WAWANCARA OLEH MAJALAH AJRAK

 Serombongan orang dari majalah bulanan Ajrak melakukan wawancara khusus dengan tokoh spiritual dunia yang terkenal, Santa Riaz Ahmed Gohar Shahi yang dihadirkan disini untuk para pembaca.

Dengan menyebut nama Allah yang Maha pengasih lagi Maha Penyayang.

Kami ingin bertemu anda demi majalah kami karena dengan berkah Tuhan, anda adalah pemimpin dari organisasi spiritual universal, jadi kami ingin bertanya beberapa hal dari anda.

Saya akan memperkenalkan diri terlebih dahulu. Dia adalah kepala editor kami Sayid Naim Gilani Sahib, dia adalah Rahat Ali Rahat, editor kota kami dan saya adalah pemimpin biro- Shafkat Hussian.

Sebenarnya “asal-usul manusia” sangat mudah buat siapa yang dapat memahami itu dan rumit bagi seseorang yang tidak bisa paham. Tetapi pada dasarnya setiap manusia haus untuk mendapatkan petunjuk dan ingin tahu. Ini adalah alasan kami melihat manusia beribadah di suatu tempat, di setiap agama, dan di setiap sekte. Pada beberapa tempat, dia sedang beribadah di hadapan Tuhan, di suatu tempat yang lain, dia sedang beribadah di hadapan berhala-berhala tetapi …

Sayiddina Gohar Shahi (Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi): Untuk Allah.

Shafqat Hussian (SH): Untuk Allah, tetapi anda tahu dari sudut pandang Islam kami mengatakan bahwa untuk Allah, tetapi mereka yang kafir bagi kami juga sedang beribadah di suatu tempat.

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Dia juga sedang beribadah untuk Allah.

SH: Dia sedang beribadah untuk Allah, namun demikian standar-standar ini diatur oleh orang-orang duniawi seperti kita. Dalam cahaya hal-hal tersebut saya ingin mengajukan kepada anda pertanyaan-pertanyaan khusus. Shah Sahib, pertanyaan pertama adalah apakah diri (Nafs)itu?
 

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Saya akan menjelaskannya secara detail. Ketika Adam diciptakan dari tanah liat, dan ini ada di dalam kitab-kitab kami, itu juga di dalam Quran bahwa Adam diciptakan dari tanah, ketika setan melihat, setan meludah padanya dan menjadi sesosok makhluk dimana ludah dijatuhkan, kuman dari ludah tersebut masuk ke tubuh dan disebut diri (Nafs). Kuman tersebut adalah kuman setan. Kemudian Nabi Suci berkata bahwa ketika manusia lahir, jin jahat juga lahir bersamanya. Para sahabat bertanya, apakah dia juga lahir bersamaan dengan anda (Nabi Muhammad)? (Nabi Suci) berkata, jelasnya dia lahir tetapi dia pun menjadi Muslim terkait dengan pergaulannya denganku. Nafs itu adalah kuman setan. Tubuh itu suci, tanah liat itu juga suci. Ruh-ruh lain juga suci tetapi terkait dengan Nafs itu, tubuh menjadi tidak suci. Ketika para jin memiliki indera, dengan cara yang sama Nafs juga memiliki indera. Di dalam mimpi ketika anda keluyuran, anda tidak keluyuran sendiri karena anda sedang terbaring di tempat tidur; Nafs anda yang mengeluyur. Dia pergi ke tempat perkumpulan setan karena dia memiliki kekuatan setan dan dengan bantuan kekuatan setan, dia bergaul diantara para setan.
 

SH: Tetapi di dalam mimpi jika kita memiliki penglihatan pada santa atau mengunjungi suatu tempat bagus?
 

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Saya beritahu anda. Ada beberapa kekuatan lain juga di dalam tubuh anda. Ada kekuatan spiritual juga didalam tubuh anda. Ada ruh setan, ruh binatang dan ruh spiritual juga yang mana yang menjadi lebih kuat, dia cenderung pada ruh tersebut. Karena Nafs ini memiliki kekuatan lebih. Jika ruh spiritual lain datang, itu akan telah terjadi hanya sekali atau dua kali dalam setahun sementara itu ini terjadi setiap hari. Para santa membuat jalan mereka menuju hutan untuk mengatasi Nafs ini. Mereka menghindari makan dan minum karena dia (Nafs) mendapatkan energi dari makanan ini. Makanannya ada di dalam tepung. Itulah mengapa Adam dilarang untuk makan, karena itu adalah makanan Nafs. Jadi para santa lebih baik membunuhnya atau mereka membersihkannya dengan cahaya Tuhan. Segera sesudah itu disucikan, itu disebut diri yang tenang (Nafs Muthmainnah). Jika itu tidak suci, itu disebut Nafs Ammarah, tetapi itu memiliki indera seperti halnya jin memiliki indera, itu juga memiliki indera.
 

SH: Di dalam teks yang sama, pertanyaan lain telah muncul di pikiran. Penciptaan alam semesta dan manusia adalah melalui proses revolusioner dan tujuan satu-satunya adalah bahwa manusia bisa mencapai kesempurnaan. Seluruh alam semesta ini dibuat hanya untuk kita, Tuhan membuat alam semesta dulu dan kemudian kita diciptakan sehingga kita ditugasi dua hal: hak Allah dan hak manusia. Sekarang jalan mistik ini ada dari anda dan karena menjadi manusia saya juga berharap bahwa saya mungkin memiliki kedekatan dengan Allah tetapi saya sedang berada pada proses-proses tersebut juga yang darinya para nabi, utusan-utusan dan para santa telah lalui. Jadi menurut proses-proses tersebut punyakah kami tanggung jawab tertentu, suatu tanggung jawab adalah untuk Allah dan yang lainnya adalah untuk manusia?
 

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Saya telah memahami secara lengkap apa yang anda ingin katakan. Semua orang yang sedang duduk di sini memiliki kepentingan sendiri-sendiri dan mereka menyebut “Allah Allah” juga. Kami belum mencegah mereka (dari urusan duniawi). Sekarang ubahlah hati anda menuju Allah dan tetaplah sibuk dengan tangan anda dalam pekerjaan-pekerjaan dunia.
 

SH: Bukan begitu. Apakah sekarang setiap orang tidak dapat pergi ke hutan-hutan?
 

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Kami tidak meminta mereka untuk pergi ke hutan. kepada siapa kami meminta untuk pergi ke hutan?!
 

SH: Baiklah. Itu artinya bahwa dengan mengelilingi dunia ini, kita dapat menemukan Allah?
 

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Tentu, dapat menemukannya.
 

SH: Berada dalam tugas ini juga?
 

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Hanya sedikit saja yang pergi ke hutan. Allah Maha Kuasa mendapati hanya satu orang yang pergi ke hutan, kemudian petunjuk diberikan kepada para penduduk melaluinya, maka para warga tidak perlu pergi ke hutan. Kemudian orang membuat hatinya sibuk dalam menyebut “Allah Allah” dan hati itu terus menyebut Allah, sementara tangan melakukan pekerjaan. Mereka memiliki istri dan anak tetapi pekerjaan mereka diberkahi. Anak-anak mereka sholeh, anak lahir dan dia tetap menyebut “Allah Allah” dan anak-anak mereka menjadi sholeh karena Allah meresap ke dalam darah mereka. Tujuan kami adalah bahwa anda menyebut “Allah Allah” dengan hati anda sehingga hati anda bisa dibersihkan. Kemudian ada hak-hak untuk manusia juga sekaligus hak-hak untuk Allah. Kadang-kadang hak manusia lebih diprioritaskan. Berdasar apa prioritas ini diberikan? Jika anda hanya mengikuti hak-hak manusia dan telah meninggalkan hak-hak Allah, maka itu tidak berguna. Kapan prioritas itu diberikan? Anda sedang melakukan sholat sehingga anda sibuk menunaikan hak Allah dan anda melihat orang buta terjatuh, maka anda harus meninggalkan sholat itu dan menyelamatkan orang buta tersebut. Jika anda sedang sholat atau dzikir dan istri anda sedang menderita diare, jadi tinggalkan dzikir itu dan bawa dia ke rumah sakit. Anda meninggalkan sholat dan dzikir yang akan dimaafkan oleh Allah. Orang hendak melahirkan juga sakit luar biasa sehingga itulah yang paling didahulukan. Ada maaf untuk hak-hak manusia. anda baru saja menunaikan hak manusia dan meninggalkan hak Allah. Itulah bagaimana hak manusia diberikan prioritas lebih.
 

SH: Baiklah, “taat kepada Allah, taat kepada rasul (SAW), taat kepada para santa.” taat kepada Tuhan secara umum bisa dipahami. Dapatkah ketaatan kepada Nabi juga dapat dipahami?
 

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Para santa adalah mereka yang menjadi pemandu anda. Jadi mereka biasanya menjadi pemimpin di masa -masa itu. Amirul mukminin (pemimpin orang-orang mukmin), kemudian tidak ada pemimpin semacam itu lagi. Badshahi silsilah (kerajaan) adalah langkah demokratis. Di masa lalu orang-orangnya spiritual. Setelah nabi, orang-orang spiritual biasa diamanahi dalam pemerintahan, artinya pemimpin.
 

SH: Apa standar yang dapat kita tentukan untuk para santa? Bahkan mereka ada sekarang ini karena dunia tidak bisa tanpa petunjuk!

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Tetapi standar itu adalah bahwa seorang pencuri dikenali oleh pencuri, seorang santa dikenali oleh santa. Seorang pencuri sedang duduk di sana, segera sesudah mereka memandang satu sama lain, secara otomatis akan paham bahwa mereka berprofesi sama. Seorang santa di sini dan seorang santa di sana, hati mereka akan bergetar. Allah hadir di dalam keduanya, jadi perasaan halus akan terjadi dan untuk mengenali mereka, harus ada “Allah Allah” juga di dalam anda. Segera sesudah penyebutan Allah mulai di dalam hati anda, maka anda akan dapat mengenali seorang santa jika tidak anda tidak akan pernah mampu mengenali. Jadi, Allah hadir di dalam hati anda sekaligus di hati dia, sehingga akan ada benturan. Penyebutan Allah akan menjadi kencang. Kekuatan akan menjadi ganda dan kemudian “Allah Allah” akan menjadi kencang. Anda akan mengerti bahwa dia adalah orang spiritual. Baginya ini ada dalam Hadits, pengorganisasian kembali santa adalah, “Seseorang yang dimana ““Allah Allah”” mulai.” Ini ada dalam Hadits.

SH: Seseorang, dengan melihat padanya, Allah muncul dalam pikiran?

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Allah dapat teringat dengan melihat pada orang pincang.

SH: Ini adalah apa yang dulu saya pikirkan; jadi ingat Allah dengan melihat pada apapun yang berlawanan dengan alam.

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Ya, jadi ingat Allah.

SH: Ya, dengan melihat pada orang normal hingga abnormal, jadi ingat Allah.                                                                       

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Bukan, itu tidak seperti itu. Segera sesudah penyebutan “Allah Allah” mulai di dalam (hati) dengan cara mendatangi majelisnya. “Allah Allah” dapat juga mulai di dalam anda juga. Dia adalah santa dan Allah memiliki hubungan dengan seorang santa. Pada organ yang mana dari santa tersebut Allah memiliki hubungan? Itu dengan hati (jantung). Hati mendengarkan suara hati.

SH: Jadi, apa filosofi dari “mati sebelum kematian”? Apa konsepnya?

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: (Dengan senyuman) Ini tidak bisa dipahami, tetapi jika kami melakukannya, ini bisa dimengerti.

SH: Tolong katakan. Dzat yang telah mengirim anda; Dia akan memberi kami kebijaksanaan juga. Pertemuan kami dengan anda bukanlah sebuah hal biasa, hal-hal ini telah diputuskan di atas.

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Anda akan telah mendengar ini juga. “Ilamul hijabul akbar.” Adalah sebuah sekat yang besar. Anda akan telah mendengar, “Kekayaan juga adalah sekat yang besar.” Ini merupakan sebuah sekat yang ada di dalam otak manusia yang disebut hijabul akbar (sekat terbesar). Manusia tahu bahwa dia akan mati; dia tidak akan ada di dunia ini selamanya. Tidak ada jaminan pada saat sekarang dan kemudian. Tetapi masih juga dia tidak mampu untuk berpikir. Penyebab dari tabir ini adalah sebuah selubung ada di atas kebijaksanaannya. Jika anda diminta untuk pergi ke Muri (sebuah tempat di Pakistan) selama dua bulan, anda akan membawa sejumlah uang berserta jaket anda. Anda akan tinggal di sana hanya selama dua bulan, sehingga anda mungkin tidak akan menghadapi kesulitan di sana. Tempat dimana anda akan pergi untuk selamanaya, mengapa tidak anda pikirkan tentang itu? Mengapa anda tidak dapat berpikir? Ini disebabkan oleh selubung itu. Kapan selubung itu tersingkap? Ketika seseorang hampir meninggal, pada saat itu setan menyingkap tabir itu, sehingga setan akan menaruh itu dalam pikiran seseorang. Lebih banyak anak sedang dilahirkan. Tetapi pada saat itu ketika tabir ditarik, tak ada gunanya penyesalan. Ketika tabir itu tersingkap dia berkata, “Jika saya diberikan kesempatan, saya akan melakukan sesuatu.” Dia berkata begitu setelah tabir disingkap. Selama selubung itu ada, tak ada yang dia pikirkan. Saya bisa melakukan sesuatu dan menunjukkan itu atau ketika selubung itu tersingkap. Mati sebelum kematian. Sekarang itu sudah tersingkap pada saat kematian. Ini ada dalam Hadits;

“Mati sebelum kematian.”

Ini adalah hati anda dan itu adalah sebuah makhluk. Dia melakukan dzikir, jadi perbaiki dia, buat dia sibuk dan libatkan itu dengan menunjukkan kepada entitas-entitas spiritual). Buatlah Nafs itu sibuk berdzikir. Kemudian sebuah mahkluk hadir di dalam kepala anda; dzat yang dinamakan sebagai “Ego” (Ana) dengan itu anda berpikir. Makhluk tersebut tidak hadir di dalam binatang, itulah mengapa binatang tidak dapat berpikir. Jika itu dimiliki makhluk tersebut yang membantu dalam berpikir, maka air dan rumput tersedia di hutan juga, sehingga binatang bisa memperbudak anda. Binatang tidak memiliki kekuatan untuk berpikir.

Pada saat selubung itu ada, lakukan dzikir “Ya Hu” dengan bantuan makhluk (Ana) tersebut. Dengan dzikir Ya Hu, selubung itu tersingkap, sehingga sadar akan datangnya kematian dan Ana ini telah menyadari sebelum dia meninggal bahwa mengapa dia datang ke dunia ini? Apakah anda menyadarinya juga? Selubung tersebut telah tersingkap sebelum meninggal. Dia telah menyadari sebelum kematiannya mengapa dia datang ke dunia ini! Kemudian dia akan kurang bernafsu terhadap dunia dan cenderung lebih pada akhirat. Ya kami melakukan untuk dunia ini, tetapi kami melakukan sangat sedikit untuk dunia ini apa yang kami lakukan untuk keluarga dan anak-anak kami, siasanya kami lakukan untuk Allah. kalian orang-orang makan dan minum sementara kami juga makan dan minum tetapi selubung kami telah robek. Sebelum berada di jalur ini, kapanpun saya keluar rumah saya biasa berkata kepada istri saya kalau saya akan kembali dalam dua hari. Sekarang ketika saya keluar rumah saya berkata siapa tahu ketika Allah akan mengambil saya! Jadi lakukan wudzu dan keluarlah dari rumah karena selubung itu telah robek. Sekarang kami berpikir itu tetapi sebelum ini, pikiran itu tidak pernah muncul. Ini adalah apa yang dikatakan, “Mati sebelum kematian.” Bahwa anda menyibakkan selubung itu sebelum kematian dan itu tersingkap dengan dzikir pikiran (dzikir Ana= “Ya Hu”), itulah mengapa dzikir-dzikir ini diajarkan.

SH: Dapatkah ini berarti bahwa nafsu yang terjadi di dalam seseorang harus dihancurkan.

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Mereka tidak dapat dihancurkan; mereka hancur dengan hal-hal tersebut. Mereka adalah Naar (api) sehingga sebelum ada ada cahaya (Nur) bagaimana mereka dapat dihancurkan! Saya beritahu pengalaman saya. Saya memiliki hasrat dan mimpi buruk sepanjang waktu. Siang dan malam dihabiskan dengan mimpi buruk dan pikiran setan, tetapi semenjak saya telah mendapatkan resep “Allah Allah”, semua itu telah pergi. Sekarang jika apapun muncul di pikiran, kami berkata bahwa apapun jalannya Allah berkehendak, itu akan terjadi juga, oleh sebab itu, tidak perlu berpikir. “Allah Allah” ini adalah senjata melawan hal tersebut. Ini adalah alat untuk memangkas hasrat setan dan selubung itu. Allah adalah Allah. Hasrat setan tidak dapat keluar, jika penyebutan “Allah Allah” tidak ada. Hasrat setan terhubung dengan setan. Dan iman adalah dari Allah yang terhubung dengan Allah dan itu mendatangi hati, sementara itu yang lain mendatangi Nafs. Ketika Nafs anda dibersihkan, sehingga hati anda menjadi suci, jadi darimana hasrat setan itu berasal!

SH: Jadi muncul pertanyaan. Anda berkata dalam pidato anda bahwa “Allah memberi pentunjuk kepada siapa Dia kehendaki.” Saya seorang pendosa dan saya berharap itu juga. Saya maksud anda berkata bahwa …

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Siapa yang Dia kehendaki dan kapanpun Dia kehendaki.

SH: Saya jugA mulai menyebut “Allah Allah”, Tetapi itu tidak mulai (bergetar) di dalam.

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Itu artinya AllAh tidak berkehendak. Sekarang pertanyaannya adalah mengapaDia tidak mengiNginkan anda.

SH: Lalu apa salah saya?Itu berada dalam kendali saya saja bahwa saya bisa mencoba dan berusaha taat.

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi:Bukan, milik anda (makhluk spiritual di dalam tubuh) adalah yang salah. Sekarang anda beritahu saya, apakah anda orang yang sebenarnya? Atau seseorang yang ada di dalam anda yang merupAKan orang yang sebenarnya?

SH: Orang yang berada di dalam saya adalah yang nyata.

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Anda akan kembali menjadi debu, dia (makhluk spiritual) tidak akan menjadi debu, dia seperti itu pada awalnya dan akan tetap sama juga pada akhirnya. Seseorang yang berasal dari atas hadir di dalam, sedang meraih kesempurnaan. Apakah anda mengetahuinya? Ketika Allah menciptakan jiwa-jiwa, dia bertanya, “Allasat barbakam” (apakah Aku tuhanmu?) “Kaloo balla” (setiap orang menerima bahwa anda adalah tuhan kami). Kemudian Tuhan memperlihatkan kesenangan dunia dan banyak jiwa tergesa merasakan dunia itu dan itu menjadi takdir mereka. Banyak jiwa tergesa menuju Allah, itu menjadi takdir mereka. Banyak jiwa tetap netral, mereka tidak berada di satu sisi. Para santa berasal dari mereka yang netral. Sekarang pertanyaannya adalah bahwa Allah telah dapat mengirim ke neraka atau surga, kepada siapapun pada saat itu. Apa perlunya mengirim mereka ke sini? Dari sini juga jiwa-jiwa tidak akan menjadi tubuh. Jadi kemudian apa perlunya meletakkan mereka di dalam tubuh ini? Tetapi kemudian jika siapapun dikirim ke neraka, dia akan telah berkata, “Oh Allah apa yang telah kulakukan?” Allah akan telah berkata, “Kamu baru saja membuat pernyataan.” (Jiwa-jiwa akan telah berkata), “Ini sekedar niat saja, bukan tindakan.” Allah menurunkan jiwa-jiwa itu ke bawah (Bumi) untuk tujuan tersebut. Kemudian anda melakukan ini juga. Tubuh ini adalah untuk mereka melakukan hal semacam itu, sebaliknya jiwa-jiwa tersebut bukan laki-laki maupun perempuan (jiwa tidak berjenis kelamin). Mereka bukan laki-laki maupun perempuan, jadi apa jenis hisab untuk mereka. Tubuh ini telah menjadi sebuah contoh untuk mereka kemudian kesenangan diletakkan di dalamnya, Nafs diletakkan di dalamnya. Kemudian mereka yang meminta dunia, perasaan setan diletakkan di dalam mereka dan ketika anak tersebut lahir, dua setan terkait dengannya sehingga dia tidak melakukan kebaikan. Ada orang semacam itu (Qabil putra Adam). Saudara laki-lakinya (Habil), yang jiwanya meminta Tuhan dan dua malaikat diletakkan di dalamnya sehingga tidak membiarkannya berbuat jahat. Apa alasannya? Mereka adalah anak-anak dari ayah yang sama dan salah satu dari mereka telah berbuat baik dan yang satunya lagi berbuat jahat. Menurut pernyataan tersebut malaikat melekat dengan yang satu dan setan melekat dengan yang satunya. Kemudian orang yang tidak melakukan pernyataan, yang tidak diberi kesempatan dan kemudian baginya para santa dikirim untuknya. Dia telah menjadi nerakawi dari sananya dan dia menjadi surgawi dari sananya. Kemudian ini adalah apa yang bagi mereka yang netral dan berposisi diantara islam dan kekafiran. Nabi Suci berkata, “Di pagi hari seorang Muslim dan di sore hari seorang kafir.” Jadi lingkungan masyarakat apapun yang menangkap/mendidiknya, dia seperti mereka, itulah mengapa petunjuk adalah untuk mereka.

SH: Shah Sahib, manusia dan Tuhan adalah konsep umum dan setiap orang tahu tentang itu. Kapan seseorang menjadi transeden (tidak terikat ruang dan waktu)?

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Manusia menjadi transeden jika Allah ada di dalam dia, tetapi jika tidak ada Allah, dia lemah. Jika setan memasukinya, maka dia lemah, tetapi jika Allah memasukinya, maka dia transeden. Kemudian pertanyaan tentang Nabi Suci; dia juga disebut manusia transeden, sebelum Isra Miraj, Nabi Suci disebut manusia transeden. Sebelum Isra Miraj, Nabi Suci memiliki bayangan tubuh, tetapi pada saat beliau Isra Miraj, (ketika besi dimasukkan ke dalam api, itu juga akan menjadi api). Ketika beliau pergi ke hadapan cahaya, beliau juga berubah menjadi cahaya. Setelah Isra Miraj, beliau tidak lagi memiliki bayangan tubuh. Saudara, jika tidak ada bayangan tubuh sejak kecil, itu pasti telah diketahui. Halimah biasa memandikan beliau, jadi dia tahu itu. Orang harus sudah tahu sebelumnya. Setelah Isra Miraj, tidak ada lagi bayangan tubuh Nabi Suci karena beliau telah berubah menjadi cahaya. Sebelum ini; beliau dapat disebut sebagai manusia transeden. Setelah itu beliau harus disebut sebagai cahaya Ilahi. Karena besi menangkap kekuatan setelah masuk ke dalam api, dengan cara yang sama Nabi Suci memiliki kekuatan tersebut pada saat memasuki cahaya.

SH: Baiklah, Shah Sahib. Sekarang saya sedang menuju ajaran utama anda. Percakapan yang kita miliki ini sebagian dipublikasikan dan sebagian lain adalah untuk kebaikan kami. Namun demikian saya akan mencoba bahwa kebingungan yang saya miliki dalam pikiran saya bagaimanapun juga mungkin jelas. Seseorang adalah “ishq majazi” dan orang berikutnya adalah cinta kasih dan perjalanan anda adalah untuk cinta kasih. Orang-orang yang telah menuju ke hadapan anda atau yang sedang anda ikuti. Pelajaran yang telah mereka berikan kepada kami …

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Tentang ishq majazi (cinta jiwa dengan jiwa manusia lainnya).

SH: Tentang cinta kasih karena ishq majazi adalah sekedar materialisme.

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Tidak, anda bahkan tidak paham ishq majazi. Cinta duniawi ini disebut cinta egois. Apa anda paham? Kalian saling mencintai karena nafsu atau uang atau untuk ketamakan yang lain. Jadi jika tidak ada uang atau ketamakan lain, maka itu akan menjadi tidak berarti bagi anda dan anda akan menarik diri. Ini disebut cinta untuk nafsu. Ishq majazi adalah bagian dari kesantaan. Laila dan Majnun memiliki ishq majazi tersebut. Pernah Mirza dan Sahiba melakukan hubungan seksual. Jadi Allah mengambil kembali ishq majazi pada akhirnya. Kemudian tidak ada lagi ishq majazi.

SH: Jika kita jauh menelusurinya, kami temui bahwa “majaz” artinya berlawanan dan berlawanan itu selalu sesuatu yang nyata.

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Nyata adalah kesantaan. Lawan dari kesantaan adalah ishq majazi. Lawan dari cinta kasih adalah ishq majazi. Jika anda mencintai orang dan itu tidak terkait dengan nafsu, maka itu ishq majazi. Jika anda mencintai Allah, maka itu cinta kasih.

SH: Cinta kasih, jadi saya sedang menuju ini. Para theosofi telah menjelaskan tiga tahapan cinta kasih yang kami dapati dalam kajian-kajian.

“Fana fi Sheikh, Fana fi Rasul, Fana fi Allah.” Fana fi Allah dipahami oleh Muslim, saya juga dapat memahami itu.

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Fana fi Sheikh tidak dipahami.

SH: Fana fi Rasul juga dipahami bahwa beliau (SAW) adalah pemimpin semua nabi dan semua jin dan manusia menerima kewibawaan dan kedudukan nabi.

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Ya itu benar.

SH: Jadi, bagaimanapun juga saya pun menghormati beliau dan jika saya menjadi Fana fi Rasul, siapa yang akan lebih beruntung daripada saya.

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Fana fi Sheikh tidak dipahami.

SH: Jadi, segera sesudah Fana fi Sheikh tiba pada waktunya, makna nyata dari kelemahan yang muncul di hadapan saya adalah bahwa individualitas saya lenyap dan Dia yang memerintah.

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Bukan, tujuannya bukan bahwa anda telah berpikir yaitu untuk lenyap. Itu bukan tujuannya. Sheikh memiliki entitas-entitas tertentu di dalam dirinya. Mereka dimiliki oleh anda juga. Ya, ada 7 entitas/ruh/jiwa spiritual (Latifah) dan 9 tubuh spiritual (Jussah). Ada 16 dzat spiritual dan dia (sheikh) mengajari mereka. Ketika di dalam mimpi, salah satu Jussah anda keluar. Kemudian dia membawa serta semua Jussah di dalam mimpi. Ada proses untuk yang dinamakan chilla (bersemedi), kita perlu melakukan chilla, sebaliknya ibadah juga bisa dilakukan di rumah. Kemudian apa perlunya keluar rumah dan pergi ke hutan! Mereka tidak gila; siapa yang bersyair dan membuat orang-orang mulai (bergetar hatinya), mereka tidak gila. Mereka hanya pergi ke hutan dan membangunkan Latifah dan Jussah yang ada di dalam mereka. Itulah mengapa mereka makan lebih sedikit. Mereka melakukan dzikir ““Allah Allah”” lebih banyak, sehingga mereka bisa memiliki kekuatan Ilahiah. Untuk ini ada sebuah kejadian dari Majadad Sahib juga. Seseorang berkata, “Saya melihat anda di Khana Kabah pada suatu hari,” seseorang lain berkata, “Saya melihat anda di suatu tempat yang lain.” Beliau menjawab, “Saya tidak pergi ke sana.” Orang lain berkata, “Saya melihat anda di makam Nabi Suci pada suatu hari.” Beliau berkata, “Saya tidak pergi ke sana.” Orang ketiga berkata, “Pada hari yang sama saya melihat anda di makam Ghous Paak (Santa Abdul Qadir Jailani RA).” Beliau berkata, “Saya tidak pergi ke sana.” Orang-orang kemudian bertanya, “Lalu apa itu?” Beliau menjawab, “Itu adalah apa yang ada di dalam saya.” Tertulis di dalam Hadits juga bahwa ketika Nabi (SAW) pergi Isra Miraj, beliau melewati makam Musa (AS) dan melihat bahwa Musa (AS) sedang melakukan sholat di makamnya. Beliau naik dan melihat Musa (AS) ada di sana juga. Mereka adalah Jussah. Sheikh adalah orang yang memiliki Jussah-Jussah ini, jadi kemudian ketika anda memanggil sheikh, tubuh tidak akan pergi ke sana. Itu adalah salah satu Jussahnya. Sebagian dari Jussah tersebut berkondisi jin atau malaikat yang memiliki kekuatan dan akan datang untuk menolong. Kemudian Jussah tersebut akan memasuki tubuh anda. Diketahui bahwa jin juga memasuki tubuh. Dengan cara yang sama, Jussah tersebut memasuki tubuh. Segera sesudah Jussah sheikh tersebut memasuki tubuh anda, maka kondisi anda dan jalan hidup anda dan perilaku anda akan menjadi sheikh. Jadi kemudian itu disebut “Fana fi Sheikh.” Apakah anda paham? Maka itu disebut “Fana fi Sheikh”.

SH: Artinya kepribadian sheikh berdifusi/berbaur ke dalam.

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Kepribadian Jussah itu.

SH: Itu artinya ciri-cirinya, karakternya dan pendidikannya.

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Bukan pendidikan. Jussah tersebut, baik anda menyebutnya sebagai jin atau malaikat yang masuk ke dalam tubuh, tetapi makhluk ini tidak tinggal di sana sepanjang waktu. Itu tergantung kepadanya apakah dia tinggal di sana untuk satu hari, dua hari, tiga hari atau bahkan selama sedetik. Dengan cara yang sama, ada Jussah-Jussah Nabi (SAW) juga. Segera sesudah mereka memasuki seseorang, orang itu disebut “Fana fi Rasul.” Mereka yang berkata bahwa dia (Yusuf Lahori) mengklaim menjadi nabi, dia tidak mengklaim untuk kenabian, yaitu (dia bermaksud bahwa) ada keberlanjutan/kontinitas di dalam dia.

SH: Artinya dia pada tahap “Fana fi Rasul”.

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Saya kan sedang bicara tentang Fana fi Rasul. Segera sesudah Jussah Nabi Suci memasuki tubuh, pada saat itu malaikat-malaikat spiritual merasa bahwa dia (Jussah) sebagai Nabi (SAW). Pahamkah anda? Dengan cara yang sama ada sesuatu yang merupakan milik Allah disebut Jussah Taufik Ilahi. Ketika para santa, para nabi, mendapat mendapatkan kekuatan semacam itu, tidakkah itu kekuatan Allah! Itu adalah sesuatu yang merupakan milikNya; Jussah Taufik Ilahi. Segera sesudah itu memasuki tubuh anda, pada saat itu terungkap dari mulut, “Ana-al-Haq.” Yaitu “Aku adalah Tuhan.” Bayazid Bastami juga berkata begitu selama dalam kondisi itu. Beliau berkata pada saat itu. Segera sesudah beliau mmemasuki fase itu, beliau meminta orang, “Jika saya berkata itu lagi, bunuh saya.” Kemudian orang-orang mencoba untuk membunuh beliau. Beliau menanyai mereka, “Mengapa kalian tidak membunuhku?” Orang-orang menjawab, “Kami tidak dapat membunuh anda.” Kemudian dia tidak akan menjadi Bayazid; dia akan menjadi dzat (Allah) yang sedang berbicara. Itu adalah tahap “Fana fi Allah”. Kemudian tahap “Fana fi Allah” juga tidak tinggal sepanjang waktu di dalam tubuh para santa. Itu juga terjadi kadang-kadang pada mereka. Pada saat itu wahyu disampaikan kepada para santa dan hal-hal diungkapkan oleh mulut mereka. Ini semua terjadi dalam tahap itu. Pada saat itu siapapun yang muncul dihadapan matanya, dia muncul di hadapan Tuhan. Selama kondisi tersebut, ketika Sultan Sahib biasa pergi keluar rumahnya, salah satu orang Hindu yang biasa memandangi beliau, secara otomatis mulai menyebut syahadat. Itu tertulis di dalam buku Sultan Sahib.

SH: Shah Sahib, kepribadian manusia sangatlah berharga buat saya. Kami telah mendengar dari leluhur kami dan para ulama dan membaca buku-buku dan bahkan kami telah membaca di dalam Quran bahwa jika anda ingin mengenali Tuhan, kenalilah diri sendiri.

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Itu bukan untuk mengenali diri sendiri; jika anda ingin mengenali Tuhan, kenalilah Nafs anda.

SH: Ya, maaf. Mengenali Nafs. Selanjutnya diri saya dan saya berkaitan, sebelum saya hidup, bagaimana saya bisa menjadi penting? Untuk mempelajari manifestasi Allah dan untuk mengenali Allah, saya perlu mempelajari Nafs saya.

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Bukan begitu. Pengetahuan ini adalah mistisisme.

SH: Pengetahuan mistisisme! Saya sedang mencoba untuk mengatakan bahwa seorang kafir juga seperti saya, dia juga memiliki Nafs bersamanya. Itu juga dengan orang hindu sekaligus orang Kristen.

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Orang yang Nafsnya berwujud anjing kotor, dia tidak bersih. Baik dia Kristen maupun Muslim hanyalah lidahnya yang bersih, dia tidak dibersihkan dari dalam. Dia hanya seekor beo. Kemudian jika seekor beo terus menyebut “Allah Allah”, dia akan tetap beo sepanjang hidupnya. Sebelum Allah masuk ke dalam, anda tidak dapat menjadi benar-benar Muslim. Kemudian pelajarilah bahwa pengetahuan tersebut yang melaluinya anda dapat mengenali Nafs. Ketika anda akan memukul diri (Nafs) anda sendiri, temukan dimana itu berlokasi kemudian segera sesudah anda memberikan obatnya, itu akan mulai bergerak dan kemudian anda akan diperlihatkan bentuknya. Selanjutnya anda akan melihat bahwa seekor anjing sedang bersama anda. Seseorang diperlihatkan itu di dalam mimpi, orang lain diperlihatkan di dalam Kashf (intuisi). Kemudian ketika anda akan melanjutkan, maka anda akan diperlihatkan bahwa anjing tersebut telah menjadi lemah. Bentuknya telah berubah menjadi seekor lembu jantan. Bentuknya telah menjadi seperti kambing jantan. Itu akan diperlihatkan terus. Ini adalah pekerjaannya pemandu, kecuali jika anda tidak mendapatkan seorang pemandu, itu tidak akan terjadi.

SH: Jadi, saya tidak dapat meninggalkan anak-anak dan orangtua, tetapi juga saya ingin Allah. apakah itu memungkinkan?

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Itu mungkin. Detak jantung anda selalu senggang (punya waktu), baik anda sedang bersama anak-anak anda atau sedang tidur atau sedang berjalan. Selalu ada tik tik (detak jantung), jadi ubahlah detak jantung anda menjadi “Allah Allah” dan anda akan menemukan Allah. Alasan bahwa Allah tidak terkait dengan mereka (anak-anak dll). Dia terkait dengan hati anda. Tasbih yang ada tersebut (detak jantung) harus diubah menjadi “Allah Allah”.

Bhule Shah berkata, “Detak jantung kita menyebut “Allah Allah”. Lakukan saja menyebut Allah dan berhenti dari melakukan kegiatan lain. Kemudian ketika penyebutan “Allah Allah” terjadi di dalam anda, hati dan cinta anda akan secara otomatis diarahkan menuju Allah. Itu tidak akan mulai sekarang. Anda tahu kami juga memiliki anak-anak dan istri. Kami sangat peduli pada mereka dan kami peduli pada ini juga (indikasi menuju hati) sehingga itu bisa terus bekerja dan penyebutan Allah bisa berlanjut. Kemudian tahap itu telah datang bahwa baik saya menyetir atau tidur, “Allah Allah” terus berlanSyedna Riaz Ahmed Gohar Shahiung. Tahap itu datang. Kemudian sebut Bismillah bersamaan dengan penyebutan “Allah Allah” (oleh jantung). Pekerjaan itu akan diberkati. Jadi segera sesudah mulai bekerja, sebutlah Allah dan selama bekerja juga “Allah Allah”, maka akan akan limpahan berkah dimana-mana. Itu benar-benar terjadi. Anda harus berkorban suatu ketika untuk ini. Kami akan membuat anda berada di sini selama 2-4 hari atau memberitahu anda. Pakai metode ini dan kami juga akan memperhatikan itu terjadi. Itulah mengapa sekarang jutaan orang sedang mengikuti kami. (Padahal) jenggot kami lebih pendek, kami tidak punya roket, juga tidak punya turban.  

SH: Apapun yang kami dengar tentang anda, kami telah menemukan hal yang total berbeda daripada ini. Tidak ada yang tradisional (lazim/seperti biasa) tidak ada yang formal (bersifat ritual).

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Kami melibatkan hati orang-orang dalam penyebutan “Allah Allah”. Ini dipahami bahwa siapapun dapat datang untuk ini dan mencobanya; bahkan jika Allah belum berkenan sekarang, untuk percobaan akan mulai menyebut “Allah Allah” selama beberapa hari sehingga dia mungkin mendapatkan pelipur lara. Ketika Sultan Sahib mempelajari pengetahuan ini dari Abdul Rahman Sahib, beliau berkata bahwa pada saat itu beliau tidak tahu bagaimana meletakkan “Allah Allah” di dalam hati orang. Mereka memiliki anjing di dalam mereka, bagaimana anjing-anjing bisa menyebut nama Allah. Seekor anjing di hadapan beliau dan beliau memandang pada anjing tersebut dan anjing itu mulai menyebut nama Allah. Segera saja berita ini mencapai Nabi (SAW), beliau dipanggil dan ditanyai apa yang telah beliau lakukan? Beliau berkata, “Saya baru saja melakukan percobaan pada hal tersebut. Jika sukses di sini (di suatu tempat) maka saya akan sukses juga di sana (di tempat lain). Kami telah melakukan banyak percobaan seperti itu dan kami melakukannya begitu.”

SH: Ada satu pertanyaan kecil. Satu hal adalah rasa penghormatan dan hal lain adalah ibadah. Apa beda antara ibadah dengan penghormatan?

SH: Mereka yang menunjukkan penghormatan, mendapatkan berkah dan mereka yang tidak, akan tetap terhalang. Jika ada penghormatan bersamaan dengan ibadah, ada berkah. Jika tidak ada penghormatan bersamaan dengan ibadah (maka tak ada berkah). Orang-orang pergi ke Khana Kabah. Anda lihat bahwa mereka sedang berbaring membaca Quran seperti buku dan kemudian mereka tertidur meletakkan Quran di lantai. Ini adalah sikap tidak hormat dan terhalang dari berkah. Berada di Khana Kabah mereka bersikap tidak hormat dan terhalang dari berkah. Mahmud Gaznawi pergi ke sebuah desa. Perang sedang terjadi di sana. Beliau diberi sebuah kamar untuk bermalam. Beliau sedang merasakan letih. Beliau melihat ke atas dan melihat Quran tergeletak di sana. Beliau berpikir, “Ini Quran, bagaimana saya dapat tidur di bawahnya.” Beliau berdiri sepanjang malam dan Allah menganugerahinya dengan kesantaan. Ada berkah untuk sikap penghormatan. Mereka yang tetap terhalang bahkan meskipun pergi ke Khana Kabah. Apa anda memahami ini?

SH: Kami berjalan-jalan kira-kira sepanjang hari, suatu ketika kami duduk bersama anda kemudian dengan orang lain dan kemudian bersama beberapa orang lain lagi. Kami menggunakan ajaran dan konsep yang berbeda dari banyak tempat, jadi jenis pemikiran, tren, dan konsep yang berbeda-beda ini berkembang. Dalam situasi yang campur baur itu saya pergi ke suatu tempat. Ada orang-orang yang sedang menari dengan tabuhan drum dan selama waktu itu ada laki-laki yang sangat emosional dan sedang memandang makam suci dan dia berkata, “Penuhi saya tolong penuhi saya.” Jadi perhatian saya tertuju padanya juga. Dia kemudian membungkuk. Pada saat itu dia membungkuk kemudian menari. Jadi, itu adalah sebuah ide dari sebuah puisi, tapi itu sangat keras. Jadi saya dapat mengerti sedikit karena Allah telah menganugerahi saya sedikit indera. Saya bingung bahwa dia membungkuk dihadapan siapa? Apakah dia membungkuk di hadapan Allah atau di hadapan dia (yang menempati makam)? Orang-orang berkata mereka pergi ke makam dan sholat disana untuk beribadah dll. Jadi apa silsilah ini? Seberapa banyak ini benar atau salah?

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Bukan, lihatlah disana ada beberapa hal semacam itu seperti seseorang membungkuk itu untuk penghormatan.

SH: Pertanyaan pertama yang saya tanyakan adalah sama, apa perbedaan antara penghormatan dengan ibadah?

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Satu adalah membungkuk untuk penghormatan dan yang lain adalah membungkuk ibadah. Orang yang sedang melakukan membungkuk/rukuk di sana (di makam) adalah rukuk penghormatan. Jika mereka rukuk dalam ibadah mereka tidak akan rukuk seperti itu. Mereka tidak rukuk, mereka hanya menundukkan kepala mereka. Menundukkan kepala adalah berbeda sementara rukuk ibadah adalah sesuatu yang berbeda. Dalam rukuk tersebut “Subhana Rabi Alillah” disebut berulang-ulang sementara itu tak ada yang disebut untuk yang ini. Dalam hal yang ini kepala ditundukkan adalah bahwa saya telah menyerahkan diri saya padamu. Memberi penghormatan biasa dilakukan pada masa Maula Ali dan kemudian Majadab Sahib meninggalkan itu. Pada masa-masa ketika penghormatan pada banyak santa terjadi dan banyak santa menyukai itu juga. Sekarang itu terserah kepada Majadab. Sebagian dari Majadab berkata bahwa jika seseorang sedang menundukkan kepala, biarkan itu terjadi, menyerahkan dirinya, biarkan saja. Allama Iqbal berkata, “Sebuah biji menjadikan bunga dan buah setelah terkubur di dalam debu.” Konsep dari banyak orang adalah membiarkan itu tercampur di dalam debu. Majadad adalah seseorang yang dapat mengubah sedikit. Seorang Majadad datang dan berkata bahwa perempuan tidak bisa melakukan ibadah di makam dan yang kedua datang dan berkata bahwa mereka boleh! Orang pertama berkata menurut masanya sementara yang kedua datang dan berkata menurut masanya juga. Allah Hazrat (Ahmed Reza Balrevi) melarang bahwa mereka tidak boleh pergi. Tidak ada sekolah-sekolah di masa itu. Perempuan memiliki perayaan yang terpisah di makam. Mereka biasa pergi ke makam dan mereka diculik disana. Jadi kemudian tidak ada cara lain, Alla Hazrat melarang bahwa perempuan tidak boleh pergi. Kemudian apa perlunya pergi ke makam jika mereka diculik. Mereka juga bisa diculik dari sekolah-sekolah.

SH: Jika mereka bahkan tidak pergi kemanapun, mereka dapat diculik dari rumah.

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Ya, mereka akan diculik dari rumah. Ada pembatasan di masa itu. Majadad memiliki wewenang. Apa pertanyaan anda?

SH: Pertanyaan saya adalah berapa banyak itu benar dan itu sudah anda jawab.

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Bahwa saya telah menjawab dan kemudian ada pertanyaan tentang pergi ke makam.

SH: Berapa banyak yang dapat diminta dari mereka (yang tinggal di makam)?

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Saya beritahu anda. Anda telah mendapatkan kertas dan buku harian. Seseorang yang telah memberi anda, saya dapat meminta dia juga untuk mendapatkan ini. Saya dapat meminta anda juga yang dengan baik hati memberi saya, bukan?

SH: Subhanallah. Ini benar.

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Dan maksud anda adalah untuk membagikan itu, baik anda meminta saya atau anda lanSyedna Riaz Ahmed Gohar Shahiung bagikan saja. Itu antara Dia dengan anda, sementara itu urusan saya dengan anda.

SH: Shah Sahib, sebagai konfirmasi ini juga hadir disana pada malam hijrah, Hazrat Ali tidur di ranjang Nabi Suci dan di dalam Quran suci disebutkan seperti ini, “Orang itu membeli kehendak Tuhan.” Jadi itu berarti bahwa kehendak Tuhan bisa ditawar?

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Ada sebuah posisi santa. Tidak setiap santa memiliki itu. Sekarang jika ada sesuatu untuk diberikan kepada anda, seseorang harus meminta Allah. Ada juga orang-orang yang kepada mereka Allah berkata bahwa apapun yang menurut kalian cocok, bagikanlah/sebarkanlah. Ini adalah sebuah kedudukan santa. Itu adalah posisi mereka yang senang dengan Tuhan dan Tuhan senang dengan mereka. Ini disebut di dalam Quran bahwa kemudian Tuhan senang dengan mereka dan dia senang dengan Tuhan. Orang yang mencapai tingkatan radia mardhia (Tuhan senang dengan mereka dan mereka senang dengan Tuhan), mereka diberikan wewenang oleh Allah.

Said Naim Gilani (SNG): Untuk informasi publik dan secara personal untuk informasi saya sendiri, saya ingin bertanya, murid siapa anda atas pengetahuan “Jalan lurus” ini?

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Saya bermaksud untuk mengatakan bahwa saya menerima pengetahuan luar dari seseorang yang memiliki pengetahuan luar dan kemudian saya hanya diperlihatkan jalan ini oleh mereka yang menghuni makam suci dan penyempurnaan saya selanjutnya terkait dengan dengan chila (meditasi). Saya melakukan chila di gunung. Disana juga tertulis “tempat chila.” Di Laal Bagh yang mana di sana saya mendapatkan chila, disana juga tertulis “tempat chila”. Selama dua tahun, saya tinggal di gunung-gunung dan setahun di Laal Bagh. Dan kemudian Nabi Suci datang di hadapan saya dan memberitahu saya banyak hal tentang ini. Jadi apapun yang telah saya pelajari, itu berasal dari Nabi Suci. Kemudian orang-orang berkata bahwa beliau tidak ada lagi (saya berlindung kepada kepada Allah/audzubillah). Sebagian orang percaya bahwa beliau bahkan tidak dapat menggerakkan seekor lebah, sementara itu sebagian lain percaya bahwa beliau adalah Nabi yang selamanya tetap hidup. Anda mengerti? Kami telah belajar dari beliau karena kami percaya bahwa Nabi Suci adalah nabi yang senantiasa hidup. Kami telah melihat beliau. Kami telah melihat beliau ribuan kali. Apapun informasi yang kami peroleh, kami mendatangi beliau. Itulah mengapa bagaimana kami bisa percaya bahwa beliau tidak ada. Beliau ada untuk kami tetapi orang yang belum melihat beliau, beliau mungkin tidak hadir untuknya.

SNG: Baiklah, Pak. Ulama-ulama duniawi yang berbeda telah memberikan banyak sekali tuduhan dan fatwa atas anda dan organisasi anda. Tetapi saya tidak mengira bahwa orang-orang yang belum bertemu anda dan belum melihat anda, mereka harus pergi dan bicara tentang silsilah anda yang berlanjut.

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Mereka memiliki keyakinan mereka sendiri, apapun yang mereka tulis.

SNG: Kami telah bertemu dan sesuatu telah diwajibkan atas kami bahwa apapun mata kami telah melihat dan hati kami telah rasakan, kami akan menulis itu dengan jujur. Ini adalah kewajiban atas jurnalis, tetapi sebelumnya kami meminta ijin dari anda. Apa anda akan memberi ijin bahwa apapun yang kami rasakan dengan hati saat berbicara dengan anda, kami akan tulis itu.

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Anda diijinkan, apapun cara yang anda inginkan, anda boleh tulis. Tulis seperti apa yang anda mau. Kami tahu bahwa orang-orang akan disini.

SNG: Apapun yang kami telah lihat dalam perkumpulan ini, khususnya sikap dari para pengikut anda.

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Anda tulis segala sesuatunya dan cara yang anda inginkan.

SNG: Apa anda mengijinkan?

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Baik anda menulis dengan pujian maupun sebaliknya, apapun kebenaran yang anda telah lihat, tulislah itu.

SNG: Apakah anda memberi ijin untuk ini?

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Jadi, pertanyaan tersisa tentang oposisi, anda akan sudah membaca “Takbir”. Itu semua adalah mimpi dan itu juga berbicara dengan seseorang lain dan merek menuduh kami dengan ini. Selanjutnya mereka akan berkata kepada wartawan bahwa dia (Gohar Shahi) telah melakukan hal salah. Anda pelajari buku Ruhani Safar (perjalanan spiritual).

SNG: Kenyataannya, Pak. Media massa telah dilibatkan dalam sekterianisme.

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Kepercayaan telah hilang.

SNG: Saya seorang wartawan dan apa yang saya perlu lakukan adalah bahwa meskipun saya sedang mewawancara seorang Yahudi, saya harus menulis hal benar secara jujur, jika dia sedang mengatakan kebenaran karena dia mengatakan kebenaran. Dan orang Yahudi tersebut sedang berkata hal benar dan di sisi lain Yasir Arafat sedang mengatakan sesuatu yang salah tetapi apa yang akan saya lakukan adalah bahwa saya akan menulis itu salah, apapun yang dikatakan olehnya, yaitu saya akan membuktikan kebenaran itu apapun kesalahan yang telah dikatakan oleh Yasir Arafat.

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Sekterianisme telah disebarkan sekarang ini.

SNG: Tuhan telah memberi kami kesempatan untuk bertemu anda.

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Lebih banyak sekterianisme telah terjadi di dalam jurnalisme.

SH: saya mengira bahwa jurnalisme sekarang telah disalahgunakan.

SNG: Tolong katakan tentang tarikat (mistisisme). Adik laki-laki kami telah banyak bertanya. Saya akan meminta anda itu sebab ini adalah pelajaran umum anda yaitu mengapa saya merasa bahwa seperti anda menjelaskan dengan cara termudah, anda memulai dzikir hati orang-orang.

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Saya mencoba untuk membuat ini dipahami, bukan?

SNG: Anda membuat ini bisa dipahami, sehingga mereka mungkin paham dalam bahasa sederhana. Tetapi pengetahuan agama yang ada di dalam kitab-kitab atau yang ada di perpustakaan-perpustakaan. Di dalam sistim Naqashbandi dan Chishti, dzikir khafi (dzikir dibatin), dzikir jali (dzikir keras) disebutkan di dalam kitab-kitab. Di dalam sistim itu pak, mereka telah memberitahu bahwa jika dzikir semacam itu dilakukan, berkah dari Nabi akan diterima. Mereka telah menulis tentang berkah dan warna-warna cahaya dari semua nabi.

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Kami telah memberikan seluruh gambaran itu di dalam buku kami Minar-e-Noor (Minaret of Light/ Menara Cahaya)

SNG: Anda memiliki sistim ini?

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Ya, ini adalah satu-satunya.

SNG: Pelajaran ini untuk orang-orang biasa tetapi bagaimana dengan hal khusus yang memasuki silsilah anda.

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Orang-orang yang dzikir hatinya mulai, maka mereka menuju tahap selanjutnya.

SNG: Adakah kelas yang lebih tinggi yang tersedia untuk mereka?

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Di dalam buku Menara Cahaya, kami telah menulis lengkap. Kami telah menulis hingga penglihatan (akan Allah).

SNG: baiKlah, anda baru saja mengatakan di dalam buku anda bahwa anda tidak melakukan baiat. Apa alasan untuk itu?

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Ada alasan untuk ini. Ada banyak orang yang tidak ingin untuk melakukan baiat, mereka hanya ingin berkah. Ada banyak orang yang yang dibaiat oleh seseorang dan mereka tidak ingin meninggalkan pemandu mereka.

SNG: Tidakkah mereka ingin menjadi pencari jalan kebenaran?

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Mereka tidak ingin meninggalkan pemandu (peer) mereka.

SNG: Dan mereka benar-benar ingin meditasi hati ini juga mulai.

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Ya, mereka juga ingin meditasi hati mulai. Itulah mengapa karena kami Qadri, mereka akan berkata, “Dia Qadri, kami akan harus menjadi Qadri.” Oleh sebab itu, mereka tidak ingin datang ke sisi ini. Tujuan kami adalah bawah siapapun yang datang, harus mendapatkan berkah.

SNG: Pertanyaan kecil adalah sebagai informasi publik. Nama anda adalah Riaz Ahmed Gohar Shahi, jadi apa nama panggilan untuk itu?

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: dari Gohar Shahi?

SNG: Riaz Ahmed adalah satu nama.

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Gohar Shahi adalah nama kakek dari pihak ibu. Nama beliau adalah Gohar Shah, Gohar Ali Shah.

SNG: Ini adalah sesuatu yang demi orang-orang, mereka harus tahu ini.

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Bukan, (sebenarnya) namanya adalah Gohar Ali Shah. Sekarang desa yang kami tinggali juga dinamakan desa Gohar Shah.

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Apakah itu wilayah Rawalpindi.

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Ya, itu wilayah Gujar Khan. Kemudian Gohar Shahi artinya orang asli dari desa Gohar Shah. Juga dianggap sebagai keturunannya.

SNG: Jadi, sekarang anda di sini untuk menyebarkan silsilah ini di dunia tetapi suatu hari anda akan harus meninggalkan dunia ini juga.

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Itu benar!

SNG: Jadi terus perhatikan persiapan apa yang telah anda buat untuk para pecinta anda? Apakah anda mengikuti metoda kalifah dan kalifah yang ditunjuk?

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Tidak, kami tidak menggunakan nama kalifah. Tetapi sebenarnya dia seorang kalifah.

SNG: Jadi, anda panggil mereka pemimpin (amir) atau apa?

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Para pemimpin ditunjuk.

SNG: Beberapa yang berwenang di wilayah unit khusus?

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Misal seseorang telah belajar seluruh pengetahuan, dan dia akan diminta untuk pergi ke wilayah tertentu untuk memberitahu orang-orang tentang dzikir dan memberi mereka dzikir. Kami hanya harus memulai kerja, baik anda katakan kalifah atau pemimpin. Tujuan kami adalah untuk menyebarkan misi.

SNG: Setiap orang berbicara untuk seorang Pakistan pada umumnya, pesan apa yang akan anda berikan? Maksud saya melalui majalah kami, apa pesan yang ingin anda berikan?

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Pesan untuk mereka adalah bahwa pengetahuan yang melaluinya cinta kasih Allah diperoleh. Ini adalah pesan kami. “Pelajarilah spiritualisme, apapun agama atau sekte yang anda anut.”

SNG: Ini soal yang tidak mudah dipahami.

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Sekarang saya beritahu anda, jika anda melibatkan seorang kafir dalam penyebutan “Allah Allah”, dia akan menjadi seorang Muslim, jika Muslim siapapun mulai menyebut “Allah Allah”, dia akan menjadi seorang Mukmin dan jika seorang Mukmin terus menerus menyebut “Allah Allah” dia akan menjadi seorang santa.

SNG: Tulis ini! Tulis ini! Tulis! Tulis! Hal nyata adalah bahwa ini yang sedang bergema. Hal yang sedang bergema di dalam percobaan adalah bahwa darimana Sir Riaz Ahmed Gohar Shahi telah membawa filosofinya bahwa setiap orang dapat datang pada saya. Sebuah papan ada di depan makam Quaid-e-Azam dimana itu tertulis bahwa tidak masalah apapun agama atau sekte yang anda anut!

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Ketika Nabi Suci datang, beliau tidak menganut agama atau sekte apapun. Dimana Muslim pada saat itu? Dimana para Muslim? Semua Hanud (orang yang tidak beriman) dulu biasa datang. Kemudian beliau memberikan cahaya ke dalam hati mereka. Cahaya tersebut ditransfer ke dalam hati mereka dan kemudian mereka menjadi Muslim. Saya percaya bahwa jika anda melibatkan orang kafir dalam penyebutan “Allah Allah”, dia akan menjadi Muslim. Jika Muslim terus menyebut, dia akan menjadi Mukmin dan jika Mukmin terus menyebut, dia akan menjadi santa, ini adalah maksud saya.

SNG: Ini adalah penjelasan yang cukup.

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Saya memberikan kotbah di kuil orang Sikh. Videonya ada.

SH: Ini sangat jelas bahwa ketika Nabi Suci datang dan memulai ajaran beliau …

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Tidak ada Muslim (pada saat itu).

SH: Tidak ada Muslim, hanya orang Kristen dan Hindu yang ada dan ada beberapa masyarakat lain, siapapun yang terinspirasi oleh beliau, dia akan menerima Islam. Jadi ajaran Islam berlanjut dengan cara yang sama sekarang ini seperti waktu itu.

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Itu benar.

SNG: Jadi, anda sedang menyebarkan silsilah ini dengan bantuan tulisan dan buku-buku …

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Ada terjemahan Inggris dari audio, video, dan buku-buku itu.

SNG: Praktik reguler berlanjut.

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Ya, praktik reguler berlanjut.

SNG: Adakah pusat-pusat kajian untuk ini sehingga orang-orang bisa menghubungi?

Syedna Riaz Ahmed Gohar Shahi: Ada banyak, ratusan ada di Pakistan. Banyak juga yang di luar negeri. Ada banyak hingga Amerika, Kanada dan Inggris. 

************TAMAT***********

 

 

 

 

 

 

 

 

 

©1999-2011 All Faith Spiritual Movement Intl' admin@theallfaith.com