam-Uddin Nizami (keturunan Santa Nizam-Uddin Auliya) menghormati Beliau dengan meletakkan ‘turban kehormatan’ di kepalanya, dekat dengan posisi kepala Santa Nizam-Uddin Auliya yang terbaring di kuburan.

Apapun yang diungkapkan oleh Beliau di waktu kecil, akan terjadi, dan ayahnya akan memenuhi semua permintaan dan tuntutan Beliau atas alasan ini. Ayahnya berkata, “ Gohar Shahi, sehari-harinya, pergi ke halaman setiap pagi, dan atas kedatangannya, aku berdiri untuk menghormatinya.” Dia mengatakan bahwa Gohar Shahi kecewa atas perlakukan itu, dan berkata bahwa karena Beliau adalah putranya, ini mempermalukan diri Beliau. Aku berkata padanya pada setiap kesempatan seperti itu, “Ini bukan untukmu, tetapi apa yang tinggal di dalam dirimu, aku berdiri untuk menghormati.”

Kepala sekolah Sekolah Dasar di kota Nuri berkata, “Aku dikenal di wilayah itu sebagai guru yang keras disiplinnya, dan aku dulunya biasa menghukum (untuk kebaikan) anak-anak yang tidak patuh. Dia (Gohar Shahi) akan datang terlambat ke sekolah. Kapanpun aku marah padanya dan ingin menghukumnya, aku merasa seolah-olah seseorang telah menahan tongkatku, dan oleh karena itu aku akan mulai tersenyum.”

 

         Komentar-komentar dari Keluarga dan Teman-teman Gohar Shahi

“Kami tidak pernah melihatnya berkelahi atau berdebat atau menyerang habis-habisan seseorang, dan jika pernah seorang teman marah padanya, dan menantangnya berkelahi, dia hanya akan tertawa.”

Istri Beliau menyatakan:

“Sebagai contoh pertama, dia tidak pernah marah, itu sangat jarang, dan itu biasanya berhubungan dengan hal-hal cabul.” Berkaitan dengan kedermawanan Gohar Shahi, dia mengatakan, “Di pagi hari ketika dia pergi ke halaman, kantungnya penuh dengan uang, dan kembali dengan kantung yang kosong.”

Dia memberikan semua uang kepada yang membutuhkan, dan ketika aku memerlukan uang, dia mengerutkan muka, dan itu membuatku kecewa. Kemudian dia (sang istri) melihat ke dalam wajah inosennya dan menyatakan ini:

Dia sangat dermawan di hatinya; dia duduk untuk memberikan apa saja.
 

Putra-putra Santa Gohar Shahi dan pandangan mereka tentang Beliau:

“Ayah kami sangat mencintai kami, dan memperhatikan kami, tapi kapanpun kami meminta uang, dia hanya memberi kami sedikit saja dan berkata bahwa kami akan memboroskannya. Itulah kemudian bahwa kami memintanya untuk menjadikan kami Muslim yang taat dan memberi kami uang.”

Ibu Santa Gohar Shahi dan pandangannya: 

Sebagai seorang anak, jika dia tidak pergi ke sekolah atau (dalam kehidupan selanjutnya) jika dia menderita kerugian bisnis, aku akan mengkritiknya tapi dia tidak pernah mengangkat kepalanya sebagai balasannya. Seorang tetua, Kakka Mian dari desa Syams, biasa berkata, “Jangan marahi Riaz, kamu tidak tahu apa yang kulihat di dalam dirinya.” Dia adalah orang yang bersimpati kepada orang lain sehingga ketika dia mendengar sebuah bus terguling 8 atau 10 mil jauhnya, dia akan telah menyiapkan makanan untuk mereka, dan membawanya sendiri dengan sepedanya.

Teman dekat Santa Gohar Shahi, Muhammad Iqbal dari Fazoliyanh:

Muhammad Iqbal menyatakan bahwa mereka (dia dan Santa Gohar Shahi) kadang-kadang berjalan melintasi tanah rawa di musim hujan, dan memperhatikan sebuah barisan semut merayap di jalan. Dia akan berjalan dengan mengabaikan semut, ketika Santa Gohar Shahi akan berjalan berkeliling dan di Lumpur untuk memastikan tidak menyakiti semut. Ketika Santa Gohar Shahi dituduh membunuh, Qudus Sheikh dari departemen kriminal datang untuk menginvestigasi. Orang-orang lokal memberitahunya bahwa Gohar Shahi bahkan tidak pernah membunuh seekor nyamuk sepengetahuan mereka. Itu tidak mungkin baginya untuk membunuh manusia.

Santa Gohar Shahi dan bibinya:

 Gohar Shahi berkata, “Mengenang di masa lalu, aku seorang murid di kelas delapan pada waktu itu. Suatu hari bibiku, yang sangat religius dan seorang yang tekun beribadah (yang memiliki kedengkian dan tamak, yang sering ditemukan diantara para ahli ibadah), berkata bahwa segala sesuatunya tentang diriku benar, kecuali aku tidak salat.” Aku berkata kepada bibiku, “Salat adalah persembahan untuk Tuhan, dan aku tidak mau menodai salatku dengan kekikiran, kesombongan, dengki dan dendam, dan mengirimnya pada Tuhan.” Aku katakan padanya bahwa aku akan salat jika salatku sudah pantas dan benar tidak seperti orang-orang seperti dia, yang salat dan pada saat yang sama melakukan dosa yang menyedihkan seperti memfitnah, mengumpat, dan mengatai orang lain.

 

Santa Gohar Shahi bercerita tentang masa kecilnya

“Dari umur 10 atau 12, aku dulunya biasa berbicara pada Tuhan pada saat mimpi, dan aku biasa melihat Baitul Ma’mur (tipe unggul Ka’bah langit), tapi aku tidak tahu yang sebenarnya. Pada saat penyelesaian pengasingan spiritualku, ketika komunikasi, penglihatan-penglihatan dan pandangan-pandangan yang sama datang lagi, realitas mereka menjadi mewujud.”

Aku memiliki seorang paman di angkatan darat yang dulunya biasa mengunjungi rumah pelacuran. Keluarganya melarangnya. Dia mengajakku bersamanya pada satu kesempatan sehingga keluarganya tidak akan mencurigai (maksudnya). Aku tidak paham tentang rumah pelacuran dan prostitusi, dia akan memberiku teh dan biskuit (untuk membuatku menunggu), dan akan masuk ke kamar pelacuran sendiri. Dia berkata padaku, “Ini kantor untuk perempuan.” Aku lelah dengan tempat itu beberapa hari kemudian; ketika pamanku berkata padaku, “Mereka perempuan, dan Tuhan membuat mereka untuk tujuan ini.” Dia coba mengotoriku juga. Kata-kata pamanku menggangguku. Aku tidak dapat tidur sepanjang malam berjuang melawan nafsuku, dan kemudian tiba-tiba tertidur. Aku melihat tangga melingkar yang besar, dan aku berdiri di bawahnya. Aku mendengar suara keras dari atas, “Bawa dia kesini.” Aku perhatikan bahwa dua laki-laki menahan pamanku, dan membawanya ke atas; mereka menunjuk padanya bahwa dia orangnya. Suara itu terdengar lagi, “ Pukul dia dengan batangan besi metal.” Para laki-laki itu mulai memukulinya. Kemudian dia berteriak, meratap, dan pada akhirnya wajahnya berubah menjadi babi. Suara itu kemudian berkata (padaku), “Jika kamu akan mengikuti perbuatan dia, kamu akan diperlakukan seperti itu.” Aku kemudian menyesal, meminta ampunan, setelah itu, aku bangun tidur dengan kata-kata tersebut di lidahku, “Tuhanku aku menyesal, Tuhanku aku menyesal.” Efek mimpi tersebut bertahan padaku selama beberapa tahun.

Hari berikutnya, aku sedang melakukan perjalanan menuju desaku dengan naik bus, aku memperhatikan bahwa beberapa perampok sedang mencoba untuk mengeluarkan pemutar kaset dari sebuah taksi. Ketika supirnya bertahan, mereka mengeluarkan pisau mereka, menyerang, dan membunuhnya. Karena menyaksikan perisitiwa itu, bus kami berhenti. Karena melihat kami, para perampok itu melarikan diri. Supir itu meninggal dalam keadaan menderita sekali di hadapan kami. Aku berpikir bahwa hidup begitu tidak bisa dipastikan. Aku pergi tidur, dan puisi ini terngiang-ngiang di kepalaku: Maafkan semua kesalahanku, aku telah datang dan jatuh di Istana Sucimu.” Sepanjang malam berlalu aku meratap. Kadang-kadang setelah peristiwa itu, aku meninggalkan dunia, dan pergi ke makam Santa Jaam Dataar. Aku disana juga tidak menemukan pelipur lara, dan saudara iparku membawaku kembali ke dunia ini lagi.

Pada usia 34, Santa Bari Imam muncul di hadapanku dan berkata, “Sekarang adalah saatnya kembalimu ke hutan lagi.” Setelah tiga tahun pengasingan spiritual, ketika aku meraih sesuatu, aku kembali ke makam Santa Jaam Dataar. Santa tersebut (muncul dari makamnya dan) muncul di depanku. Aku berkata padanya, “Jika kamu telah menerimaku (mengajakku) ketika aku datang padamu dulu, aku akan telah bertahan dari kehidupan jasmaniah (yang telah kujalani sebelum aku pergi ke hutan)” santa tersebut menjawab, “Itu bukan giliranmu.”

 

Beberapa Fakta tentang Kepribadian Esoteris Santa Gohar Shahi

Pada usia 19, entitas spiritual Jussah Tofiq Ilahi disusupkan pada Gohar Shahi. Itu bertahan selama setahun, dan sang santa merobek bajunya, (dan hanya) membungkus dengan secarik kain di sekitar pinggangnya, dan pergi ke hutan Jaam Dataar terkait dengan efek ini.  Entitas spiritual tersebut ditugaskan untuk sementara. Itu hilang selama 14 tahun, dan kemudian itu menjadi penyebab kembalinya Beliau ke hutan Laul Bagh di tahun 1975.

 Pada usia 25, ‘entitas spiritual Gohar Shahi’ dimuliakan dan dijadikan Panglima Perang dari kekuatan esoteris, sebagai hasilnya sang santa terlindungi dari kejahatan atas kekuatan setan dan setan-setan duniawi. Entitas spiritual Jussah Tofiq Ilahi dan entitas spiritual Thifl Nuri sangat spesial dan unggul jauh melampaui jiwa-jiwa, malaikat-malaikat, dan entitas-entitas spiritual biasa. Para pendahulu yang seperti para malaikat memiliki hubungan langsung dengan Tuhan, dan alam mereka adalah Ahdiat (alam Ketunggalan Tuhan).

Pada usia 35, pada malam ke-15 ramadhan tahun 1976, sebuah biji spiritual (entitas) cahaya ditempatkan dalam qalb Santa Gohar Shahi. Suatu waktu kemudian untuk pendidikan dan pelatihan (sang santa) dipanggil ke banyak alam dan lingkungan berbeda. Pada malam ke-15 ramadhan 1985, biji spiritual cahaya tersebut berubah bentuk menjadi entitas spiritual Thifl Nuri. Itu secara lengkap diambil alih sang santa, sebagai hasilnya sang santa diberi kehormatan di tempat “kumpulan para nabi” yang tertinggi dan paling unggul, dan mahkota kejayaan ditempatkan di kepalanya. Thifl Nuri dianugerahi sebuah tingkatan setelah 12 tahun, tapi itu sudah dianugerahkan (pada Gohar Shahi) dalam waktu 9 tahun terkait dengan tugas-tugas duniawi.

 

Alasan-alasan Perayaan Hari-hari “Pengangkatan dan Pentahbisan” Santa Gohar Shahi

Pada Ramadan ke-15, 1977, proses ilham spesial (ilhamath) dari Tuhan mulai. Janji Radhia-Mardhia (senang dan memuaskan) dibuat, dan sang santa dimuliakan. Karena setiap tingkatan, alam, dan kenaikan terhubung dengan Ramadan ke-15, itu dirayakan setiap tahun atas alasan itu.

Tahun 1978, sang santa datang ke Hyderabad, dan proses bimbingan dan pengajaran mulai, dan pesan ini menyebar ke seluruh dunia di hadapan kita. Hati dari para ribuan aspiran sedang bermeditasi dengan Nama Allah dan ribuan dari mereka memiliki Nama Allah tertulis di hati mereka. Mereka dapat melihat Nama Allah tertulis di hati mereka. Ribuan aspiran meraih (penerangan) ‘Penglihatan kubur’ (dimana mereka bisa melihat ke dalam kuburan-kuburan), dan ‘Penglihatan para nabi yang sedang berkumpul’ (dimana mereka dapat menghadiri perkumpulan kenabian yang paling unggul). Sang santa telah menyembuhkan ribuan orang dengan penyakit yang menyebabkan kematian.

Setelah menerima pengajaran dan petunjuk dari Santa Gohar Shahi, orang-orang dari setiap agama, setiap bangsa, dan setiap ras menemukan Cinta Tuhan, dan meraih esensi Tuhan.

 

Sheikh Nizam-Uddin, Maryland, Amerika Serikat menyatakan:

“Demi Tuhan! Aku juga berasal dari orang-orang itu, yang pada hati mereka Nama Allah tertulis dan bersinar dengan cantiknya.”