PERTEMUAN SPIRITUAL DENGAN SANTA RIAZ AHMED GOHAR SHAHI

MANCHESTER 13 OKTOBER 1997 
 

Kami memberitahu tujuan kedatangan kesini dan mengapa kami pergi dari satu tempat ke tempat lain! Satu hal adalah bahwa ini merupakan perintah Allah dan rasulNya. Jika seseorang adalah semacam orang yang hanya mengemis untuk dunia (pada masa permulaan), oleh sebab itu mendekati mereka adalah sia-sia.

Ketika Allah menciptakan jiwa-jiwa, Dia bertanya kepada setiap orang, “Alasat Berbokum?” Apakah kalian menerimaKu sebagai Tuhan kalian? Setiap jiwa menjawab, “Qalo Balla.” Menjawab ya. Kemudian Allah memperlihatkan mereka kesenangan-kesenangan dunia ilusi. Dan bertanya apakah ada yang menginginkannya? Sekian banyak jiwa tergesa menuju tempat itu, jadi mereka yang cenderung pada kesenangan dunia tertulis dalam takdir mereka.

Banyak jiwa tidak melompat ke tempat itu (tempat kesenangan), mereka tetap memandangan manifestasiNya, dan ketika mereka tetap memandang, maka Allah mulai mencintai mereka dan mereka mulai mencintai Allah. Sekarang jiwa-jiwa tersebut yang berhasrat akan dunia, mereka mendapatkan dunia, mereka yang berhasrat akan perbuatan tanpa rasa malu (immoral) dan mereka mendapatkannya. Lalu ketika orang-orang tersebut mulai menua, setelah menghabiskan seluruh hidup mereka dalam perbuatan senang-senang, ketika mereka tua, mereka berpikir bahwa sekarang mereka akan mati, mereka tidak dapat berbuat senang-senang lagi, bagaimana mereka akan dapat berbuat itu di kehidupan selanjutnya? Oleh sebab itu mereka mengambil tasbih dan mulai berdoa, sehingga mereka mungkin juga mendapatkan bidadari di akhirat, bukan untuk Allah, tetapi untuk kesenangan mereka, mereka mulai salat/doa, sehingga mereka di akhirat akan mendapat perawan surga dan mereka akan mendapat surga.

Kemudian jenis kedua jiwa-jiwa yang dicintai oleh Allah, mereka juga datang ke dunia ini. Sebagian berada di keluarga Muslim, sebagian dari keluarga kafir, sebagian ada di Amerika, sebagian ada di Jepang dll. Sekarang kami sedang mencari jiwa-jiwa tersebut. Sekarang, ketika jiwa-jiwa tersebut datang, mereka mendatangi bagian dalam tubuh, dan mereka terkunci di dalam (menjadi tawanan di dalam tubuh). Lalu ketika mereka terkunci di dalam, mereka tidak tahu/sadar (tidak dapat mengingat apapun), mereka tidak dapat bergerak di dalam; mereka perlu dibangunkan/disadarkan, mereka mencintai Allah, oleh sebab itu, kami harus mengirimkan penyebutan nama Allah di dalam tubuh mereka. Ketika gema Allah terjadi di dalam mereka, maka mereka (jiwa-jiwa tersebut) juga mulai menyebut Allah Allah, ketika jiwa-jiwa tersebut mulai menyebut Allah Allah, maka mereka mengingat, “Siapa kami dahulu? Kami adalah pecinta Allah.” Jadi, mereka menerima lagi status yang sama di dunia ini.

Sekarang, hanya jiwa yang akan menyebut nama Allah yang mencintai Allah. Orang yang tidak mencintai Allah, walau dia berusaha ribuan kali, Allah Allah tidak akan pernah terjadi dalam jiwa itu. Lalu, bagaimana penyebutan Allah Allah dapat dikirim ke jiwa? Sekarang jiwa-jiwa tersebut yang datang ke dalam keluarga Muslim, sebagian dari mereka mendapatkan rahasia ini, bahwa bagaimana Allah masuk ke dalam. Bahkan beberapa diantara para Muslim mendapatkan rahasia ini dan orang-orang non Muslim tidak menerima rahasia ini.

Lalu ada orang-orang yang menyebut nama Allah, mereka menyebut nama Allah dengan tasbih. Ini bukan jiwa anda yang menyebut nama Allah, ini anda yang sedang menyebut dan anda sedang melakukannya diluar tidak di dalam. Penyebutan nama Allah harus dikirim ke dalam, seseorang dengan tasbih yang nampak (di tangan), dan yang lain adalah yang terimplan di dalam (yaitu hati), yang memproduksi bunyi “tik tik”. Sekarang dengan tik tik (bunyi detak jantung) ini nama Allah disinkronkan; Allah Hu Allah Hu. Sekarang Allah Hu dapat disebut tanpa tasbih, jadi apa perlunya tasbih? Apa perlunya menghitung (tasbih)? Ketika Allah Allah terus menerus disebut siang dan malam (oleh hati), maka apa perlunya tasbih? Seperti batu yang bergesekan dengan batu, nyala api muncul. Ketika air bergesekan dengan air, listrik muncul, ketika Allah bergesekan dengan Allah, cahaya Allah muncul, itulah mengapa mereka menyebut dengan tasbih tersebut (tasbih hati) untuk cahaya ini.

Kami telah melihat seorang perempuan di Hyderabad (Pakistan), dia biasa menyebut doa “Nurus samawati wal ard (cahaya di langit dan di Bumi)” dengan tasbih, sehingga dia menjadi agamis dengan itu. Pada tiap Kamis malam dia memanggil orang-orang, dan biasa menyebut dengan tasbih di depan mereka. Ini terlihat dari jauh bahwa cahaya-cahaya terpancar dari tasbih tersebut. Tetapi ketika orang meragu dengan kejadian alamiah tersebut, jadi orang menuduh bahwa dia telah melakukan sesuatu dengan tasbih tersebut. Tetapi ketika orang lain memutar tasbih tersebut tak ada yang terjadi. Kemudian mereka meminta dia untuk memutar tasbih itu tanpa menyebut ayat khusus tersebut, jadi ketika dia melakukan itu, tidak ada yang terjadi, tetapi ketika dia memutarnya dengan menyebut ayat yang dia biasa sebut, cahaya mulai memancar dari tasbih itu.

Itu artinya untuk memproduksi cahaya, bersama dengan pemutaran tasbih; mereka menyebut nama Allah, sehingga dengan gesekannya, cahaya mungkin muncul. Dengan tasbih ini (tasbih tangan) cahaya muncul secara nyata, tetapi itu diluar, apakah itu masuk ke dalam? Jika itu bekerja, itu hanya akan berguna hanya pada hari kiamat, itu tidak memberikan keuntungan pada anda pada saat ini. Ketika kita menyinkronkan penyebutan nama Allah dengan bunyi detak jantung dari “tasbih dalam”, jadi cahaya tersebut, yang muncul pada saat itu, tidak akan pernah keluar, karena bunyi detak jantung terhubung dengan darah, dengan demikian itu secara langsung menuju darah.

Ini adalah ilmu pengetahuan, bahwa ketika air bergesekan dengan air, listrik akan muncul, tetapi darah yang ada dalam diri anda lebih bertenaga daripada air, jadi ketika darah bergesekan dengan darah, listrik muncul. Anda memiliki satu setengah watt listrik di dalam tubuh anda. Dalam makhluk hidup apapun yang mengandung listrik, ketika darah bergesekan dengan tik tik (bunyi detak jantung) tersebut, cahaya mulai muncul, sekarang penyebutan Allah ini bercampur dengan darah, ketika penyebutan Allah menuju ke dalam darah, itu menuju otot. Karena darah terhubung dengan jantung, dan jantung terhubung dengan setiap otot tubuh.

Disebutkan dalam Hadits bahwa, “Setan berlari ke dalam ototmu.” Ketika Allah Allah menuju otot, setan lenyap! Maka cahaya penyebutan nama Allah tersebut biasa pergi ke dalam, dan itu menuju jiwa-jiwa. Ketika itu mencapai jiwa-jiwa tersebut, jiwa-jiwa tersebut setelah dibangunkan, mulai menyebut nama Allah. Anda tetap tidur dan mereka akan tetap menyebut nama Allah. Anda mengantuk tetapi mereka tidak tidur. Anda punya urusan/bisnis dan anak-anak, jiwa-jiwa tidak punya bisnis dan anak-anak. Urusannya hanyalah menyebut nama Allah, jiwa itu dapat merasakan, apapun yang ditanyakan di kubur, jiwa tersebut akan bertanggungjawab untuk itu. Jiwa itu juga punya rasa (kesadaran), itulah mengapa jiwa itu mampu menjawab, bukan? Jika itu dapat menjawab pertanyaan tersebut, maka tidak dapatkah itu menyebut nama Allah?

Ketika selama 24 jam penyebutan nama Allah berlanjut di dalam tubuh anda, maka! Anda tidak hanya memiliki satu jiwa saja di dalam diri anda, ada tujuh jiwa. Setiap jiwa memiliki tugas masing-masing; tujuh jiwa tersebut akan mulai menyebut Allah Allah. Maka, pada tingkatan ini dianggap sesuci Masjid, Ka’bah. Maka bunga-bunga bermekaran ini (Guli Ghulzar) seperti surga. Maka apapun yang tinggal di hati, secara otomatis dicintai. Maka di dalam hati anda! Jiwa sudah memiliki cinta, dan kemudian cinta yang telah tinggal di hati mendatangi hati. Kemudian cinta Allah terlahir di dalam hati anda, dan kemudian Allah mencintai anda. Mereka yang dicintai Allah, Allah merawat mereka juga. Dia tidak hanya merawat, tetapi suatu hari Dia melihat mereka dan melihat dengan cinta yang besar. Kemudian pada hari tersebut Allah Maha Kuasa memandang anda dengan cinta! Dikatakan bahwa suatu hari jika Dia memandang seseorang dengan cinta, efeknya berlangsung selama 40 tahun. Ketika Dia memandang, maka cinta juga berakhir, digantikan oleh cinta kasih (Ishq), kemudian ,”Kamu adalah milikKu dan Aku milikmu.”

Untuk tingkatan ini Allama Iqbal berkata: Gr ho Ishq to Kufr bhi hai Muslmani. (jika ada Ishq, maka kekafiran juga Islam. 
 

Jika (Ishq) cinta kasih Allah datang ke dalam diri anda, maka bahkan jika anda kafir, anda tetap dianggap diantara Muslim.

Beliau melanjutkan: Gr na ho Ishq to Muslim b hain Kafir o Zindiiq (Jika kamu tidak memiliki cinta kasih, maka meskipun kamu Muslim, kamu adalah kafir dan seorang yang meragu.)

Sekarang para Muslim tersebut yang belum mendapat cinta kasih Allah di dalam diri mereka, mereka sendiri saling mengatai satu sama lain sebagai kafir dan peragu. Para Muslim saling mengatai satu sama lain kafir, bukan? Yang satu melempar bom ke masjid yang lain. (Atas pertanyaan) mengapa kamu melakukan itu? (Orang pertama) dia adalah seorang kafir dan dia (orang kedua) melempar bom ke masjidnya bahwa dia (orang kedua) seorang kafir, dimana disebutkan dalam Hadits bahwa jika seseorang hanya menerima Ka’bah dan dia tidak melakukan hal lain, dia hanya menerima Ka’bah, dia juga tidak dapat disebut sebagai kafir. Karena dia menerima Ka’bah, jadi bagaimana dia dapat disebut kafir.

Lalu pengetahuan ini diantara orang-orang pilihan, ini tidak diketahui untuk orang awam. Apa yang dulu biasa dikerjakan oleh para santa adalah, mereka yang menjadi sangat dekat dengan mereka (para santa), mereka (para santa itu) biasa untuk memberitahukan rahasia ini kepada mereka. Mereka biasa melakukan dua tipe baiat! Anda akan telah mendengarnya. Satu adalah baiat umum dan yang lain adalah baiat khusus. Orang yang berbaiat umum tidak diberitahu hal semacam itu; mereka dulu mengatakan, “Hal-hal khusus tidak dapat diberitahukan kepada orang-orang biasa, setelah mempersiapkan payasam (nama makanan manis) tidak dapat diberikan kepada anjing.” Dalam baiat umum hanya ada shariat, salat dan puasa, itu saja. Dan dalam baiat khusus ada pengetahuan (bagian dalam) ini. Melalui baiat umum seseorang maksimal menjadi ulama, dan melalui pengetahuan dalam, seseorang menjadi santa/wali, menjadi teman Allah, mereka yang menjadi teman-teman Allah melalui pengetahuan dalam ini.

Sekarang Allah yang Maha Kuasa telah menyingkapnya kepada setiap orang, (Allah berkata) bahwa siapapun orangnya, baik dia salat maupun tidak, punya jenggot maupun tidak, tua atau muda, ajari dia dan beritahu metodenya, selanjutnya Kami (Allah) akan pilih kepada siapa Kami kehendaki.

Selanjutnya! Kami tidak dapat memulai dzikr di dalam hati anda, kami hanya dapat memberitahu anda sekalian, kemudian kepada siapapun Dia berkehendak, penyebutan nama Allah akan mulai. Segera sesudah penyebutan nama Allah mulai di dalam seseorang, kami akan mengerti bahwa Allah menyukainya, kemudian kami memandu secara spiritual kepada orang tersebut. Kemudian Allah telah menganugerahi kami kekuatan spiritual, melalui kekuatan spiritual tersebut kami akan membantu dia. Ketika kami membantunya, dia sendiri yang akan tahu bagaimana dia telah dibantu. Tetapi mereka yang di dalam (entitas spiritual) yang “Allah Allah” tidak terjadi, ini artinya Allah tidak menghendaki mereka. Kemudian apa kaitannya dengan mereka? Baik kami tidak membaiat maupun kami menerima sumbangan, apa hubungan kami dengannya? Jika kami membangun sebuah hubungan dengannya, kami membangun itu untuk Allah, jika Allah tidak mengharapkan dia, maka kami berhenti (memberitahunya). Sekarang diantara anda, siapa yang tahu siapa yang Allah sukai?

Tidak begitu halnya bahwa Allah menyukai seseorang yang banyak salat. Dia mungkin telah melakukan salat untuk kesenangan (di surga). Ini tidak juga bahwa jika seseorang adalah pencuri atau perampok dan Allah tidak menyukainya. Itu bisa jadi bahwa profesi orang tersebut adalah perampok tetapi jiwanya mungkin sama dengan yang dulu berada di atas (seseorang yang mencintai Allah pada masa permulaan dulu). Dia mungkin telah dilahirkan dalam sebuah keluarga perampok atau dalam keluarga kafir, tetapi jiwanya adalah jiwa yang dulu mencintai Allah, sehingga mungkin dia membuat sedikit praktik dan penyebutan nama Allah mulai di dalam (hatinya).

Segera sesudah penyebutan nama Allah mulai, kendaraan anda telah mulai bergerak. Kendaraan ini menuju Allah, dan segera sesudah kendaraan anda menuju Allah, sekarang pada tahapan ini dosa-dosa anda akan menjadi penghalang seperti batu-batu untuk kendaraan anda. Kendaraan ini dengan banyak sekali penghalang, akan butuh waktu lama untuk mencapai sana. Tetapi bersamaan dengan ini, jika anda salat dan berpuasa, jadi jalur/jalan tersebut akan menjadi (jalur) pesawat dan itu akan mencapai sana dengan sangat cepat. Jika tidak, setidak-tidaknya, itu harus mencapai tujuan. Melalui hal itu, akan butuh waktu, tetapi dengan salat dan puasa dan mematuhi shariat, itu akan mencapai lebih cepat. Ini adalah pengetahuan yang telah saya sampaikan kepada anda. Tetapi jika anda ingin, saya akan memberitahu anda detailnya juga. Anda semua adalah berpendidikan dan bijaksana. Di Pakistan kami tidak memiliki banyak orang bijaksana. Mereka yang bijaksana telah datang ke sini sementara yang lain telah menjadi bijaksana dengan datang ke sini.

Ketika kami memberitahu mereka (orang Pakistan) sesuatu, mereka tidak mengerti, hanya 10% mengerti dan 90% tidak mengerti, dan di sini (di luar negeri) kami telah melihat bahwa 90% mengerti, 10% mereka tidak mengerti, padahal orang-orang ini jauh dari agama juga dan mereka (orang-orang di Pakistan) itu religius, masih tidak dapat mengerti hal-hal tentang agama. Jika mereka telah bisa mengerti apa yang agama katakan, maka mengapa sekarang 72 sekte telah diciptakan? Mereka ini walau jauh dari agama, dapat mengerti apa yang agama katakan. Sekarang! Apapun yang saya katakan kepada anda, itu nampaknya bagi anda sesuatu yang sangat besar, sementara itu adalah hal normal, dalam agama itu adalah hal kecil.

Lalu siapa anda? Pertama anda harus tahu siapa anda? Anda bukan apa-apa, anda hanya sebuah struktur (tubuh). Allah yang Maha Kuasa telah mengunci tujuh manusia di dalam diri anda, manusia-manusia ini memiliki tujuh pelayan. Manusia-manusia ini disebut Lataif (entitas spiritual) dan pelayan mereka disebut Jussah. Sembilan ditambah tujuh, total enambelas entitas terkunci di dalam tubuh ini. Ketika entitas-entitas tersebut (terus) hidup, tubuh tersebut mati (pada saatnya). Ini anda bisa menerima, bukan? Mereka akan bertanggungjawab atas apapun perhitungannya? Tubuh ini akan pergi ke kuburan (menjadi mayat), anda perduli pada tubuh ini, bukan? Mereka yang manusia yang terletak di dalam, anda tidak perduli kepada mereka, padahal mereka adalah hal nyata. Tubuh ini percaya kepada mereka, dan entitas-entitas itu yang ada di dalam tubuh, percaya kepada tubuh ini. Mereka tergantung satu sama lain. Ketika Adam dibuat dari lumpur, setan meludah kepadanya, dan jatuh di titik pusar (Nafs). Sehingga itu membuat tanda di sana, dan dengan benih-benih kumannya seorang anak terbentuk, dengan kuman-kuman ludah setan, seekor anjing terbentuk di dalam, ketika itu menjadi anjing di dalam, saat itu Bhulle Shah mengatakan:

Is Nafas paleet ny paleet kita asin mundhon paleet na hasay

“Nafs yang kotor (diri) telah mengotopi kita; kita pada dasarnya suci.”

Ini artinya bahwa kita dibuat tidak suci oleh diri/Nafs kita. Jika tidak, pada dasarnya kita bersih/suci.

Tanah liat itu yang Allah buat adalah bersih, jiwa-jiwa itu juga bersih, tetapi anjing itu yang dibentuk oleh ludah setan disebut diri/Nafs, ketika itu masuk ke dalam tubuh, tubuh itu menjadi tidak bersih. Untuk hal ini, tertulis dalam Hadits:

“Sebuah rumah dimana ada anjing di dalamnya, para malaikat pemberkat tidak akan datang ke sana.”

Sekarang baik rumah itu maupun rumah ini (tubuh manusia), jika anjing itu ada di dalam tubuh anda, baik ibadah maupun hal suci tidak akan tinggal di dalamnya. Karena anjing berada di dalam sana, ketika anda menyucikannya, maka hal-hal kotor tidak akan dapat tinggal di sana.

Agama-agama datang untuk diri (Nafs) ini. Apa kebutuhan agama-agama untuk jiwa-jiwa itu, mereka (jiwa-jiwa) itu suci. Apa hubungannya dengan neraka? Mereka itu sesungguhnya surgawi (tidak ada dosa). Nafs/diri itu yang masuk kedalam tubuh, agama-agama datang hanya untuk Nafs tersebut, Quran suci anda juga diturunkan untuk Nafs ini. Di dalam Quran diulang-ulang tertulis untuk membersihkan Nafs ini, hancurkan dia; jika tidak dapat disucikan, maka bunuhlah dia. Ancaman-ancaman telah diberikan. Ini adalah pengetahuan, Nafs/diri telah diancam bahwa anda akan dilempar ke neraka, kemudian itu telah diberikan ketamakan bahwa jika anda melakukan perbuatan baik, anda akan dihadiahi surga. Seluruh Quran ini datang untuk perbaikan Nafs ini. Sekarang, jika perbaikan Nafs anda telah dilakukan, ini kemudian juga perbaikan anda, ini akan menjadi perbaikan bagi seluruh Muslim, dengan begitu semua menjadi impas, bukan? Tetapi Allah telah membuat tujuh surga.

Setelah perbaikan Nafs, ketika Nafs ini menjadi tersucikan, maka ada lebih dari enam orang di dalam tubuh, dan kemudian pengetahuan mereka datang. Pengetahuan nyata ini tampak/terlihat, ini datang melalui Quran, dan pengetahuan yang itu ditransfer dari dada ke dada sehingga itu disebut pengetahuan dalam. Pengetahuan luar/eksoteris diwarisi oleh ulama, dan pengetahuan dalam/esoteris diwarisi oleh para santa/wali. Setelah pengetahuan Qalb/hati ini datang, makhluknya disebut Qalb. Jika anda ingin memiliki posisi yang tinggi di surga, maka ibadah lah dengan Qalb/hati. Jika anda ingin meraih tingkatan berikutnya, maka ibadah lah dengan Ruh /jiwa. Jika anda menginginkan status yang lebih tinggi dari ini, beribadah lah untuk Darus Salam, jika anda ingin yang berikutnya dari ini, beribadah lah untuk Darul Qarar dan jika anda ingin surga tertinggi, jika anda ingin Firdaus, salat lah dengan Ana (entitas spiritual yang terletak di dahi). Dengan melakukan ini, status anda akan meningkat, jika tidak semua akan berada di dalam satu tingkatan.

Semua tingkatan ini terkait dengan manusia (entitas spiritual/makhluk) yang hadir di dalam anda. Maka Allah membuat koneksi manusia-manusia tersebut dengan setiap surga. Nafs terhubung dengan dunia ini. Sekarang Nafs ini telah mendapatkan kekuatan, ketika anda tidur pada malam hari, Nafs itu pergi keluar dari tubuh anda, melalui mimpi, anda menemukan diri/Nafs anda sedang berada di antara setan. Ini adalah diri/Nafs anda, ini memiliki kekuatan setan. Dan kemudian makhluk kedua adalah Qalb/hati, kemudian ini juga akan keluar di dalam mimpi, dan itu akan menuju langsung ke Malakut (alam pertama). Kemudian jika anda memperkuat jiwa, yang akan keluar dari tubuh ini dan ini akan pergi langsung menuju Jabarut (alam kedua), dan di dalam Jabarut, salat akan dilakukan. Di sana Nabi Suci (SAW) mengimami salat, dan kemudian itu akan pergi kesana dan melakukan salat di sana. Saat ini, dia tidak dapat pergi ke sana, tetapi ketika itu diberi kekuatan/diperkuat, maka dia (jiwa) itu akan dapat pergi ke sana. Setelah ini, jika anda akan membuat ini (Latifah Sirri/ makhluk ketiga) berkekuatan, dia juga akan pergi ke Lahut (alam ketiga). Ketika anda akan membuat itu (Ana) berkekuatan, yang terletak di dahi, itu akan mencapai dimana Allah yang Maha Kuasa sendiri hadir. Nabi Suci (SAW) mencapai sana dengan tubuh nyata beliau dan para santa mencapai sana dengan bantuan makhluk-makhluk tersebut.

Hal-hal ini ada di dalam anda, tetapa anda tidak pernah menyentuh mereka sama sekali. Anda belum menyentuh mereka, dan hal yang anda sentuh (tubu`), itu tidak akan pergi ke akhirat. Tubuh-tubuh ini tidak pernah ada sebelumnya (di masa pfrmulaan) maupun mereka tidak akan pergi ie akhirat. Rekarang jika tubuh-tubuh ini pergi ke akhirat juga, para bidadari tidak akan menerima mereka. Mereka (bidadari) akan berkata, “Ya tuhan, kami menunggu selama beribu-ribu tahun bahwa engkau akan mengirim manusia buat kami, dan anda telah mengirimi kami “hitam” dan “kekuning-kuningan” ini (tubuh orang di alam dunia). Apa yang akan akan lakukan terhadap mereka?” Tubuh-tubuh tersebut yang akan dibuat, akan berbeda. Tubuh-tubuh itu tidak akan terbakar maupun mati, tidak akan menjadi tua maupun sakit. Tubuh-tubuh lain akan dibuat; dan tubuh nyata ini akan tinggal di kuburan. Anda memikirkan mereka (tubuh-tubuh nyata) saja; tubuh-tubuh surga akan diberikan kepada jiwa-jiwa anda.

Sekarang teknik ini adalah yang terbaik bagi para pendosa. Bagaimana ini bisa untuk para pendosa? Jika seseorang meminum alkohol, dan makan barang haram, untuknya inilah teknik terbaik. Sekarang apa alasan dari itu? ini disebutkan dalam Hadits bahwa ketika seseorang melakukan dosa, itu tertulis dalam file/catatan Kiraman Katibin (malaikat-malaikat yang menuliskan perbuatan kita). Ketika mereka menulis di dalam file, maka mengapa titik hitam nampak di dalam hati? Ini adalah sesuatu untuk dipikirkan, bahwa mengapa mereka menghitamkan hati tersebut? Alasannya adalah bahwa jika seorang santa atau nabi ingin tahu tentang dia, nabi/santa tersebut bisa mengambil file tersebut dan bisa tahu bahwa orang macam apa dia itu, dan apa yang telah diperbuatnya? Dan bagaimana dia dulunya? Jika Allah butuh tahu tentangnya, Allah tidak akan melihat file itu, Dia akan melihat hatinya bahwa betapa dia seorang pendosa besar. Sekarang apa yang telah dilakukan oleh pendosa tersebut, dia belajar metode untuk membersihkan hatinya.

Ini adalah salah satu Hadits, “Ada senjata khusus untuk membersihkan segala sesuatu dan pembersih hati adalah berdzikr (menyebut) Allah.” Dia telah belajar untuk menyebut nama Allah dengan hati (Dzikr Qalb). Dia tetap berdzikr nama Allah dan melalui cahaya hati itu menjadi bersih, dia tidak dapat menghapus (apa yang telah tertulis di dalam file), karena itu dilakukan oleh para malaikat. Tetapi hati ini dibawah kekuasaannya dan hatinya bersinar dengan menyebut Allah Allah. Ketika anda melihat, seperti halnya mata anda melihat bintang bersinar, dengan cara yang sama ketika Allah yang Maha Kuasa melihat, Dia melihat pada hati yang bersinar. Kemudian Dia melihat hati yang bersinar tersebut, bukan filenya. Segera sesudah Dia melihat sebuah hati yang bersinar dan menjadi bermurah hati padanya. Pada tahap ini, seorang penyair berkata:

“Para pendosa mencapai pintu-pintu tempat suci, para pertapa dan orang saleh terkejut melihatnya.”

Dia adalah pendosa di masa lalu, dia membersihkan hatinya, ketika hatinya bersinar, Allah yang Maha Kuasa mengampuninya. Ketika penyebutan Allah Allah ini masuk ke dalam, kuman-kuman dosa keluar. Suatu hari, penyebutan Allah Allah ini akan menyucikan dan membersihkan seluruh tubuh dan anjing yang terdapat di dalam tubuh, suatu hari penyebutan Allah Allah ini akan membuatnya juga sebagai manusia. Jika itu tidak menjadi manusia, jika dia tidak patuh, maka itu akan menjadi selesai/lenyap. Pada tahapan ini manusia sebenarnya adalah manusia sejati, pada tahap ini ketika dia salat, itu akan masuk ke dalamnya, dan salat terdirikan. Saat ini anda hanya melakukan salat (dengan lidah). Berkali-kali anda salat; pada saat salat, anda seorang Mukmin pengiman sejati. Setelah salat, anda mulai melakukan “bisnis monyet” yang sama dalam urusan duniawi sekaligus pada malam hari saat anda tidur. Jadi siapa yang akan memanggil anda Mukmin pada saat ini? Tetapi ketika anda menjadi tersucikan, salat akan turun ke dalam anda, maka anda adalah Mukmin selama salat, saat bekerja, dan Mukmin saat sedang tidur juga. 

Sekarang, bagaimana salat akan turun ke dalam? Ketika cahaya Allah Allah akan datang ke dalam hati, banyak cahaya akan dikumpulkan di dada ini. Ini seperti telepon antara anda dengan Allah. Jika nabi atau santa berbicara kepada Allah, dia (nabi/santa) juga melakukannya melalui hati. Hati ini adalah telepon. Setiap orang telah memiliki telepon ini, tetapi ini memerlukan listrik. Telepon ini tidak berguna (tanpa listrik). Telepon ini (telepon yang nyata) dijalankan seperti ini, jika anda menelepon tanpa listrik, itu akan sia-sia, telepon ini memerlukan listrik dan hati ini memerlukan cahaya. Gelombang listrik dari sini mencapai Amerika dan gelombang cahaya dari sini mencapai langit (Arsh Mu’alla). Pada saat ini jika anda akan berbicara, itu akan mencapai langit dan jika anda salat, itu juga akan mencapai langit melalui cahaya ini. Sekarang itu (salat yang memiliki cahaya Allah) telah pergi ke langit, tetapi bagaimana salat ini akan tinggal di dalam diri anda? Ketika cahaya datang ke dalam hati, maka cahaya memiliki hubungan dengan cahaya, kemudian, ketika anda salat, cahaya salat ini juga akan masuk ke dalam hati anda, ketika anda membaca Quran, cahayanya juga akan masuk ke dalam, pada saat itu salat didirikan, lalu salat anda telah terbangun. Pada saat ini anda hanya salat saja. Quran tidak menyuruh salat, itu (Quran) menyuruh untuk mendidikan salat. Ini tertulis dimanapun (di dalam quran) untuk mendirikan salat.

Mereka yang berharap untuk melakukan dzikr ini, kami memberitahu metodenya dan anda dapat mencoba keberuntungan anda. Jika penyebutan Allah Allah mulai di dalam, anda boleh mendoakan kami. Anda tidak akan melakukan itu; orang/manusia yang terkunci di dalam tubuh anda yang pastinya akan mendoakan. Sungguh! Ketika para tahanan dilepaskan, mereka akan dengan pasti berdoa. Jika itu tidak mulai setelah beberapa hari, setidaknya anda akan mendapat pahala menyebut Alllah Allah. Ini adalah hal semacam itu, percayalah pada saya, penyebutan nama Allah ini adalah semacam obat yang jika Qalb belum mulai (melakukan dzikr sendiri), itu juga akan memiliki suatu efek pastinya.

Ada seorang bujang, dia melihat  seorang gadis di kota dan mulai mengitari gadis itu. Gadis itu sangat disukai Allah. Dia biasa dzikr (menyebut nama Allah). Dia (gadis) memanggilnya dan bertanya mengapa dia mengililinginya? Dia (bujang) menjawab, “Demi kamu.” Dia (gadis) berkata, “Aku tidak bisa menjadi milikmu; kamu hanya sedang menghancurkan hidupmu. Tetapi ada satu cara bahwa kamu duduk di Masjid dan mulai menyebut Allah Allah, dan kemudian aku dapat memberitahu dari rumah bahwa ada seseorang, seorang kekasih Allah. Kemudian mungkin aku mendapatkan ijin untuk menemuimu.” Dia (gadis) juga memberitahu metode yang dia ajarkan. Dia berkata, “Aku akan mengirimu makanan.” Dia (bujang) pergi dan duduk di dekat Masjid dan mulai menyebut Allah Hu. Dia (gadis) tetap mengirimi makanan, setelah limabelas hari, dia ingin melihatnya (bujang), sehingga dia tahu keadaannya. Dia pergi dan memanggilnya, bujang itu menengadah memandang gadis itu dan mulai lagi menyebut Allah Allah dengan menunduk. Gadis itu kembali memanggilnya, dan dia (bujang) bertanya, “Siapa kamu?” Gadis menjawab, “Aku adalah orang yang telah membuatmu duduk di sini.” Bujang menjawab, “Sekarang kamu pergilah dan biarkan aku menyebut Allah Allah.”

Dengan demikian di dalam tubuh siapa AllahAllah datang, dia membuang segala sesuatunya. Dia mendapatkan kesembuhan dari segala macam penyakit, karena nama ini “Allah” mendominasi atas segala sesuatu. Metodenya adalah itu! Anda harus membawa ini dan menyerapnya. Sekarang anda akan telah mencatat bahwa ketika anda menyebut nama Allah, ketika menyebut nama Allah dalam perkumpulan, atau ketika mendengarkan hal-hal tentang Allah, anda akan merasa diberkati. Tetapi anda tidak dapat duduk di dalam perkumpulan sepanjang waktu. Anda tidak dapat mendengarkan hal-hal semacam itu sepanjang waktu. Setelah itu ada keresahan lagi. Jika penyebutan nama Allah mulai di dalam anda selama 24 jam, maka anda akan diberkati sepanjang waktu. Ketika anda duduk selama sejam dan menyebut Allah Allah, maka anda sangat menikmati, maka ini adalah berkah eksternal dan jika penyebutan ini mulai selama 24 jam, (bayangkan saja) tentang berkah internal.

Ada metode untuk itu! Metode tersebut untuk membawa ini (penyebutan nama Allah) di dalam. Pertama tulislah di selembar kertas: “Allah” (ditulis dengan huruf Arab) sebanyak 66x. Jika anda dapat meluangkan waktu, tulislah empat atau lima atau tujuh kali sehari, tetapi setiap kali menulis, tulislah itu 66x. Ini akan menjadi aktivitas. Ketika 786 terhubung dengan ‘Bismillah’, dengan cara yang sama 66 terhubung dengan Allah. Suatu hari akan datang bahwa apapun yang anda biasa tulis pada selembar kertas, akan mulai membayang di mata anda, kemudian ini disebut ‘pemilik penglihatan’ (sahib tasawir). Ketika itu mulai terbayang-bayang di mata anda, kemudian hentikan menulis di kertas, dari mata dengan konsentrasi kemudian pindahkan itu ke dalam hati anda. Suatu hari akan datang bahwa apa yang biasa ditulis di kertas, akan tertulis di hati.

Quran suci (Al Mujaadilah 22) berkata, “Ada sebagian orang yang hatinya, iman telah tertulis.” Nama siapa yang lebih hebat dari nama ‘Allah’? Jadi iman telah datang ke sini (ke dalam dada). Ketika itu terlihat di sini di hati (jantung), saat itu detak jantung menjadi lebih cepat. Ini adalah tasbih hati. Kemudian sinkronkan Allah Hu dengan tik tik (detak jantung) ini, dengan satu tik (detak) disinkronkan dengan “Allah” dan detak berikutnya dengan “Hu”. Ini tidak berada dalam kekuasaan anda untuk menyinkronkan; anda dapat melakukan dzikr tersebut dengan nafas, anda juga dapat melakukan dzikr dengan suara keras dan gerakan kepala, anda juga dapat melakukan dzikr dengan menahan nafas, anda dapat juga melakukan dzikr tersembunyi (dibatin), anda dapat melakukan dzikr dengan langit-langit mulut anda, tetapi anda tidak pernah dapat melakukan dzikr dengan detak jantung. Anda dapat melakukan percobaan ini segera sesudah anda kembali, anda tidak akan pernah dapat melakukan itu. Itu dapat dilakukan hanya ketika ada kehendak dari Tuhan; itu (Dzikr Qalb) tidak mungkin tanpa keinginan Tuhan. Jika detak jantung disinkronkan dengan Allah Allah, maka itu artinya Tuhan telah menerima anda. Sekarang jangan pernah menyerah, sekarang bahkan jika anda harus kehilangan hidup anda, biarkan saja. Sekarang jangan tinggalkan Dia, karena Dia telah menerima anda. Hidup harus berakhir biar bagaimanapun, jika tidak hari ini, mungkin 20 tahun lagi. Mungkin saat itu anda meninggal sia-sia, tetapi jika anda meninggal sekarang (di jalan ini), ini akan termasuk shahid. Karena kendaraan tersebut telah menujuNya, kendaraan tersebut telah memulai perjalanannya. Sekarang bahkan jika kecelakaan terjadi kemudian, mereka yang meninggal menuju Kabah, nama mereka masih tercatat sebagai shuhada.

Kadang-kadang tempatkan tangan anda di atas jantung, ketika jantung berdetak, sinkronkan Allah Hu dengan echo (detak jantung) tersebut. Kadang-kadang tempatkan tangan anda di atas denyut nadi, dengan bantuan denyut nadi ini kirimkan Allah Hu ke dalam anda, denyut nadi ini juga berdetak seperti itu melalui tik tik (detak jantung) kirimkan Allah Hu ke dalam anda juga. Lakukan hal semacam itu, dengan hal itu jantung anda berdetak (menjadi berdetak keras). Anda akan telah mendengar bahwa Lal Shahbaz biasa menari, dan beliau biasa membuat orang menari juga. Anda akan juga telah mendengar Bhulle Shah berkata, “Kami membujuk teman kami dengan menari.” Anda akan mendengar ini juga bahwa Amir Kalal biasa membuat orang bermain kabaddi. Mengapa para santa ini melakukan hal semacam itu? Apa keperluan dari kabaddi bagi Amir Kalal? Mengapa Bhulle Shah perlu menari atau membuat orang menari? Ketika orang-orang kategori pendosa biasa mendatangi beliau (Amir Kalal), orang-orang semacam itu yang hatinya tidak sadar, beliau biasa membuat mereka bermain kabaddi dan meminta mereka untuk berlari, ketika mereka biasa berlari dan detak jantung mereka menjadi unggul/keras, kemudian mereka diminta untuk meninggalkan permainan kabaddi dan menyinkronkan Allah Allah dengan detak jantung mereka. Anda berlari, menari maupun melakukan latihan, karena jaman sekarang itu terlihat tidak lazim untuk berlari atau menari, jadi ada metode mudah lainnya yaitu duduk dan menyebut Allah Hu dengan suara keras, jika anda melakukannya selama sejam, detak jantung akan menjadi kencang/keras, kemudian sinkronkan Allah Hu dengan detak tersebut. Ketika anda terus melakukan ini selama beberapa hari, detak jantung anda akan memanggil Allah Hu, maka untuk selanjutnya berdzikr dengan suara keras tidak diperlukan lagi.

Itu (dzikr Allah) adalah Jalali juga. Orang-orang menghubungkan bahwa ada seekor burung phoenix “Quqans”. Ada seorang santa biasa menyebut Allah Hu, Ya Hu, yang mana phoenix itu juga terus menerus mendengarnya. Ketika santa itu pergi, burung phoenix itu mulai menyebut Allah Hu. Ketika dia mulai menyebut Allah Hu, setelah beberapa hari diketahui bahwa panas telah muncul di dalam. Dia berkata, “Lalu apa yang harus kulakukan?” Segera sesudah Allah masuk ke dalam, itu tidak akan pernah keluar, ini juga sebuah kesulitan. Ada sahabat-sahabat Nabi Suci (SAW), mereka dulu diikat dengan tali dan diseret di atas pasir, mereka dulu dikunci di dalam ruangan, tetapi segera sesudah mereka dilepaskan, mereka kembali kepada Nabi Suci (SAW), karena Allah Hu telah masuk ke dalam. Phoenix itu mengira bahwa dia juga tidak dapat dihentikan: kemudian aku juga akan terbakar. Jadi ketika pikiran terbatasnya bekerja, dia mengumpulkan beberapa ranting dan menyimpan itu di dekatnya sehingga jika itu terbakar, hanya ranting-ranting itu yang akan terbakar dan dia akan terbakar. Ketika ranting-ranting saling menyala, phoenix itu juga terbakar cepat. Kemudian dari abu tubuh phoenix, sebuah telur muncul. Telur itu menetas dan phoenix kecil muncul, yang juga menyebut Allah Allah. Kemudian dia juga terbakar. Siklus ini berlangsung sejak berabad-abad. Banyak orang tahu ini adalah burung phoenix yang terbakar dengan menyebut Allah Allah. Jadi mereka berkata, “Karena phoenix terbakar, maka kami juga akan terbakar.” Mereka membuat orang ketakutan. Phoenix ini telah belajar dan hanya mendengar “Allah Hu”, dia tidak mendengar “Muhammad Rasul Allah”. Jika dia telah mendengar itu, mengapa dia terbakar? Alasannya adalah bahwa nama Allah adalah agung (jalali). Efek nama Nabi Suci (SAW) adalah sejuk (jamali). Sekarang jika anda akan menyebut Allah Allah, anda akan merasa panas, sebanyak mungkin panas yang bisa anda tahan, anda lakukan itu, karena tanpa panas, tidak ada yang pernah matang/masak. Buah-buahan tidak akan matang, tidak juga masakan kari dan chapatti di rumah. Sebanyak mungkin panas yang bisa anda tahan, anda harus tahan itu. ketika itu tak tertahankan lagi, maka mulailah menyebut darud sharif (salawat), ini akan membuat sejuk. Lagi sebutlah Allah Allah, panas cahaya akan datang, kemudian sebutlah darud sharif, lagi-lagi ini akan membuatnya mendingin. Kemudian suatu hari akan datang ketika darud sharif dan Allah Allah akan menjadi satu. Tidak panas dan tidak pula dingin. Kemudian anda akan berkata, “Aku menyebut Allah Allah kenapa tidak merasakan panas?” Karena jalal dan jamal bersatu. Itulah metodenya.

Kewajiban hukum (shariat) adalah hal terbaik untuk ini. Tetapi mereka, yang tidak dapat dengan taat mengikuti hukum, itu masih lebih baik bagi mereka daripada keadaan sebelumnya ketika mereka tidak melakukan apapun, seseorang yang tidak melakukan salat apapun! Jika seseorang melakukan salatnya dan juga mengambil permisi dzikr bagi dia, itu akan lebih bermanfaat. Itu akan menjadi ‘krim dalam kue’. Dia telah rutin salat dan sekarang dia menyebut Allah Allah di dalam juga, dengan demikian statusnya menjadi lebih tinggi. Jika seseorang tidak salat sama sekali, setelah ambil permisi dzikr, dia juga melakukan dzikr, tetapi belum salat, setidaknya dia lebih baik daripada kondisi pertama, ketika tidak melakukan apapun. Pada akhirnya satu hal disitu. Ini sangat mungkin bahwa melalui dzikr nama Allah dia mungkin menjadi rutin salat pada suatu hari. Dalam hal ini dia bisa menjadi rutin salat sepanjang hidupnya. Sekarang ini mungkin bahwa dengan menyebut Allah Allah dia mungkin jatuh cinta kepada Allah dan itu akan menjadi cukup baginya. Dalam hal ini, semakin dia mematuhi hukum (shariat), semakin dia akan meraih status yang lebih tinggi. Jika tidak ini adalah keyakinan kita! Dengan yakin dan pasti dan itu tertulis, kami berkata bahwa jika hati seseorang mulai berdzikr, dia tidak akan pernah masuk neraka, karena itu mulai dengan kehendakNya. Dan siapapun atasnya kehendakNya telah dianugerahkan, bagaimana dia akan masuk neraka.

Dzakir Qalbi (meditator hati) tidak pernah bisa masuk neraka.

Jadi ini mungkin bahwa dia dapat terhalang dari status, jika dia tidak mematuhi hukum dia dapat terhalang dari status, tetapi dia tidak pernah bisa masuk neraka. Karena ini di dalam Hadits, “Seseorang yang yang telah mendapatkan sedikit cahaya dalam dirinya, tidak bisa masuk neraka.” Jadi ketika dia menyebut nama Allah, itu dipahami bahwa cahaya tersebut akan tercipta. Ketika anda minum obat, ini dipahami bahwa itu akan memiliki efek. Penyebutan Allah Allah akan memiliki efek secara pasti dan khusus ketika penyebutan ini dilakukan oleh hati.

Kami telah memberitahu anda tentang meditasi hati. Telah memberikan ijin. Itu saja. (Setelah ini) para malaikat akan membuat sketsa orang ini di atas, mereka ini adalah para malaikat spesial, mereka akan membawa sketsa orang tersebut ke atas, (dan mengumumkan) bahwa dia ingin menyebut Allah Allah, dia berkata, “Saya akan menyebut nama Allah dengan hati/Qalb; saya akan berteman dengan Allah.” Orang itu telah memberitahu dia caranya, dan sebagai balasannya, dia telah menerimanya. Jadi dia diterima atau tidak? Jiwanya akan dibawa ke Baitul Makmur (tipe unggul Ka’bah langit), dia bahkan tidak mengetahui hal ini. Allah sendiri biasa berbicara dengan makhluk Baitul Makmur, mereka (makhluk Baitul Makmur tidak dapat melihat Allah tetapi mereka dapat berbicara denganNya. Kemudian Allah menanyai siapa yang telah membawanya ke sini? Seseorang yang memberitahu metode tersebut kepada orang itu berkata, “Saya telah membawanya.” Allah bertanya, “Mengapa?” Dia menjawab, “Untuk menjadi teman Anda.” Jika Dia (Allah) berkata, “Aku tidak menerima.” Maka meskipun dia mendatangi ribuan santa, tidak ada yang akan terjadi; peristiwa Qalb tidak akan terjadi. Jika Allah menerima, kemudian Dia akan bertanya, “Aku bisa menerimanya, tetapi siapa penjaminnya? Bagaimana kalau dia melarikan diri?” Artinya; seorang teman harus diuji. “Jika aku mengujinya dan dia melarikan diri, maka siapa yang akan menangkap dia dan membawanya kembali?” Kemudian Ghaus Pak (Sheikh Abdul Qadir Jailani) menjamin untuknya. (Kemudian ditanyakan), “Siapa yang akan menjadi saksi?” Satu atau dua santa yang dia cintai atau tempat-tempat suci yang dia kunjungi, para santa itu akan menjadi saksi untuknya. Kemudian ditanyakan, “Siapa yang akan melakukan pembuktian?” Kemudian Nabi Suci (SAW) akan melakukan pembuktian itu. Kemudian Allah menerima dan kemudian hati/Qalbnya mulai (menyebut nama Allah). Jadi kemudian meskipun dia melarikan diri; mereka yang telah memberikan jaminan dan orang yang telah melakukan pembuktian, mereka akan menangkap dan membawanya kembali. Mereka tidak akan membiarkannya, jadi kemanapun dia pergi, mereka akan menangkapnya kemanapun dia pergi. Qalb ini tidak akan mulai tanpa (proses) ini.

Metode yang telah kami beritakukan kepada anda. Jika anda ingin melakukannya, anda dapat menyatakan bahwa, “Saya akan melakukan itu karena itu akan ditanyakan di atas: Apakah orang ini menerima/menyatakan?” Dan jika anda tidak menyatakan, siapa yang akan membawa anda ke atas? Ketika anda tidak akan menyatakan/menerima, siapa yang akan membawa anda ke atas? Oleh sebab itu mereka yang ingin mendapatkan ijin dzikr (meditasi hati), mereka dapat mengucapkan bersamaan dengan saya Allah Hu. Mereka akan diberi ijin! Itu saja. Kami tidak akan meminta uang, makanan maupun baiat (sumpah setia). Ini hanya ijin, katakan Allah Hu, Allah Hu, Allah Hu. Lailahaillallah Muhammad Rasul Allah.

Sekarang jika ada yang ingin anda tanyakan yang mungkin anda belum paham, untuk itu pertama-tama anda bisa memuaskan hati anda juga. Karena kami memiliki banyak pengikut yang baik sekaligus banyak musuh. Banyak ulama bersama kami dan banyak pula dari mereka melawan kami. Mereka yang melawan kami, mereka telah membuat banyak propaganda negatif tentang kami diantara publik. Jadi jika ada hal semacam itu yang anda telah dengar dengan beberapa cara, yang anda dapat tanyakan, sehingga tidak mungkin ada tertinggal sejenis prasangka/ketakutan di dalam hati

Pertanyaan: Apa itu tarikat (mistisisme)?

Jawaban: Seluruh pembicaraan yang telah saya berikan adalah tentang tarikat. Dengan mulut nyata, apapun ruku, sujud yang kita lakukan, itu disebut hukum (shariat). Jiwa-jiwa (entitas spiritual) itu yang berada di dalam, ketika mereka beribadah, itulah tarikat. Shariat Nabi Suci (SAW) adalah bahwa beliau (SAW) biasa mengimami salat di Masjid dan orang-orang yang biasa salat di belakang beliau (SAW), ini adalah shariat.

Jadi tarikat adalah bahwa beliau (SAW) pergi ke Miraj. Sekarang orang-orang tersebut juga mencoba untuk mencapai Miraj. Sebagian orang mencapai sana. Satu-satunya perbedaan adalah bahwa Nabi Suci (SAW) mencapai sana dengan tubuh suci beliau, orang lain tidak dapat mencapai sana dengan tubuh-tubuh mereka. Mereka dapat mencapai sana melalui jiwa-jiwa itu. Ini disebut tarikat (mistisisme).

Di dalam shariat, anda hanya pergi ke Masjid dan salat berjamaah. Tetapi tarikat adalah bahwa, di sana di Arsh Mu’alla. Anda salat di belakang Nabi Suci (SAW). Ini disebut tarikat (mistisisme). Ada tingkatan-tingkatan lebih diluar tahapan ini juga. Ada hakikat (kenyataan), ada ma’rifat. Sekarang anda sedang bertanya tentang tarikat, kemudian ada hakikat (kenyataan), ma’rifat, fanna, baqa, laqa. Ada begitu banyak tingkatan.

Pertanyaan: Kapan kami akan tahu bahwa kami sedang berproses ke selanjutnya, menuju tingkatan berikutnya?

Jawaban: Ketika anda menyebut Allah Allah! Anda biasa pergi ke Masjid, anda tahu bahwa anda akan salat. Ketika hati anda mulai menyebut Allah Allah, maka anda sadar bahwa hati anda sedang menyebut Allah Allah. Anda sadar bahwa anda pergi ke sini dan memperhatikan hal lain, anda akan pastinya menyadari itu. Kemudian anda menyadari di sini (di sisi kanan dada) juga jantung seperti berdetak telah mulai. Kemudian anda menyadari bahwa di dahi anda juga bunyi Allah Allah telah terdengar. Itulah bagaimana anda akan menyadarinya. Sebagai tambahan untuk ini, seperti sekarang anda melihat mimpi-mimpi setan, kemudian anda mulai melihat mimpi-mimpi suci. Anda akan memahami bahwa anda telah mencapai tempat suci dari Nabi Suci (SAW). Anda telah melihat Khana Ka’bah. Anda akan pergi ke tempat-tempat suci para santa. Jadi seperti ini anda akan terus menyadari. Kemudian guru spiritual anda akan tetap memandu anda.

Jadi, sekarang tentang ini, bahwa (kata Allah) telah memasuki mata. Lalu ketika tidur, anggap jari keshahidan ini sebagai pena, yang anda sedang menuliskan Allah di hati dengan imajinasi. Siapapun murshid (guru spiritual) anda! Panggil beliau! Sehingga dengan kekuatan spiritual beliau bisa menuliskan Allah di hati anda.

Ini merupakan tugas nyata para murshid. Mereka datang untuk menghubungkan orang dengan Allah. Mereka datang untuk Allah, tetapi anda orang-orang mengambil keuntungan duniawi dari mereka. Mereka datang untuk Allah. Jika anda belum mendapat guru spiritual atau murshid anda tidak cukup kuat, sekarang banyak yang tidak memiliki kekuatan. Dulu ada seorang santa dan kemudian dia memiliki seorang anak laki-laki dan kemudian dia memiliki cucu. Karena ribuan tahun rangkaian ini berlanjut, jadi setiap orang tidak dapat disebut santa. Mereka yang datang ke dalam perangkap Ghaddi Nashin dan Sajjada Nashin (sebutan penerus suci), mereka tidak dapat meraih hal ini. Jadi jika dia tanpa kekuatan dan tidak dapat mencapai, maka tempat suci yang anda kunjungi jika itu adalah seorang sempurna, maka bayangkanlah beliau, bahwa seseorang yang tempat sucinya dipersembahkan, beliau mungkin menolong anda. Mereka yang merupakan guru sempurna, cara selama hidup mereka, mereka bermanfaat bagi orang-orang, dengan cara yang sama, setelah kematian mereka, mereka dapat bermanfaat bagi mereka. Setelah ini, jika mereka juga tidak berhasil, maka bayangkan tempat sucinya Nabi Suci (SAW), bahwa “Saya adalah pengikut anda dan sekarang saya telah memilih jalan ini, jadi bantu saya dalam menemukan Allah.” Kemudian kemanapun takdir anda akan berada, wajah atau tempat suci tersebut akan muncul pada anda.

Ketika anda bangun di pagi hari, baik anda berwudzu atau tidak, wudzu hati tidak dilakukan dengan air. Jika anda berada di air sepanjang hari, air tidak akan masuk ke dalam anda. Tetap lakukan pengingatan rahasia (Dzikr Khafi/dzikr dibatin). Hari ketika detak jantung anda menyebut Allah Hu, hari itu anda harus memahami bahwa kendaraan anda telah mulai bergerak menuju Allah. Ini adalah tarikat (mistisisme). Tarikat terhubung dengan hati ini. Sementara itu tetap menyebut nama Allah Allah. Ketika seseorang mencapai Allah, maka ini disebut hakikat (kenyataan). Hubungan hakikat adalah dengan mata ini. Suatu hari anda dapat melihat Dia yang anda sebut namaNya.

Pertanyaan: Apakah ini sufisme?

Jawaban: Ini adalah sufisme. Ini sejak masa Nabi Suci (SAW). Ini ada bahkan sebelum masa Nabi Suci (SAW).

Pertanyaan: Beberapa orang berkata bahwa itu muncul sesudahnya, setelah beberapa abad?

Jawaban: Bukan. Itu adalah masa Nabi Suci (SAW). Pada masa Musa (AS) ada semacam orang yang meninggalkan rumah mereka dan segala sesuatu dalam rangka mencari Tuhan; mereka disebut Rahab (pendeta). Mereka yang meninggalkan rumah mereka dan segala sesuatunya (dalam rangka mencari Tuhan) pada masa Isa/Jesus (AS) disebut Hawari. Pada masa Nabi Suci (SAW) yang meninggalkan rumah demi Allah, mereka disebut Ashabul Sufa. Itu dimulai dari Ashabul Sufa; ini sejak masa Nabi Suci (SAW). Ashabul Sufa biasa memakai baju robek, praktik zakat mulai pada saat ini. “Beri mereka zakat, karena mereka memenuhi syarat.” Ketika Nabi Suci (SAW) biasa duduk bersama mereka, sahabat nabi yang lain berkata bahwa, “Orang lain akan menertawakan anda, bahwa anda duduk dekat dengan orang lapar dan miskin. Ini tidak sesuai dengan kedudukan anda.” Nabi Suci (SAW) menahan diri untuk tidak duduk-duduk bersama mereka selama beberapa hari. Kemudian wahyu dikirimkan dan Allah meminta (beliau) untuk duduk dengan mereka juga. Kemudian Nabi Suci (SAW) menjadi terbiasa untuk duduk dengan mereka juga. Sufisme mulai dari sini sebenarnya.

Ada beberapa sekte di dalam Islam yang tidak mempercayai ini. Mereka berkata apapun (ibadah) itu, itu hanya yang nyata saja (mereka tidak mengakui pengetahuan esoteris/dalam, maupun mengetahuinya). Tetapi kami berkata bahwa Allah berkata, “Jelasnya pergilah ke Masjid untuk salat. Orang-orang akan melihatmu.” Ini untuk menunjukkan kepada orang lain dan memperlihatkan bagaimana perilaku anda, bagaimana anda salat, sehingga mereka dapat memperhatikan anda. Pergilah ke sana dan berhubungan dengan orang-orang. Setelah salat, orang-orang memeluk dan berjabat tangan satu sama lain dan sehingga perbedaan diatasi.

Kemudian Allah berkata tentang tipe lain ibadah tersembunyi yang hanya Aku (Allah) tahu dan kamu tahu dan tidak ada orang lain yang harus tahu tentang ini. Ini semacam tipe ibadah (yaitu pengingatan dengan hati). Siapa tahu hati orang sedang menyebut Allah Allah. Orang-orang lain tidak bisa tahu itu. Ini adalah tarikat (mistisisme) yang tersembunyi. Mereka yang tidak percaya dalam tasawuf (mistisisme), kamu tanyai saja mereka ini: Jika penyebutan luar Allah (menggunakan tasbih) adalah benar, maka sebagai ganti penyebutan yang tampak dari nama Allah ini, apa salahnya dengan pengingatan dengan hati. Praktik luar ini memerlukan wudzu, tetapi penyebutan dalam bahkan dapat dilakukan tanpa wudzu. Ibadah luar ini memerlukan ketaatan sementara di dalam ini (ibadah dalam) jiwa-jiwa di dalam akan patuh secara otomatis dengan sendirinya. Orang-orang membantah dengan kami tetapi dengan penjelasan ini mereka setuju.

Anda ingin bertanya yang lain?

Pertanyaan: Apakah dengan melakukan Dzikr Ana, selubung akan terbuka, segala sesuatu akan terlihat dengan jelas?

Jawaban: Ada satu makhluk di sini (menunjuk pada dahi ‘entitas spiritual Ana’) dengan kebaikannya, anda berpikir. Mengapa hewan tidak berpikir, meskipun otak mereka lebih besar dari milik anda? Ketika hewan mendapatkan air juga di hutan-hutan, rumput juga tersedia di sana, kemudian apa alasan mereka di sini (di kota) sebagai tawanan? Jika mereka dapat berpikir, mereka akan telah melarikan diri. Satu-satunya alasan adalah bahwa hewan-hewan tidak memiliki itu (makhluk khusus), yang melaluinya mereka dapat berpikir, sementara itu anda sungguh memiliki makhluk itu, dengan kebaikannya, anda berpikir. Orang-orang menjadi hafidz (penghafal Quran) karena makhluk itu. Bagaimana seseorang dapat menjadi hafidz dengan otak ini? Sebenarnya makhluk itu menjadi hafidz dan manusia menyebut dengan lidah. Ada satu metode yang dengan itu cahaya Tuhan diberikan padanya dengan berdzikr ‘Ya Hu’ dan membayangkan Allah dan Muhammad (SAW), melalui ini ketika dia diberi kekuatan, itu menjadi hafidz dan tinggal di sini, tetapi sekarang (setelah diperkuat dengan cahaya) dia pergi dari sini (menunjuk dahi) dan pergi langsung menuju Allah. Para santa mendapatkan penglihatan (akan Allah) dengan makhluk ini (di dalam dahi). Tetapi segera sesudah semua makhluk (di dalam dada) tumbuh dewasa, maka gilirannya (entitas spiritual Ana) datang.

Pertanyaan: Apa identifikasi dari makhluk-makhluk/jiwa-jiwa tersebut, bagaimana mereka bisa menjadi dewasa?

Jawaban: Seseorang yang memiliki jiwa-jiwa ini di dalam tubuh mereka (menyebut Allah Allah), mereka tahu, hanya orang lain tidak dapat mengetahuinya. Segera sesudah jiwa ini (di dahi) diperkuat, gerakan akan mulai, kemudian ini akan disadari bahwa ada seseorang yang bergerak di dalam. Kemudian ada praktik-praktik tertentu yang dengannya (makhluk) itu dapat pergi ke luar (dari tubuh). Sekarang keluarkan itu dengan sentakan, pada mulanya dengan sentakan, itu terbang sedikit, kemudian lebih dan lebih tinggi. Itulah bagaimana itu bekerja. Itu merupakan pengetahuan yang semestinya, yang disampaikan. Para santa telah menghabiskan 12 tahun di hutan-hutan hanya untuk meraih pengetahuan ini. Segera sesudah mereka mendapatkan penglihatan (akan Allah), mereka kembali ke rumah mereka. Segera sesudah mendekati tujuan, lalu tidak masalah apakah mereka tinggal di hutan atau di rumah.

Pertanyaan: Ada orang-orang tertentu yang hatinya tidak mulai berdzikr, meskipun mereka berusaha. Ketika mereka keluar rumah, mereka melakukan dosa.

Jawaban: Artinya Allah tidak menghendaki mereka (tidak menerima mereka).

Pertanyaan: Dan ada orang-orang yang hatinya menyebut nama Allah, mereka juga pergi keluar dan melakukan dosa.

Jawaban: Mereka (orang-orang yang hatinya berdzikr) akan terus melakukan dosa sebelum setan Nafs (yang terletak di pusar) itu sendiri tersucikan.

Saat ini hati sedang menyebut Allah Allah, tetapi setan itu (Nafs) lebih kuat dari ini (Qalb/hati), tetapi ketika meditasi hati sempurna dan menjadi cukup kuat, dan kemudian itu akan mengatasi Nafs itu. Sekarang itu (meditasi hati) belum dapat menghentikan itu (Nafs).

Sekarang (tanpa memiliki meditasi hati) dia melakukan dosa dan tidak meras bersalah, tetapi segera sesudah dia melakukan dosa dengan meditasi hati, orang itu merasa bersalah dan menyesali. Makhluk ini (Qalb) juga merasa bersalah. Kemudian orang itu berpikir bagaimana untuk menghindari dosa. Allah berkata, “Aku suka orang-orang yang juga mencerminkan dirinya pada cara-cara untuk menjauhi dosa.” Seseorang tanpa Allah Allah di hati adalah pendosa yang tetap pendosa dan orang ini dengan meditasi hati/Allah Allah di hati juga pendosa pada saat itu tetapi suatu hari Allah Allah ini akan membuatnya saleh. Perjalanannya telah berawal dan mulai mengambil obat, jadi suatu hari dia akan disembuhkan dengan obat ini. Kedua, orang itu (tanpa meditasi hati) akan melakukan dosa, dosa akan ditulis dalam catatan amal buruknya, dan orang ini (dengan Allah Allah di dalam hati) jika melakukan dosa, dosa akan ditulis tapi dia juga menyebut Allah Allah, dengan demikian para malaikat juga sedang menulis amal baik dalam catatannya. Kemudian di alam baka akan ada skala mizan (skala hipotesis yang digunakan untuk mengukur amal baik melawan amal buruk pada hari kiamat).

Jadi dia lebih baik daripada orang yang tidak menyebut Allah Allah. Ketika orang melakukan dosa-dosa kecil, hati-hati orang yang sedang berdzikr, jika mereka bicara bohong, maka malaikat yang duduk di sisi kiri (di bahu) berkata, “Aku akan menuliskan dia bicara bohong.” Malaikat di bahu kanan bertanya, “Kapan dia bicara bohong?” Yang pertama akan menjawab, “Pada jam 3.” Kemudian (malaikat di kanan) berkata, “Dia sedang menyebut Allah Allah pada jam 3.” Kemudian malaikat yang di kiri terus berpikir dan penyebutan Allah Allah menggantikan dosanya (orang itu). Dikatakan bahwa, “Amal baik menghapus dosa.” Inilah bagaimana cara itu terhapus.

Pertanyaan: Hazrat Sultan Bahu (RA) berkata ada 14 Tabaq di dalam hati, tolong jelaskan itu.

Jawaban: Saya telah memberitahu bahwa manusia dapat pergi ke alam yang lebih tinggi dengan kebaikan dari makhluk-makhluk itu (entitas-entitas spiritual), pada tingkatan-tingkatan mereka.

Pertanyaan: Sarkar, anda menyebutkan bahwa sebagian orang melawan anda di Pakistan. Tolong jelaskan apa yang mereka katakan tentang anda.

Jawaban: Mereka sedang melakukan perlawanan di sini juga (Inggris). Ada pendirian utama adalah bahwa jangan pergi padanya (Sarkar). Dia seorang penyihir. Siapapun yang mendatanginya, menjadi pengikutnya. Jadi ini apa yang kami bicarakan (tentang Allah). Jika penyebutan nama Allah mulai di dalam siapapun, maka dia tidak tidak dapat dihentikan untuk datang ke sini. Kemudian mereka (para ulama) memberi mereka ribuan ide, tetapi ketika dia menolak semua itu, dan kemudian mereka (para ulama)berkata bahwa dia telah tersihir. Mereka sebagian besar (yang melawan) adalah ulama. Orang biasa tidak ada keperluan untuk melawan. Mereka para ahli agama/ulama. Mereka yang pencari Allah, kemana mereka akan pergi? Mereka pergi ke ulama. Beberapa ulama membaiat mereka, mereka diminta menjadi murid mereka dan diminta untuk menyumbang, itu saja. Dengan cara ini menjadi sumber penghasilan ulama. Itulah apa yang mereka lakukan, bukan? Sejak 8 hingga 10 tahun, dia dekat dengan ulama, cara ulama salat, dengan cara yang sama dia juga salat. Cara ulama membaca Quran, dia juga membaca dengan cara yang sama. Mereka tidak dahaga akan Tuhan, tapi orang ini merasakan dahaga itu, tetapi dia juga menjadi seperti mereka. Setelah 5-6 tahun, ketika dia mendengar tentang meditasi hati, dia datang ke sini. Kemudian penyebutan Allah Allah mulai di dalam dia, dan kemudian dia berhenti pergi ke sana. Dengan demikian, bisnis para ulama terganggu dan mereka menjadi musuh kami. Alasan permusuhan adalah bahwa generasi muda seharusnya tidak mengunjungi kami. Jika tidak, mereka akan lolos dari tangan mereka.

Kami berkata bahwa jika ada keberatan apapun, datanglah dan beritahu kami. Mereka bahkan tidak datang kepada kami. Pertama-tama mereka membuat dasar perlawanan (berdasarkan buku perjalanan spiritual). Kami menulis buku “Perjalanan Spiritual”. Di dalamnya kami menceritakan semua kesukaran yang kami lalui dalam perjalanan spiritual. Di situ apapun yang kami telah tulis yang terjadi pada tahap mimpi, mereka sajikan itu seakan-akan itu di alam nyata. Berdasarkan itu, mereka memberikan vonis kekafiran melawan kami dan menuntut bahwa kami harus dibunuh. Kemudian orang-orang melawan kami. Ketika mereka melawan kami, kami harus memberikan klarifikasi.

Kami meminta orang-orang untuk membaca buku itu sendiri. Ketika mereka membaca buku, semua hal-hal itu terjadi di alam mimpi. Kami minum cairan memabukkan yang mana itu terjadi di alam mimpi. Fatwa untuk tidak mengindahkan mimpi. Kemudian orang-orang menanyai mereka (ulama) bahwa, “Kalian membuat pelanggaran atas kepercayaan.” Mereka berkata bahwa ada buku lain. Kemudian orang-orang mendatangi kami, “Adakah buku lain juga?” Kami katakan tidak ada buku lain. Dan jika ada buku lain, maka para ahli agama juga akan punya buku itu. Berdasarkan itu mereka memunculkan fatwa. Jadi pergilah pada mereka dan tanyai mereka untuk diperlihatkan kepada kami. Perlawanan mulai dari sini.

Ketika mereka berkata hal-hal yang tidak terjadi, kemudian kami memberitahu mereka secara terbuka. Karena mereka menetapkan atas kami kesalahan semacam itu, yang tidak pernah ada. Kemudian kami memberitahu mereka dalam pertemuan terbuka, bahwa orang-orang berkata bahwa anak ini adalah setan dan anak itu adalah setan. Tetapi dia bukan setan. Dia adalah setan kecil dan dia adalah setan untuk dia sendiri, dia bukan penyebab kematian orang lain.Kami berkata bahwa definisi setan itu adalah bahwa dia juga bisa jadi ulama dan salat rutin juga dan akan tahu semua hal tentang Quran dan Hadits tetapi dia akan penuh dengan kedengkian, kesombongan dan nafsu. Mereka tidak menyukai itu, jadi mereka membuat sebuah pertemuan yang untuk menjuluki kami setan. Dengan demikian, mereka semua jadi melawan kami. Saya berkata bahwa, hanya setelah begitu banyak gangguan, sehingga entah bagaimana saya mungkin terbebas dari mereka. Tetapi ini kenyataan bahwa setan adalah ahli agama besar dan saleh dan tahu banyak hal dan dia tahu tentang semua isu. Dimana dia tidak salat? Dimana dia tidak beribadah? Itu adalah nafsu dan kesombongan dan kedengkian yang membuat dia menjadi setan. Dan anda menyebut anak ini setan; dia tidak melakukan hal seperti itu. Jadi dari hari itu ada setelah kami hingga sekarang. Tetapi Allah dan nabinya bersama kami. Mereka (para ustadz dan ulama) tidak dapat menyakiti kami.

Pertanyaan: Siapa para maulvi ini (ulama)?

Jawaban: Sebagian besar dari mereka adalah ulama. Para ulama, yang memegang kebenaran, itu diam. Jika siapapun dari mereka menyertai kami, mereka akan menyusulnya juga. Mereka biasa untuk mengusirnya dari Masjid, jadi sekarang kami telah mengabaikan para ulama. Kami meminta para intelektualis untuk datang mendamaikan diantara kami, karena terkait dengan mereka (para ulama), banyak anak muda tersesat. Keberatan terbesar para ulama adalah bahwa saya tidak sekolah di madrasah (sekolah untuk pendidikan agama Islam). Itu benar bahwa saya tidak bersekolah di madrasah, tetapi kemudian bagaimana saya mengatakan semua ini? Saya harusnya telah belajar dari suatu tempat. Saya tahu saya bukan lulusan madrasah, tetapi saya mengetahui lebih dari pada kalian dan hal-hal semacam itu yang anda sekalian bahkan tidak tahu. Apa alasan untuk ini? Jadi pasti ada suatu madrasah. Anda sekalian telah belajar di madrasah-madrasah di kota, tetapi kami sekolah di madrasah Nabi Suci (SAW). Kemudian kami memberitahu mereka juga. Dan mereka berkata pengetahuan ini tidak terdapat dalam Quran maupun Hadits. Kami berkata, baiklah, jika itu tidak terdapat dalam Quran maupun Hadits, maka anda membuktikan ini palsu. Kemudian mengapa anda mengangguk-angguk (isyarat membenarkan). Mereka juga tidak dapat membuktikan itu salah, karena itu kebenaran.

Kami telah diberitahu (oleh Allah) ini, “Kumpulkan Muslim, Hindu, Sikh, Kristen, dan penyembah berhala/kafir.” Artinya mengumpulkan semua orang. Dan sejajarkan mereka dalam satu barisan. Ketika Tuhan ingin melihat, Dia akan melihat hati yang bersinar. Dia tidak akan melihat Muslim, Hindu dll. Dia akan melihat hati yang bersinar. Dan kami telah melakukan percobaan itu.

Pertanyaan: Anda katakan bahwa sebelum hari kiamat, tujuh sultan akan datang. Jadi dapatkah saya bertanya berapa banyak dari mereka telah datang?

Jawaban: Sejauh yang kami tahu. Kami dapat memberitahukan lima, selanjutnya tidak dapat memberitahukan apapun. Sultan terakhir adalah “Sheikh Sultan Bahu (sultan kelima). Setelah Sultan Bahu, orang sedang mencari sultan keenam dan mereka yang sedang mencari, berpikir untuk tahu, siapa dia? Karena banyak orang telah mengklaim sebagai sultan keenam. Salah satu dari mereka (pengklaim sultan keenam) adalah Faqir Nur Muhammad Kalachi. Yang merupakan murid Sultan Bahu. Dia berkata, “Saya juga sultan.” Khalifahnya ‘Khawaja Hamid’ juga mengklaim menjadi sultan. Banyak yang berkata di Palestina bahwa mereka adalah sultan. Siapa yang tahu, siapa sultan diantara mereka?

Tetapi sultan memiliki tanda. Jika anda dibaiat oleh santa/wali, maka anda tidak bisa menjadi sultan. Faqir Nur Muhammad menulis bahwa Sultan Bahu membuat saya jadi murid/membaiat saya. Itu artinya bahwa dia (Faqir Nur) bukanlah sultan. Sultan Bahu menulis bahwa, “Saya dibaiat oleh Nabi Suci (SAW).” Jadi siapapun yang menjadi sultan, Nabi Suci (SAW) akan membaiatnya.

Itu saja. Sisanya akan dilanjutkan besok.

SEMOGA TUHAN MEMBERI KITA PANDANGAN UNTUK MEMAHAMI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

©1999-2011 All Faith Spiritual Movement Intl' admin@theallfaith.com